NightMare 3 (Death Can't Be Stopped Until You Die)

~Maaf!! cerita Nightmare tidak diposting lagi~
:(

Read previous post:  
86
points
(6 words) posted by abc 14 years 40 weeks ago
78.1818
Tags: Puisi | horor | abc | Mimpi | takdir
Read next post:  
90

tampaknya mimpi buruk baru akan dimulai nih, Om. Eh, Om! Ada yang terlalu berlebihan nih menurut saia...

“Apa? Kau bilang hanya karena itu?” Mr. Walter seakan tidak percaya atas apa yang baru saja didengarnya. Ia mempertegas kata ‘hanya karena itu’ di akhir kalimatnya.

Mungkin, akan lebih padat jika "hanya karena itu" dibuat garis miring dalam ucapan Mr. Walter. Penjelasan penulis di kalimat setelahnya membuat kalimat Mr. Walter terkesan garing...

akhir yang membuat penasaran semakin menjadi-jadi...

Lanjuuutt...

70

gw masih ngikutin =D
gw suka sih gaya lo yg kaya' novel terjemahan (eh ini bukan sindiran ya, gw emg bener2 suka)
cuma yg rada ngeganggu, emang alurnya yang lambat banget ya?

I'll keep reading yours, thank you for reading mine

80

Dear brother..

aku rasa ya, karena Mr. Walter dan Mrs. Annie memang adalah sejoli yang memadu kasih,
janganlah kau gunakan keterangan "senyum genit", nuansanya jadi beda, terkesan seolah-olah
dia adalah wanita yang kurang baik, perlakukanlah tokohmu selayaknya dia, buatlah dia
nampak lebih manis, abc. :)

Gila ya lo abc..niat amat sampai ngasih ukuran ke sebuah peti.. rinci banget deh.. is that a clue?

Pas nemu peti itu rasanya udah muncul konflik, seperti kamu akan mengangkat sebuah tema
tentang magic, tapi sedikit kecewa ketika cerita tiba-tiba loncat ke adegan Frank dan kawan2nya yang berniat balas dendam pada Mr. Walter,
entahlah, jujur saja, emosiku juga ikut loncat-loncat karenanya. Kurang suka dengan cara pemindahan adegannya, mungkin
karena kaga isi *** kali, ya?

dari tengah hingga akhir, rasanya malas untuk membaca, entahlah, mungkin karena terbawa-bawa emosi yang menurun,
sebab aku kurang suka dengan tokoh Frank itu, karakternya seperti terlalu mengada-ada, tidak terkesan wajar, atau
mungkin karena minimnya informasi tentang Frank .. ? (kurang mengerti juga, karena kurasa aku sebagai pembaca memerlukan
alasan-alasan yang logis juga sehingga kronologis sifat pemberontak Frank dapat kumengerti dengan baik, misalnya perasaan
kehilangan dari James dapat kurasakan ketika dalam beberapa adegan abc menceritakan mengenai kedua orang tuanya, nah mungkin
hal yang sama aku request untuk kamu lakukan terhadap tokoh pemberontakmu, Frank)

Ketika bagian niat jahat Frank dan kawan-kawannya itu selesai dan cerita menyentuh mengenai adegan lembah gurun itu,
aku sama sekali tidak terkesima, hampir tidak memperhatikan keelokan magic2 itu kamu gambarkan, feelnya kurasa kurang kamu
tanamkan pada bagian ini, janggal, terlalu memperhatikan keadaan fisik dan bukan mentalnya, kurang suka. Terlalu banyak penjelasan
setting mungkin?

Dan... ketika muncul bagian Mr. Port itu.. dan kaitannya dengan pria berjubah hitam itu... aku mulai suka lagi dengan ceritamu.
Entahlah, entah efek apa yang kamu maksudkan sehingga kamu sengaja membuat supaya James tidak kelihatan/tidak terdengar.

Aku baca lanjutannya dulu :)

80

mayan deskripsinya dah bagus tuh

80

panjang bener yak..
akhirnya muncul jg konfliknya..

100

yang ini agak panjang ya

50

titik komanya perlu diedit lagi neh... dan teknik penulisannya biar mantap.... sesuai dengan EYD. Misalnya,

"Ia sudah bersiap pergi. Kotak berisi peluru dan benda-benda lainnya sudah ada di dalam tas yang kini ia gendong di bahunya. Sementara, senapan berpeluru digenggam di tangan kanannya. Wajahnya berseri. Ia menghela napas dalam-dalam, membusungkan dada, menegakkan tubuh, dan melemaskan punggung."

100

telah sedikit di edit berdasarkan masukan dari adrian.achyar
lihat juga karya2 ku sebelumnya, jangan lupa komentarnya ya

80

Untuk yang ini:

Semoga aku mendapatkan sesuatu untuk lauk makan malam.

Ini pikiran si aku kan? Mungkin akan lebih bagus kalo dibuat kutipan biasa seperti:

"Semoga aku mendapatkan sesuatu untuk lauk makan malam," kata James dalam hati

Hal yang sama mungkin juga bisa diterapkan di paragraf 6.

Terus yang ini:

“Nah ini dia foto itu. Dalam sekali masuknya,” katanya pada akhirnya.

“Mengapa peti ini ada di tempat ini? Bukankah ini adalah peti peninggalan Ayah?”

Mungkin terasa agak janggal kalo tiba-tiba si James merasa ada peti. Gimana kalau diantara kedua dialog itu dikasih ini:

James tiba-tiba melihat sebuah peti

Yaah, ini saran aja loh yaaa ^_^

Btw, ceritanya dah masuk konflik yah? wah, makin menarik nih. Ditunggu lanjutanny :)