Kehidupan Gila di Sekolah (Pak DMJ)

“AAAAAAAAAAARRRRRRGGGGHHHHH!!!!!!!” Dika menjerit ketakutan.
Wajah cewek yang ditimpanya memerah. Dika dua kali lebih shock daripada sebelumnya. Ternyata cewek itu Yuli. Dia langsung bangkit dan minggir dia tidak mau imej yang dibangunnya selama ini hancur begitu saja.
“Cihui.” “Cie-cie.” “Suit-suit.” Seluruh kelas bersorak-sorak melihat adegan seperti di pilem-pilem tersebut.
“Diem Lo semua!!!” Dika marah. Dia langsung pergi kebangkunya. Nasi bungkus yang dia beli langsung dia makan—pastinya—dengan rakus.
“Cieeeee!!!! Enak nih nubruk kuntilanak.” Ini Mamat, Si raja ngupil.
“Hahahahah, kapok lo!!!” Indra ikut sumbang ejekan.
“Gembel lo semua, minggir sana!!!” Dika marah langsung melempar benda apa saja yang dia temukan termasuk duitnya.
“Ayo lagi, lemparin kita!!!” Indra yang mata duitan ini memprovokasi Dika.
-BOOOK!!-
“Aduh! Sapa nih yang ngelempar sepatu?” Indra memegangin kepala.
“SAPA tadi yang nyebut aku KUNTILANAK.” Yuli langsung nyembur Indra.
“Bu..buk..bukan gue!” Indra bener-bener takut, seperti ngeliat kuntilanak beneran.
“Cieee, Dika dibelain nih?” Mamat ikutan.
-BOOOK!!-
“aduh”
“Kabur Mat!!!” Indra dan Mamat langsung kabur pergi.
Dika hanya diem, dia tidak menghiraukan apa yang terjadi. Dia memang bener-bener benci sama Yuli yang dijodoh-jodohkan dengannya oleh temannya sekelas. Memang benar apa yang dikatakan Indra dan Mamat. Emang Yuli Mirip kuntilanak gosong. Udah wajahnya kayak kuntilanak, item pula, apalagi kalau lagi jerit-jerit, kuntilanak yang asli sampai minder.

Bel berdering. Tandanya istirahat sudah selesai dan masuk lagi. Tapi ternyata kantin masih rame, banyak siswa yang ngantri dari tadi baru dapet jatah sekarang. Maklum yang bayar lebih mahal maka lebih cepet, kalo tidak ya minimal yang beli itu cewek cakep model covergirl, sejenis Disya.
“Mat buruan!” Indra baru dapat jatahnya.
“Mbok, lama amat sehhh buruan nasi Uduknya???” Mamat protes terhadap pelayanan mbok Munah yang nggak profesional.
“kamu cuman mbayar seribu protes mulu!!!”
“lho? Aku bayar penuh? Itu si kampret yang bayar seribu dapet duluan?” Mamat menunjuk Indra yang nyegir kuda.
“Ayo Mat buruan diabisin sekarang waktunya pak DMJ.”
“hagh? Sappa ittu DMJ?” tanya Mamat yang mulutnya masih penuh nasi.
“Dunia Meja Hijau, si Pak Hakim. Cepet ada pengumuman hasil ulangan!” Pak Hakim adalah wakil guru killer dari jenis kelamin pria, selevel dengan bu Kilarsih. Sosok guru yang suka menghakimi murid-muridnya. Suka main hakim sendiri. Kalau menghukum pasti diajak ke mejanya yang warnanya ijo. Bener-bener ijo dan ada palunya.
“ Iya-iya!” Mamat langsung menyusul Indra yang sudah ngeloyor pergi.

