Catatan Seorang Mahasiswa

TEEEETTT…TEEETTTT!!!

Tiba-tiba suara sirine berbunyi lantang, tanda dimulainya aktifitas hari yang baru di asrama kami. Yup. Kami saat ini terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ikatan dinas, lengkap dengan fasilitas asramanya. Sekedar gambaran, hidup di asrama perguruan tinggi ikatan dinas itu ternyata tidak se-mengerikan seperti gambaran yang muncul saat anda melihat atau membaca sejarah kejadian di salah satu perguruan tinggi ikatan dinas yang terkenal dengan aksi kekerasannya. Tinggal di asrama itu menyenangkan. Coba bayangkan hidup anda terjadwal dari mulai anda tidur sampai anda tidur lagi. Dari mulai senam pagi (yang wajib diikuti) sampai belajar bersama di malam hari. Semua harus sesuai dengan jadwal yang telah diatur dengan baik oleh pihak kampus. Setiap kegagalan anda untuk mengikuti jadwal itu harus “ditebus” dengan beberapa puluh kali push-up atau lari keliling lapangan upacara sampai anda lupa bahwa 1+1=2. menyenangkan bukan??!

Sirine telah berbunyi, artinya semua penghuni asrama harus bersiap untuk kegiatan pertama hari ini yaitu : Senam Pagi. Yup. Senam pagi memang menyehatkan, apalagi dilakukan setelah anda semalaman begadang mengerjakan soal tambahan yang mampu membuat rambut Edi Brokoli menjadi lurus seperti gadis iklan Shampoo. Senam pagi selalu diawali dengan sebuah kegaduhan, terutama di kamar mandi, dan di beberapa kamar penghuni asrama yang merasa kehilangan seragam senamnya.

“Siaaalll, sapa yang ngembat celana training gue niy …”

“Bedebah .. atasan training gue nyelip dimana lagi niy??”

Lalu menyusul kalimat penuh keceriaan lainnya. Tanda dimulainya kegiatan senam pagi ini.

**_**

“Satu .. Dua .. Tiga … Emprat … eehh Empat maksudnya ..”

“Ayo goyang pinggulnya .. gaya marmut bersenggama .. berhitung … mulai!!”

Kurang lebih, seperti itulah kalimat “instruksi” dari rekan mahasiswa yang terpilih sebagai instruktur senam kami. Dan perlahan kami akan memulai gerakan-gerakan senam yang (seharusnya) membuat tubuh kami bugar dan siap menghadapi tantangan hari ini. Dari mulai pemanasan, lalu masuk ke gerakan inti, kemudian diakhiri dengan pendinginan. Semua kami lakukan dengan semangat “mari-cepat-kita-senam-biar-cepat-bisa-tidur-lagi”

Selesai senam, kami akan melanjutkan kegiatan selanjutnya. Tidur Kembali. Ups. Maksudnya persiapan makan pagi. Yak betul. Salah satu fasilitas yang tersedia di asrama ini adalah tiga kali makan dengan lauk pauk yang lengkap dan bergizi. Tahu, Tempe, Telor, sayur Toge, Krupuk kriting dan segelas air putih hangat adalah menu kami setiap hari. Sangat bergizi bukan??!! Di ruang makan telah disediakan meja dan kursi yang tertata rapih. Setiap meja berisi enam buah kursi. Setiap meja tersedia satu set makanan sesuai menu, yang artinya tersedia tiga potong Tahu, tiga potong Tempe, enam potong Telur, satu mangkuk sayur Toge, enam buah Krupuk dan enam gelas air putih hangat yang menyegarkan, lalu tentunya semangkuk nasi dengan porsi empat orang. Maka beruntunglah para mahasiswa junior yang mendapat porsi nasi yang “sedikit” lebih banyak dari porsi nasi di tenda pengungsian. Betapa mereka membuat hati ini iri.

Sebelum kegiatan makan pagi dimulai, setiap ketua kelas dari masing-masing angkatan melaporkan kondisi rekan-rekannya. Berapa orang yang hadir makan, berapa orang yang tidak hadir makan, berapa orang yang terlalu lemah untuk berangkat ke ruang makan karena semalam keracunan mie instant yang kadaluarsa. Laporan yang selengkap-lengkapnya. Dan kemudian pemimpin makan, yang biasanya mahasiswa yang paling senior (dan paling banyak porsi makannya), akan memimpin doa sebelum makan.

