kenapa aku harus disini?

Aku tahu mereka semua membenciku, dengan wajah manis mereka mendatangiku seminggu sekali, mengajakku bercerita dan coba menasehatiku. Padahal aku tahu mereka berusaha menyembunyikan rasa takut mereka padaku, semuanya terpancar jelas dari mata dan raut wajah mereka.

Apakah aku salah?, aku hanya melakukan apa yang aku anggap benar. Memang aku membunuh, tetapi harusnya mereka senang. Karena aku berhasil membunuh monster itu. Monster yang entah sejak kapan telah menguasai rumahku dan membuat aura jahat dalam rumahku selama bertahun-tahun. Monster yang selalu berteriak, memukul aku dan adikku bahkan membanting peralatan dapur.

Aku menatap mereka satu persatu, adikku yang tersedu menatapku dan bapak yang hanya bisa menggeleng lemah melihat keadaanku. Apakah aku terlihat sangat buruk?. Jujur, sebenarnya aku sangat ingin memeluk mereka, tetapi aku tak kuasa. Aku terbelenggu. Orang-orang berseragam itu mengikat tangan dan kakiku. Mereka takut aku memberontak. Padahal aku hanya sekedar berusaha menyelamatkan diriku dari racun yang mereka masukkan kedalam tubuhku setiap harinya. Mungkin mereka adalah antek-antek monster itu, mereka dendam kepadaku karena aku berhasil membunuh bos mereka.

“Aku bosan disini pak. Aku takut disini Pak, mereka jahat, mereka itu pesuruh monster itu!” ujarku lemah.

Bapak hanya menatapku lemah, kemudian menggeleng. Kenapa dia hanya bisa diam? Beliau tidak bisu kan?. Apa beliau masih takut pada monster yang menguasai rumahku. Padahal jelas-jelas aku telah membunuhnya minggu lalu. Bapak...kenapa Bapak bisa begitu lemah.

"aku bosan pak..." ujarku lemah, tapi bapak hanya bergeming bahkan tidak memberikan ekspresi iba sekalipun.

“Aku bosan!” teriakku keras. Aku menghentakkan kakiku, menggerakkan tanganku kasar. Aku memberontak, aku ingin bebas. Kasihan Bapak dan Ratih yang nampaknya semakin tertindas. Apakah monster itu bangkit lagi? Ia punya berapa nyawa sih?. Ah! Kenapa bapak malah memanggil orang-orang berseragam lagi. Bapak keparat! Rupanya ia sekarang menjadi budak monster itu sama seperti orang-orang itu. Sial! Mereka memasukkan racun itu lagi ke dalam tubuhku. Bapak...kenapa aku harus disini?.
**

“Pak kasihan mas Tarjo. Kapan ia bisa seperti dulu lagi?” tanya Ratih pada Bapak dalam perjalanan pulang setelah menjenguk kakaknya di RSJ.

“sabar nduk. Nanti ketika ia sudah sadar, bahwa yang ia bunuh adalah ibunya, bukan monster yang ia kira selama ini.” Jawab Bapak lemah.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Ghost_Writer
Ghost_Writer at kenapa aku harus disini? (14 years 10 hours ago)
80

boleh jg...

dadun at kenapa aku harus disini? (14 years 38 weeks ago)
80

gilagilagila....^^
gak nyangka endingnya bakalan gini. hihi. arra, i love it. huuh. tapi memang, di awal terasa dikiiiitttt menjemukan. hihi. tapi saya yakin ceritamu akan mengesankan di kemudian paragraf. dan ternyata.... hmmmm. yup yup. keren.
cuma itu, saya setuju sama komen2 di bawah.

Writer ilalang_mesra_ce
ilalang_mesra_ce at kenapa aku harus disini? (14 years 41 weeks ago)
50

hendak kamu bawa kemana tarjo pergi...
harus kemana sang tarjo melangkah...
jangan biarkan logika yang mengaturnya..
biarkan imaji mu melakukannya...

Writer panah hujan
panah hujan at kenapa aku harus disini? (14 years 44 weeks ago)
70

hihihi..

sip...

nice..

salam kenal

Writer Villam
Villam at kenapa aku harus disini? (14 years 45 weeks ago)
80

keren kok...
tapi soal endingnya, aku mungkin lebih suka jika sang 'aku' sendiri yang akhirnya menemukan kebenarannya. bakal lebih dahsyat tuh konflik batinnya. cukup untuk membuat jadi lebih gila... heheh...

Writer mocca_chi
mocca_chi at kenapa aku harus disini? (14 years 45 weeks ago)
70

singkat, cukup menggugah.namun rasanya belum cukup untuk menuju sebuah hal tentang kematian.

Writer noir
noir at kenapa aku harus disini? (14 years 45 weeks ago)
70

menarik. cuma terlalu singkat. bagaimana kalau ditambah deskripsi lagi?