Indra dan Mamat berhenti mematung di depan kelas. mereka ternyata telah dihadang oleh pak hakim alias pak DMJ.
“Ngapain kalian mau masuk? Cepet pergi SANA!!!” Pak DMJ marah.
Tanpa dikomando lagi Indra dan Mamat langsung ngeloyor pergi.
“Eh mau kemana kalian? Cepet masuk kelas!” Pak DMJ menahan mereka.
“katanya disuruh pergi? Ya kami pergi.”
“Iya bapak kok ga konsisten banget sih!” Mamat keceplosan. Dia sadar kalo melawan pak DMJ sama dengan makan duren ga pake dikulitin.
“OHH kalo gitu kalian pergi ke tengah lapangan! Hormat ke tiang bendera dengan kaki satu diangkat. CEPET!”
Mereka akhirnya berjalan gontai.
“Itulah anak-anak contoh murid yang ga disiplin bagaikan kura-kura dalam perahu.” Pak DMJ menunjuk sosok Indra dan Mamat. Oh ya, Pak DMJ guru Fisika yang suka berpantun ngawur.
Ruri si Cowok pinter pinter mau mengigatkan Pak DMJ kalau pantunnya nggak nyambung, tapi akhirnya dia urungkan. Dia tidak mau bernasib sama dengan kedua temannya tadi.
“Baik! Ulangan Minggu lalu akan saya bagikan.” Pak DMJ langsung membukan mapnya.
“RURI!! Bagus...kamu dapat sempurna.” Yang lain tidak heran dengan nilai yang didapat Ruri.
“Ya, terima kasih pak. Eh pak pantunnya tadi ga nyambung.” Kalau dapat nilai sempurna Ruri PD dan berani mengingatkan Pak DMJ kalau pantunnya salah.
“KAMU!!!SUSUL TEMENMU...” Ruri dag-dig-dug. “Suruh mereka kemari.”
“Fiuuuh...” Ruri menghela nafas.
“Gantiin Posisi MEREKA!”
Ruri pingsan.
“Ck ck ck! Apa-apaan ini DIKA!!” Pak DMJ heran melihat hasil ulangan Dika.
“Emang kenapa pak?” Dika sombong dia merasa dapat nilai bagus.
“kamu dapat sepuluh!!”
“yes!!!” Dika bangga. Yang lain tidak percaya.
“Sepuluh dari seratus!!!” Yang lain percaya. “Kamu susul RURI”
“Ruri pingsan pak!!” Sueb tarik suara. Dika ikut-ikutan pingsan. Pura-pura.
“AAAAARRRRRRGGGHHH!!!” Yuli histeris. Pak DMJ cuek, dia tahu itu bohong. Dia menyuruh Yuli mencium Dika. “AAAARRRGGH!” Dika menjerit.
“Dika cepet susul Indra dan Mamat!! Suruh kemari! Dan kamu gantiin posisi mereka!!!”
Dika akhirnya berjalan pasrah.
Dika sampai di lapangan tapi tidak melihat batang hidung kedua temannya.
“Kemana mereka?”
“Woi!!! Dik!!!” sebuah suara memanggil Dika.
“Sini Dik!” Ternyata Mamat dan Indra sedang asyik duduk di pos satpam. Seperti biasa mereka menyogok pak satpam dengan rokok gopekan.
“Eh lo semua dipanggil pak Hakim., buruan!” Dika menyuruh mereka kembali ke kelas.
“Lo dapet berapa Dik ulangan kemaren?”
“Dah cepet kesana ntar lo semua diseret di meja ijo lagi!!” Dika gengsi.
Mereka akhirnya pergi sambil berbisik. “Pasti Dika dapet jelek!!”

