Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7

Ary mencoba mencari tahu apa yang terjadi dibalik tirai asap. Ary menatap lurus dengan mulut yang mengangga, matanya tak berkedip dan jantungnya berdegub kencang. Ary melihat seorang gadis dengan rambut terurai panjang, rambutnya berkibar tertiup angin, matanya melirik nakal, kulitnya putih halus, gayanya bak model iklan sampo di televisi.

“Cantik sekali!” Ary bagai tertarik oleh magnet yang berbentuk cewek seksi itu.
Ary berteriak saat dia sudah mencapai lima centi dari wajah sang gadis di balik tirai asap “Silau amit!”

“Terpesona karena gigi emasku ya?” gadis itu berhenti memainkan rambutnya dan mulai menunjukkan sederetan gigi emas berkilau.
“Tidak!” teriak Hige si mr. Dracul. “Panas! Silau!” jerit Hige si mr. Dracul saat gadis itu membuka mulutnya.

“Siapakah kamu gadis bergigi emas?” tanya Cat sambil mengambil masker kain.
“A!”
“Tidak!” baru saja gadis itu membuka mulut, Hige sudah berteriak kesakitan lagi.
“Pakai masker ini!” teriak Dewi, seraya melemparkan masker itu kepada gadis bergigi emas itu.

“Aku adalah Kunti, dulu aku adalah seorang putri cantik nan rupawan yang kaya raya. Aku begitu terkenal dan berkilauan, namun aku dikutuk oleh peri cinta. Gara-gara tuh peri cinte brengsek, masa mengutuk aku jadi kuntilanak. Dan kutukanku akan lepas bila si peri cinta mencium kakiku,” ucap Kunti bergigi emas itu.
“Jadi!” Cat dan Dewi menatap Shiro yang kini besosok singa putih dengan sayap berkilauan.

“Ye, aye ini peri cinte. Makenye jangan macam-macam ame ane, kalo ente cari masalah aye kutuk baru tau rase!” ucap Shiro
“Hua ha ha ha ... masa peri cintanya pake bahasa betawi, lalu panah cintanya mana?” Dewi dan Cat tertawa terbahak-bahak melihat peri cinta ngawur itu.
“Itu masalahnye, tuh panah cinte aye gadaikan di pegadaian pas aye mau malem mingguan ma pacar aye,” Ary dan Miss Kunti ikut tertawa saat mendengar ucapan Shiro.

“Masa peri cinte ampe gadai panah cinte buat malam mingguan?” Ary tertawa terbahak-bahak.
“Awas kalo ngetawain aye lagi! Aye kutuk jadi kodok baru tau!” teriak Shiro sambil mencari-cari panahnya.
“Ha .. ha.. ha.. panahnya kan masih di gadaikan!” teriak Dewi.
“Tunggu ye, aye kasih tau enyak aye lu. Awas lu.. aye laporin ame babe aye,” Shiro segera terbang keluar dari jendela.

Sementara itu Hige si Mr. Dracul masih tidak sadarkan diri. Mira terus menangis meratapi Hige si Mr. Dracul yang ganteng. “Mr. Dracul bangun dong, kenapa kamu jadi bengini. Bagaimana dengan kisah cinta kita berdua, masa kau biarkan aku menjadi janda sebelum menjadi seorang istri,” air mata Mira keluar bak air mancur. Memancar keberbagai sisi dan membasahi Hige si Mr. Dracul.

“Nape si Hige, Mir?” Dewi mendekati Mira yang masih terus menangis.
“Mr. Dracul .. dia.. dia...!” tangis Mira kembali pecah.
“Telpon ambulance atuh neng, ato kasih napas buatan!” ucap Dewi tanpa memperdulikan Cat yang asyik mengepel.

“Bener! CPR, napas buatan. Tenanglah mr. Dracul, yayang Mira akan memberikan nafas buatan yang fresh dan seger!” Mira mengambil lipstick super red nya dan mulai memoleskan ke bibirnya dengan gaya yang super seksi.
“Ngapain pake lipstik Mir?” tanya Cat.
“Biar kelihatan seksi atuh neng!” jawab Mira asal.

Tiba-tiba saja Mr. Dracul kejang-kejang, dari mulutnya keluar busa dan matanya membelalak. “Epilepsi bukanlah penyakit turunan, epilepsi dapat disembuhkan dengan, Aduh!” Dewi melempari Cat dengan sendal jepit Ary saat Cat bergaya bak iklan masyarakat.
“Temen lagi kesusahan dia malah pasang gaya!” Cat hanya tertawa cengegesan.