“marilah kita bersyukur karena hari ini masih bisa bertemu sepiring nasi .. karena masih banyak orang di luar sana yang belum seberuntung kita … berdoa mulai!!”

Lalu prosesi makan pun dimulai dengan khidmat, dan penuh intimidasi. Dimana si kuat makan yang banyak dan si lemah meringkuk kelaparan di pojok ruang makan, atau mengemis sisa makanan di dapur. Betapa indahnya kegiatan makan kami.

**_**

Kegiatan selanjutnya dalam jadwal kami adalah : Upacara (atau biasa disebut : Apel) Pagi. Maksudnya adalah upacara pengecekan, bukan seperti upacara bendera waktu kita sekolah dulu. Upacara pengecekan juga termasuk kegiatan yang menyenangkan, dimana kami harus hadir dengan seragam yang rapih, bersih dan tampil menawan. Sepasang sepatu nan berkilau bak sepatu cinderella (betul-betul bisa digunakan untuk berkaca looohhh). Pakaian bersih dan diseterika dengan baik (bahkan nyamuk dan lalatpun bisa terpeleset karena licinnya). Dan yang utama adalah ikat pinggang kami yang bersinar (gak kalah dengan sinar lampu taman). Mahasiswa yang tidak terlihat rapih, akan diberikan teguran sayang dari Pengawas kami, berupa olah raga tambahan lari keliling lapangan olah raga 10 kali atau push-up 50 kali. Beberapa mahasiswa yang beruntung mendapat teguran sayang ini akan dengan ikhlas dan rela hati membuang makanan yang tadi telah masuk ke dalam lambungnya melalui keringat atau (maaf) muntahan penuh penghayatan.

Setelah semua mahasiswa diperiksa dengan ketelitian tinggi, selanjutnya kami akan berkumpul kembali di ruang makan dan mempersiapkan peralatan kami untuk memulai kegiatan perkuliahan atau belajar-mengantuk. Senang. Riang. Mari kita bergembira.

**_**

Kelompok mahasiswa yang terbagi dalam beberapa kelas dan angkatan, telah berkumpul dan siap, lalu mulai membentuk barisan sesuai kelompoknya. Dan ketua kelas dari masing-masing dengan penuh wibawa akan memimpin barisannya menuju ruang kelas tempat kegiatan perkuliahan berlangsung.

“Siap grakkk … semua siap?? .. majuuuu jalaan!!”

“Siap gak siap … yang penting tidur … hiyaaa”

Setelah tiba di ruang kelas, sebelum perkuliahan dimulai, hampir pasti terjadi kegaduhan. Terutama akibat dari perebutan tempat duduk dan kegiatan pinjam - meminjam buku catatan. Setelah mahasiswa siap ditempat, sang Ketua Kelas akan mempersiapkan perlengkapan mengajar untuk dosen. Seperti papan tulis, spidol, penghapus papan tulis, Over Head Projector (OHP), ember, pistol air, penggaris besi atau kayu, gergaji, semen, batu bata, dan perlengkapan standart lain yang dirasa perlu. Lalu sang Ketua Kelas akan menjemput sang Dosen di gedung administrasi, diiringi lantunan lagu perpisahan dan doa yang khidmat dari rekan mahasiswa lainnya. Sungguh mengharukan.

“Doa kami menyertaimu nak…”

Dosen yang telah dijemput oleh sang Ketua Kelas telah tiba. Dan tiba waktunya tidur siang. Ups. Maksudnya, tiba waktunya kita Belajar. yang menarik dari kegiatan belajar ini adalah partisipasi aktif dari mahasiswa terhadap setiap materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen. Aktif bertanya. Aktif bercanda. Aktif duduk gelisah sambil menahan pipis. Aktif tidur. Bahkan aktif mencatat lirik-lirik lagu terkini. Hingga waktu menunjukkan pukul 16.00 WIBA (Waktu Indonesia Bagian Asrama), yang artinya kegiatan perkuliahan ini telah selesai. Tapi tentunya sang Dosen menunjukkan penghargaan yang sebesarnya terhadap partisipasi aktif para mahasiswa, dengan memberikan beberapa (puluh) soal tambahan untuk dikerjakan di asrama, dan diserahkan besok. Betapa membanggakan hati para mahasiswa ini.