“Indra!! Mamat!! Kemari!! Tadi kalian dari mana?” Pak Hakim mengintrogasi di meja hijau.
“Dari kantin pak?”
“Apa waktu istirahat kurang lama? Kok kalian jam segitu masih dikantin?” tanya Pak DMJ. Memang benar pertanyaan pak Hakim, SMA DANIS memiliki waktu istirahat paling lama. 1 jam.
“Mbok Munah ga profesional pak!! Padahal permintaan pasar melonjak naik!! Eh malah yang bayar lebih mahal didahulin, kita yang ngantri lebih lama dapet buncit?”
“Memangnya kalian membayar berapa?”
“Seribu pak.” Jawab Indra polos.
“Dasar Geblek!!! Harga nasi Uduk disini Rp.3000 dan kalo kredit 3500!!..uups” Pak DMJ keceplosan. Ternyata pak DMJ juga suka nasi uduknya mbok Munah dan suka ngutang juga.
“Hehehehe...” Indra dan Mamat tertawa setan, mereka telah berencana menyebarkan gosip ini.
“DIEM!!! Tolong jangan bilang siapa-siapa! Atau...” Pak DMJ berhenti sejenak.
“Ato apa pak?” Mereka takut tidak naik atau nilai mereka dikurangi.
“atau...saya tidak bisa ngredit di situ lagi.” Ujar pak DMJ alias pak hakim dengan sangat bijaksana.
“Hahahaha...tenang aja pak. Asal...”
“Asal apa?” pak DMJ kali ini yang merasa takut.
“Asal bapak mbayarin utang kita di Mbok Munah!”
“Jadi kalian ngutang juga ya? Berapa emang?”
“10ribu pak!” Indra menunjukkan Bon utangnya.
“halah cuman segitu, lihat ini” Pak DMJ menunjukkan bon berwarna ijo.
“hah?” Mereka mangap. Terpajang jelas ‘500rb.’
*Narator: karena suasana disini tidak kondusif ga penting bicarain kredit. Ok kembali ke kelas.
Suasana gaduh setelah pak Hakim meninggalkan kelas untuk mengintrogasi Indra dan Mamat. Erwin sebagai ketua kelas kebingungan mengatur kelas.
“Eh tolong diem ya!!! Aduh...ngapain itu Sueb naek-naek bangku.”
“Eh Win elo diem kenape!! Ga bisa liat temen seneng aje!!” Sueb lagi menaiki bangku sambil berjoget dangdut.
“Ayo goyang ngebor Eb!!!” Yahya ikut menaiki bangku. Cowok ganteng ini memang hobi joget apalagi kalo lagi denger musik dangdut.
“Woi!! Diem semua. Rame amat sih, belajar sono!” Seru Ruri yang asik membaca buku Fisika. Ternyata dia sudah sadar dari pingsannya.
“Elo ga asoi Rur!” Erwin kali ini juga ikut berjoget.
Di kubu cewek malah asik nggosipin binatang Korea. Siapa? si Wu Chun atau Kun Chung ga tau deh. *(naratornya bingung. Katrok juga)
“Eh masa pilem Indonesia niru pilemnya Wu Chun. Ga kreatip banget” Yanti memulai forum.
“Iya-iya.” Semua anggota setuju. Ada juga yang sampai mengangkat tangan keatas. Merdeka!
“HEI, ADA APA INI” Bu Kilarsih memasuki kelas. Oh iya ini kelas XI IA 4. “Sapa gurunya.”
“Pak DMJ..eh Pak Hakim Bu!” Erwin yang lagi joget langsung memberi konfirmasi.
“Dimana pak DMJ eh Pak Hakim?” Bu Kilarsih ternyata juga suka memanggil nama itu.
“Lagi mengintrogasi Mamat dan Indra, bu!”
“kenapa?”
tiba-tiba...
“tooolooooooooong!!!!!” Indra dan Mamat berlari di sepanjang lorong sekolah.
“ada apa?” bu Kilarsih heran.
“hosh...hosh...pp..pak DMJ...kkk...” -Glepak- Mereka berdua pingsan.

Read previous post:  
85
points
(966 words) posted by vachzar 13 years 1 day ago
65.3846
Tags: Cerita | kehidupan | komedi | gila | sekolah | ternyata
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cat
cat at Kehidupan Gila di Sekolah (Pak DMJ) (12 years 51 weeks ago)
70

saya berkomentar sebagai pembaca saj ya, karena saya bukan ahlinya

Sip.. ceritanya uda gila banget.
tp tulisannya terlalu rapat, agak ngos-ngos-an bacanya.

Tar kapan muncul Cat di sana ya?? ha5
Cerita terbaru Cat : Minggat!!!

Writer mamenk
mamenk at Kehidupan Gila di Sekolah (Pak DMJ) (12 years 51 weeks ago)
80

wekewekeweke...

q tunggu kapan karakter bernama mamenk muncul

Writer Nanasa
Nanasa at Kehidupan Gila di Sekolah (Pak DMJ) (12 years 51 weeks ago)
80

selamat menjadi orang gila baru ha ha..

Ceritanya kocak dan menarik. Lanjuutt..

Writer wehahaha
wehahaha at Kehidupan Gila di Sekolah (Pak DMJ) (12 years 51 weeks ago)
80

udah kerasa gilanya. Tapi blom maut kyk aditya mulya. Hehe.

Writer bunda_ery
bunda_ery at Kehidupan Gila di Sekolah (Pak DMJ) (12 years 51 weeks ago)
80

Gokil abis...sampai senyum-senyum dan tertawa sendiri nich..

Writer bututbego
bututbego at Kehidupan Gila di Sekolah (Pak DMJ) (12 years 51 weeks ago)
80

menikmati sekali.

sukses buat kamu