“Yayang Dracul, yayang Hige.. jangan mati yang!” teriak Mira dengan gaya bak di telenovela
“Mengapa? Apa yang terjadi pada diriku? Dimana ini?” Hige tersadar dari pingsannya dan menatap aneh pada semua yang berada di sekelilingnya.
“Siapa kamu? Bukankah seharusnya aku berada di medan perang bersama Julius caesar?” Hige menatap aneh pada Mira.

Mira mendapatkan ide saat mengetahui kalau Hige hilang ingatan, “Aku adalah kekasihmu yang menanti berjuta-juta tahun. Mengapa kau lupakan aku Hige?”

“Kamu kekasihku? Apakah kamu yakin? Masa seleraku jadi seperti ini?” Hige memasang wajah heran sambil terus menatap bibir merah Mira.
“Kamu itu kekasihku, ngerti!” Mira menarik kerah baju Hige dan menunjukkan sebuah kepalan tinju yang membuat Hige terkejut dan mengangguk-angguk pelan.
“I.. ya.. ya .. deh. Saya pacaran ama kamu deh. Nih cewek galak amat ya,” ucapan Hige langsung disambut senyum mesra dari Mira.
========

Keadaan mulai terkendali, dan sepertinya telah tercipta 2 pasang kekasih yang saling mencintai dan 2 gadis yang senasib, merana tanpa pasangan. Mereka berkumpul di sebuah cafe di mall terkemuka di kota Jakarta.

Cat dan Dewi melampiaskan kekesalannya dengan berteriak dan berkaraoke dengan suara yang sangat sumbangnya. Sementara Mira dan Hige sibuk bersuap-suapan. Ary mengajak miss Kunti pindah meja, dia ingin berbicara empat mata dengan miss Kunti.

“Ary, sendal jepit inikah yang membuat kita bersatu?” tanya miss kunti masih dengan mulut berkilauan.
“Kamu mencari pangeran yang memiliki pasangan sendal jepit ini, dan akulah pangeranmu!” Ary bergaya bak Romeo.

“Lihatlah.. aku memiliki pasangan dari sendal jepit yang kau simpan dibawah ketekmu itu!” Ary mengeluarkan sendal jepitnya yang sebelah dan mencocokkan dengan sendal jepit yang dikeluarkan miss Kunti dari jepitan keteknya.

“Hem.. huff.. uh.. wuekz...,” Ary berusaha tegar saat memakai sendal jepit yang berbau ketek itu.
“Tunggu!” teriak miss Kunti.
“Mengapa banyak sekali orang yang memakai sendal jepit yang sama?” miss Kunti memperhatikan sendal yang dipakai para pengunjung mall. Seorang pria ganteng dengan badan tinggi bak atlet basket melewati miss kunti dan tersenyum dengan gigi yang berkilauan. Miss kunti melihat sendal yang pakai pria itu, sendal jepit dengan model yang sama dengan yang dia miliki.

“Ya, iya lah miss Kunti. Sendal jepit itu kan lagi obral, beli dua pasang dan sebelah sendal jepit. Obral.. obral.. obral,” ucap Cat sambil memegang microphon, dan bergaya bak penjual di pasar.
“Dipilih.. dipilih.. dipilih ... yang jauh ayo mendekat, yang dekat ayo merapat!” teriak Dewi.

“Kalo begitu, bisa saja pangeranku adalah pria tinggi besar itu?” miss Kunti menatap pria ganteng yang bak atlet basket itu lagi.
“Bisa saja,” sahut Cat asal.
“Maaf ya Ary yang ganteng, Miss Kunti akan melakukan audisi saja untuk menentukan pangeran miss Kunti. Miss kunti sepertinya harus memastikan dulu siapa pemilik sendal jepit ini sebenarnya!” miss Kunti lalu berlari mengejar pria bertubuh atletis itu. Ary hanya terdiam dan bingung.

“Katanya kamu cinta mati sama aku! Mana janjimu?” teriak Ary dengan gaya bintang bollywood.
“Karena sekarang miss Kunti sudah cantik, nih lihat miss kunti uda meni pedi dan uda rebonding. Dan miss Kunti uda beli lipstick yang keren lho. Jadi miss kunti bebas memilih pasangan,” teriak miss Kunti sambil melambaikan tangan kepada Ary.
“Setidaknya kembaliin sendal jepitku!!” teriak Ary histeris.

“Aku marah! Aku berjanji akan membuat perhitungan denganmu miss Kunti,” teriak Ary.
“Sebelumnya mas, anda harus membuat perhitungan dengan kami dulu! Mohon di bayar bill nya. Teman-teman anda bilang kalau anda yang akan membayar semua bill ini!” seorang pelayan cafe menunjukkan selembar bill.
“Tiga ratus ribu! CAT, MIRA, DEWI” teriak Ary histeris.