**_**

Selesainya kegiatan perkuliahan, biasanya disertai dengan wajah penuh kekecewaan dari para mahasiswa.

“Coba tadi gue gak tidur dikelas … kan gue bisa tidur di asrama”

“Waduh … catetan gue kurang niy … ntar dengerin lagih deh kaset lagu K*ng*n Bandnya biar lengkap”

Dan mereka pun berlanjut melangkahkan kaki menuju asrama dan kegiatan selanjutnya yang menanti. Yaitu : Olah raga Umum (dikenal juga dengan sebutan Oraum).

Kegiatan Oraum ini seharusnya bersifat wajib, tetapi atas perjuangan gigih beberapa mahasiswa yang gagah berani, akhirnya Oraum ini bersifat ¾ wajib. Atau dengan kata halusnya “semua mahasiswa harus mengikuti Oraum, kecuali yang sakit kronis, anggota tubuhnya patah, mengidap penyakit menular (herpes, panu, kadas, kudis, kurap, kutu air, AIDS, dll)”. Dan biasanya selama berlangsung kegiatan ini, mahasiswa dipersilahkan memilih olah raga sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Mahasiswa yang berminat bulutangkis dipersilahkan bermain sepak bola. Yang senang bermain volley bisa berpartisipasi di lapangan sepak bola. Yang ingin bermain ping pong bisa turut serta dalam pertandingan sepakbola. Betapa sulitnya memilih olah raga yang akan dimainkan.

Kegiatan Oraum biasanya ditandai dengan jumlah mahasiswa yang berlimpah ruah di sekitar lapangan olah raga. Tapi tak sedikit pula yang bergelimpangan di tempat tidur masing-masing. Melanjutkan misi mulia untuk menambah cadangan tenaga demi belajar semalam suntuk mengerjakan soal tambahan nanti malam. Berkumandangnya adzan maghrib menandakan waktu Oraum telah selesai. Dan bagi mahasiswa yang beragama islam, dipersilahkan untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah di musholla kami yang yang kecil namun bersahaja. Bagi mahasiswa yang non muslim bisa membantu menata meja dan kursi di ruang makan. Sementara mahasiswa yang kurang mengenal agama dipersilahkan meneruskan tidurnya dikamar masing-masing hingga tiba waktunya makan malam.

**_**

Sebenarnya kegiatan selanjutnya adalah makan malam bersama. Tapi demi keselamatan bersama, kegiatan ini tidak akan kami rinci. Karena sebenarnya suasana dan kengeriannya masih sama dengan kegiatan makan lainnya.

**_**

Baiklah mungkin anda mulai bosan. Tapi saya yakin anda akan sedikit tertidur, maksud kami terhibur, dengan kegiatan kami selanjutnya. Yaitu : Belajar Malam Bersama.

Dalam kegiatan belajar bersama ini biasanya kami akan membahas materi kuliah yang telah diterima hari ini. Serta persiapan mengerjakan soal tambahan yang akan dikumpulkan besok.

“sialan …. Tadi gue ketauan ngeliatin k*nc*t nya bu dosen”

“wooooyyy … yang udh ngerjain soal tambahan buruan ngaku … daripada gue geledah satu-satu bukunye …. Mending serahkan secara damai ajah deeeh!!”

Dan selama proses kegiatan belajar bersama tadi, biasanya terdapat kelompok yang belajar dan kelompok yang bersama. Kelompok yang belajar, biasanya ditandai dengan wajah yang serius, membuka buku, lalu memojokkan diri di ujung kelas sehingga menjauh dari keributan yang terjadi di penjuru kelas lainnya. Sementara kelompok yang bersama biasanya membuat kegiatan ini menjadi kegiatan bersama yang menyenangkan, bernyanyi bersama, mencontek bersama, membuat kegaduhan bersama, atau bahkan koprol bersama. Bagi mereka yang penting adalah kebersamaan. Tapi sayangnya ada pula pihak lain yang sedikit tersisihkan. Yaitu kelompok penidur. Dimana setiap kegiatan dalam jadwal kami berarti penambahan durasi tidur mereka. Termasuk kegiatan belajar bersama ini. Begitu indahnya hidup kami diasrama

**_**

Demikian sekelumit gambaran kegiatan kami di lingkup asrama yang sederhana namun penuh kekeluargaan ini. Semoga dapat merubah pandangan anda sekalian tentang kehidupan mahasiswa perguruan tinggi ikatan dinas yang hidup di lingkungan asrama. Tak selamanya kehidupan mahasiswa perguruan ikatan dinas penuh dengan kekerasan dan intimidasi. Kehidupan kami dapat pula berjalan dengan penuh warna dan keceriaan. Selamat menikmati.

