NightMare 1 (Death Can't Be Stopped Until You Die)

~Maaf!! cerita Nightmare tidak diposting lagi~
:(:(

Read previous post:  
125
points
(6 words) posted by abc 14 years 41 weeks ago
78.125
Tags: Puisi | horor | kematian | takdir
Read next post:  

menipu!!!!!!!!!!!!!

50

heee..ajarin donk bikin ceren atau cerita gitu kekkk

70

ehm...
akhirna saia punya waktu buat baca karya Om ABC khusus tentang misteri dan horor...
Nightmare adalah cerita horor menurut tagnya. Dan, alinea awal telah menunjukkan Om bisa membuat suatu keadaan menjadi lebih menuju ke arah "gelap". Mengerikan.
Ini yang pertama...Trus, ada sosok "Watson" disini, Om! Mungkin Om ABC kali...Hehehehe

Salam

50

kereN baget nii cerita...

salut gw...

70

asik.. jadi pengen ikutan nulis cerita trhiler..

80

Akhirnya selesai juga baca yang pertama ...

Wuih opening dengan diskripsi yang details n panjang ... he3x ...

Boleh ngga besok2 dialognya dibanyakin (:D)

Ok, aku lanjutin bacanya ...

50

bagus ceritanya,...

50

bertele-tele

90

Aku suka sesuatu yang detail... dan itu ada dicerita kamu. Bagus banget, kadang memang ketika menulis suatu cerita, entah karena didorong rasa 'ingin cepat' selesai atau 'ingin cepat menuju klimaks' dan berakhir pada kata 'TAMAT' , orang seringkali terburu-buru dan melupakan esensi sesungguhnya pada sebuah cerita. Good Job! Pengen nanya nih, ketika membuat cerita, kamu ngelakuinnya sambil melakukan hal lain juga ngga sih ? Hehehe.....:)

80

kamu pinter amat sih nulis..? suer..aku kagum..

50

pinter banget bikinya.....

90

aku baca sampe selesai dulu deh, baru bisa menyimpulkan...... hehehehehe... (maap baru baca)

90

nambah pengetahuan... trs ceritanya terperinci bgt... rajin bgt ngejlsin detailnya.. gratulieren... :)

50

kamu orang yang sabar ya? :)
dalam mendeskripsikan sesuatu, seseorang atau keadaan...
dalam halini saya setuju sam panah hujan tentang setting
meski misteri atau tema beda, bisa dengan mencari latar di sekitar kita bukan?

80

emang jaman bahela mata uangnya euro?? bukannya poundsterling ya? hehehehehhe...

70

tapi karena gw tertarik, gw baca lanjutannya dulu yaa

100

Terima kasih tulisannya. Jadi bertambah nich ilmu dan pengetahuan.

100

aku tak bisa berkata apa apa.. bagussss bangetttttttttttttt

60

Ini part one yah?
Belum kelihatan mau kemana.

Tadinya saya fikir ini bakalan menjadi cerita sarkastik dari awal. Tapi ternyata melembut dan melembut. Atau mungkin niatnya dibuat antiklimaks?

Nanti saya baca lanjutannya.

90

kurasa bagian ini agak janggal deh :

Sesungguhnya ia sangat beruntung punya anak seperti James Baldwin.

kurasa seharusnya bagian "ia" itu yang dimaksud adalah "orang tuanya".

walaupun tak sebersih dengan yang pernah dilakukan oleh ibunya tapi tak apa

sprtinya lebih enak kalo "dengan" digantikan dengan "seperti"

tapi mau di apa lagi

kurasa maksudnya, "tapi mau diapakan lagi"

Iya, sama seperti fisk_82, kata hati sang tokoh (mungkin) lebih baik menggunakan italic
dan tanpa tanda petik.. :)

Mengenai isi, kurasa cerita ini terlalu bernuansa kebarat-baratan. Sayang sekali.
Seperti kata abc pada saya (sangat sering), topik cinta sudah kebanyakan, carilah
topik atau tema yang lain (yang mungkin saya ambil), di sini saya juga mau memberikan
komentar yang sama, misteri ataupun fantasi terlalu banyak bernuansa kebarat-baratan,
terlalu banyak. Bukan hanya satu ataupun dua. Sangat disayangkan kalau anak bangsa
justru menulis tentang negara lain padahal dia seharusnya lebih mengenal negaranya sendiri.
Angkatlah sekali-kali tema yang sama dengan latar di Indonesia. Mari utamakan lokalitas.
Selain itu, kalau memang naskahnya bagus dan berniat difilmkan, setidaknya produsernya
tidak perlu jauh-jauh mendanai hingga ke negeri seberang (hehe, iseng yak).