“Woi!, bangun Ry!” Mira menepuk-nepuk pipi Ary yang masih saja berteriak histeris.
“CAT!” saat Ary membuka matanya
“Dewi!” teriaknya lagi saat membuka matanya lebih lebar.
“MIRA!” kali ini teriakkannya lebih keras lagi.

“Woi! Kami belum tuli, jadi kagak perlu teriak segitunya kalee!” sahut mereka bertiga bersamaan.
“Kalian jahat!” Ary berteriak lagi.
“Kamu tuh! Dari tadi dibangunkan kagak bisa bangun-bangun, tidur uda kayak kebo!” Dewi memainkan payung yang dibawanya.

“Tidur? Saya?” Ary terlihat bingung.
“Kan kamu yang menyuruh kita menjemputmu di dekat pohon mangga. Pas kami datang kamu uda tidur pulas banget, pake acara nyosor-nyosor lagi,” ucap Mira
“Oh.. mimpi toh, he .. he .. he ..” Ary menatap temannya dengan gembira.
“Kenapa nih anak? Aneh banget,” Cat melempar payung kecil kepada Ary.

“Ndak ada apa-apa kok. Sudahlah lupakan saja .. mari kita pergi. Basah nih .. he .. he.. he.. kalian terlihat seksi dengan baju yang terkena rintik hujan,”
PLAK! Mira, Cat dan Dewi melancarkan tinju kearah Ary sebelum masuk kedalam mobil.

Mobil itu meluncur meninggalkan rumah tua dan pohon mangganya. Mereka tidak menyadari diatas pohon mangga sepasang mata menatap mereka sambil mendekap sebelah sendal jepit.

- Fin -

ceritanya selesai dulu sampe disini, nanti akan cat mulai lagi ya dengan cerita-cerita horor lainnya.
mohon di maafkan bila ceritanya ndak bagus ato kurang menghentak

By Cat
(*practice makes perfect)

Read previous post:  
225
points
(393 words) posted by cat 14 years 43 weeks ago
75
Tags: Cerita | horor | cat | Cinta | dewix | hantu | ijazah_sd | kolab kali | komedi | kuntilanak | mira | sendal jepit
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Chie_chan
Chie_chan at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (12 years 37 weeks ago)
80

haiyaiyai... nice ending =u=v

Writer Me_taslim
Me_taslim at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 38 weeks ago)
90

Hmmm baru baca dikit udah bisa nebeak nich cerita lumayan gokil, kaya'nya...

Writer _aR_
_aR_ at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 40 weeks ago)
70

sialan, bacanya mana malem jumat...
mana sendirian banget begini...

AMPUN DAH !

tapi, lucu nih cerita horornya...
komedi horor..hehehe

okelah...seru ;)

komenin cerpenku juga yawh ;)

Writer OrangMalas
OrangMalas at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 40 weeks ago)
70

me too. luv seven. haha. 7up.
Gudlak 4 da next project.

Writer shiroku
shiroku at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 40 weeks ago)
90

sorry ni gabungan nilai utk k 3 cerita sebelumnya...

kocak lu pada...

tapi aye kaga rela, aye brubah jadi singa gede...

tapi aye rela jadi peri cinta...

Writer masari
masari at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 41 weeks ago)
80

Diawali dan diakhiri dengan bagusss sekali oleh miss C4. Komplit dari CPR sampe iklan layanan masyarakat epilepsi yang dah jadul bgt itu ada di sini. Tapi koq mira-nya jadi agresif bgt gitu, huhuuuu^^ Endingnya ga jadi lempar sendal jepit ya?

Cuma masih ada penggunaan 'di' yang kurang tepat aja, dibawah, diatas, di bayar.

Great Job...

80

membuatku tersenyum pagi ini..
hehe..
nice!

Writer ijazah_sd
ijazah_sd at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 41 weeks ago)
100

Kalo CAT yg mendongeng, 7 hari 7 malam pun aku siap mendengarkan. Hehe.

Writer dhewy_re
dhewy_re at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 41 weeks ago)
80

wah..intuisi ku ga salah neh, emang dah ga perlu di obok2 lagi

ok sist, saya tunggu proyek berikutnya
;)

Writer cat
cat at Kuntilanak dan Sendal Jepit part 7 (14 years 41 weeks ago)
70

7 karena ini cerita ke 7 ha5 ..
7 karena 7 karakter yg ngikut dalam cerita ini.

karena internet error saya ampe ke posting 2 kali, mohon mbak penggurus membuang salah satu nya. he5