NB : tak ada binatang yang disakiti selama proses pembuatan catatan ini. Dan bila sakit berlanjut dapat menghubungi bidan dan dokter gigi terdekat.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer mizz_poe
mizz_poe at Catatan Seorang Mahasiswa (12 years 49 weeks ago)
70

mayan deh wat alat penambal bocor otak :D :)) =))
:-? ekhem,,, tapi mbok yaaa EYD diperhatikan *serasa dosen lagi ngawas ujian :D
di asrama, bukan diasrama... pilihan hurup kapital pada awal kalimah, naon deui atuh nya?
WIB = Waktu Indonesia Baraha-wae,,, *hirup urang Sunda :D :))

Writer bintangjatuh
bintangjatuh at Catatan Seorang Mahasiswa (13 years 4 weeks ago)
100

wahahahaha... nez paradokz.. lu cerdas,bang!!!
anj****zzz jadi ingaD seminggu outbonD bersama ARHANUD SE 14 cirebon... jam makan serasa di neraka.. seumur2 gwa baru makan nasi porsi kuli dalam 7 hitungan.mereka pikir kerongkongan kita tuh terbuat dari lorong panjang tinggal tuang.. b*d*b*h

50

wakakakkakakakkakak.....
kocak abis..

dadun at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 1 week ago)
90

tadinya, saya pikir, duh, ini ngomongin apaan sih? peran utamanya siapa sih? konfliknya gimana sih? cara penulisannya kok gini sih?
-dasar dudulz-
baca judulnya malah belakangan. hooo ini kan model catatan (harian) seorang mahasiswa toh.
hwaaaaaaaaaaaa kerennn. lucu. gue ampe ngakak. apalagi pas bagian 'belajar bersama' sama belajar di kelas.
duh, gila banyak sindiransindiran alus uy! mantafh! kocak.

Writer true_rinz
true_rinz at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 7 weeks ago)
90

duh.... bener- bener seperti kehidupannya aku sekarang seorang mahasiswa

90

Benar- benar sebuah cerita yang mengharukan, memberikan pemahaman yang sebenarnya tentang kehidupan di asrama yang tidak selamanya --tidak keras. Aku jadi kagum dengan kegigihan para mahasiswa dalam menahan cobaan dan menggapai cita-cita.

Writer cat
cat at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 8 weeks ago)
70

lucu kok..
jd senyum 2 sendiri

Writer my bro
my bro at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 9 weeks ago)
80

“Ayo goyang pinggulnya .. gaya marmut bersenggama .. berhitung … mulai!!”

huahahahaha dasar "TUAN BESAR" gokil.

saluuut bro (gw blm bisa2 bikin cerita komedi kyk gini hiks).

Writer ranggamahesa
ranggamahesa at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 9 weeks ago)
90

Bang mamat sedang curhat dengan gaya penulisannya yg lugas..

Hidup peri besar !! (haha)

Writer wehahaha
wehahaha at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 9 weeks ago)
80

baca ceritanya jadi senyum2 sndiri gua...

Writer edowallad
edowallad at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 9 weeks ago)
100

atau sirine, sirene kali?

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 10 weeks ago)
80

Iya, bagus kok. Cara kamu nulisnya justru bikin penggambaran ini nggak membosankan. malah jadi menambah wawasan gambaran hidup di asrama. Kali aja bisa diambil jadi setting cerita.. hohoho

Writer heripurwoko
heripurwoko at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 10 weeks ago)
70

lucu kok.... PS-nya itu lho yang bikin lucu. nice work, dude...

Writer noir
noir at Catatan Seorang Mahasiswa (14 years 10 weeks ago)
80

Iseeeeng....curhat nih ye :P Bagus kok penceritaannya. Terasa suasana asramanya hehehehe