Selebihnya, aku cenderung setuju sama pendapat yang lain terutama vq, its nice.
Simple dan profesional, sangat mudah dimengerti, dan alurnya sangat renyah.
Menarik.

:)

70

aku baca lanjutannya dulu yah..

50

Well, ini akan jadi review yang panjang :D. Sori juga kalau akan banyak kritiknya, toh kritik untuk membangun bukan untuk mencela...

Pertama-tama, saya akan katakan saya tidak suka cerita ini, bukan karena ceritanya jelek. Ada 2 hal yang menjadi alasannya secara subyektif, saya tidak terlalu suka cerita bertema horror :) sedang secara obyektif lebih karena latar yang dipakai.

Ini pertanyaan saya? Mengapa nama-nama tokohnya harus kebarat-baratan sekali dengan latar tempat yang juga rasanya seperti di Eropa atau pun di Amerika. Bukan saya sok nasionalis, alangkah baiknya saat membuat sebuah cerita kita memilih latar yang dimengerti oleh mayoritas pembaca.Ingat membaca sebuah cerita akan membuat pembaca berkhayal, semakin mudah dikhayalkan semakin cerita itu akan dikenang oleh pembacanya, kecuali jika kita bisa melakukan pendeskripsian cerita dengan baik, sedang dalam cerita ini saya merasa pendeskripsian masih kurang.

Hampir saya lupa, akhirnya saat membaca cerita ini saya merasa seperti membaca sebuah karya terjemahan. Hmm... hanya sekedar opini saja jangan tersinggung :D.

Yang kedua, ada beberapa bagian yang seolah-olah hanya tempelan saja. Ada di sana bagus, tak ada juga tidak apa-apa, membuat sebuah cerita yang panjang sekali juga sebetulnya tidak ada gunanya kalau memang tidak bermakna untuk cerita itu secara keseluruhan. Dalam cerita ini bisa ditemukan misalnya soal Ibu James Baldwin.

Yang ketiga jangan menulis sesuatu yang kita sendiri tidak betul-betul tahu persisnya. Cacar yang abc maksud di sini adalah jenis variola. Bagi orang awam yang membaca, kesalahan fakta semacam ini mungkin akan lewat begitu saja namun pembaca cerita kita bukan hanya orang awam saja tapi bisa jadi juga orang yang mengerti soal fakta yang dituliskan :D... dan biar bagaimana akhirnya akan jadi pertanyaan. Saran saya, jika mau menulis sesuatu yang tidak kita ketahui, lakukan riset lebih banyak lebih dahulu.

Kemudian yang terakhir ada beberapa bagian yang mengganggu saya dalam kaidah menulis, mulai dari tanda baca yang tidak dipergunakan dengan semestinya, kesalahan ketik (hanya sedikit sekali masih bisa dimaklumi), dan penggunaan 'di' sebagai kata depan atau sebagai awalan.

"Sesungguhnya ia sangat beruntung punya anak seperti James Baldwin. Anak itu telah mengurus semuanya seorang diri setelah pulang sekolah pukul dua belas siang."
--> kedua kalimat ini sebaiknya digabung dengan tanda baca koma.

"tapi mau di apa lagi"
---> saya tidak jelas maksud dari frase tersebut.

“Tapi aku kan tidak seperti pria pada umumnya, suka berganti-ganti istri atau .....
---> lebih baik dibuat dalam bentuk italics atau cetak miring, karena di sini menggambarkan isi pikiran James Baldwin.

Keep writing :D

90

menut gw untuk permulaan
keren, tapi konfliknya mana?

60

oom, dah tau alesannya kan?

100

lanjut

90

Cara menulismu terkesan seperti novel terjemahan. Sangat profesional. Aura gelap dan muram sangat terasa dan membuatku merinding.

keren banget lanjut deh

80

kayaknya bakalan menarik nih.
yup, aq kan sabar menunggu lanjutannya :)

100

sabar ya mas....
ini masih pengenalan tokoh (prolog)
entar konfliknya baru ditampilin di bab selanjutnya...

makasih komentarnya ya....

60

Benar juga yang dikatakan teman-teman. ini malah cerita tentang kesenangan dan kegembiraan. lebih baik sisipkan sedikit konflik yang nantinya akan menjadi puncak pada bagian-bagian selanjutnya. wassalam...

90

aku suka paragraf pembukanya.
setting yang menarik juga.
oke! kutunggu lanjutannya!

80

deskripsi untuk bagian awalnya udah bagus. Tapi masih belum terlalu keliatan maksud nightmare dari judulnya. Makanya, lanjuuuuuuuut.... ^^

80

Ayo... aq tunggu kelanjutannya. Ok!

80

Ini masih prolog ya? konfliknya belum terasa. Ditunggu lajutanya... Lam kenal ya. Cerita saya juag pake setting luar negri. Tengokin ya kalo sempet...