11:11 Chronicle

“Permisi, jam berapa sekarang ya?”

“Eh...ehm...jam 11:11”

“Wah! Hebat! Kamu tahu ngak, kata orang kalau kita melihat jam dan kebetulan angka jam dan menitnya sama, artinya ada yang merindukanmu lho.”

”Oh ya?!”
***
05.03

Sudah seminggu aku berkenalan dengan dia, lelaki yang memberitahuku mitos angka kembar, begitu aku menyebutnya, yang sedikit banyak aku percaya. Aku dari dulu memang percaya kepada hal-hal yang berbau mistis dan mitos, dari astrologi, numerologi, tarologi, dan beberapa logi-logi lainnya. Tentu saja tidak termasuk biologi, fisiologi, ekologi, sosiologi, dan logi-logi yang berbau pelajaran. Sel-sel otakku memang lemah dalam menangkap pelajaran sekolah. Selama ini aku selamat karena keberuntunganku, ha...ha...ha. Kalian boleh tertawa, tapi begitulah kenyataannya.

05:04

Namanya Rafa, nama lengkanya kurang begitu ingat, aku sendiri memiliki nama lengkap Dewi Sempurna, tapi aku jauh dari kata sempurna, ha...ha...ha. Kalian boleh tertawa. Wajahku bisa dibilang biasa saja, tidak cantik, tidak jelek. Tubuhku bisa dibilang ideal, tidak gemuk, tidak tinggi, tidak kurus, tidak pendek. Hampir Tidak ada yang tidak biasa dalam hidupku. Lahir dari keluarga biasa, dengan ekonomi biasa dan kakak laki-laki yang biasa. Aku sudah bosan dengan ”kebiasaan”. Mungkin satu-satunya yang tidak biasa dalam hidupku adalah keberuntunganku, yang seperti yang kubilang tadi, aku bisa terus hidup sampai saat ini adalah dengan keberuntungan-keberuntungan kecilku disana-sini.

Setelah merenung beberapa saat melakukan ritual pagiku, aku melihat jam tangan digitalku, sudah jam 05:05. Wah angka kembar! Tapi tidak ada waktu untuk mengaguminya, aku harus cepat-cepat bersiap.

05:05
***
06:05

Aku sudah selesai bersiap-siap. Sebentar lagi akan menuju sekolah yang jaraknya jauh dari rumahku, dengan sepeda. Kan sudah kubilang aku ini dari keluarga biasa. Maklumin dong kalau hari gini masih pake sepeda, lagipula sepeda kan sehat dan anti polusi. Perjalanan ke sekolah memakan waktu 45 menit, karena itu aku harus berangkat jam 6 pagi agar tidak terlambat, dan FYI saja, aku pemegang rekor tidak pernah terlambat selama 2,5 tahun bersekolah di SMA ini. Jauh melebihi teman-temanku yang notabene pakai kendaraan bermotor. Malu gak tuh kalah sama sepeda. Hi...hi. Dengan kecupan sayang dan doa restu dari orang tuaku, aku berangkat. Sebelum itu aku memeriksa jamku.

06:06

”Lagi-lagi, apakah ini sebuah pertanda?”
***
07:06

Dengan kecepatan super aku mencatat PR buatan temanku, ha...ha...ha. Nyontek, biasalah, lupa ngerjain PR. Yap...sedikit lagi.

”Yatta!!”

”Apaan sih?”

”Dah selesai nih, kukembaliin bukumu, arigatou banyak yah^^” kataku pada teman setiaku.

”Bilang teman aja kalo ada maunya. Eh jam berapa sekarang?”

Aku melihat arlojiku.

07.07

”...”
***
08:07

”Baiklah anak-anak, reaksi yang bisa disebut kesetimbangan bila...bla...bla...”

Padahal masih pagi, tapi konsentrasiku dah buyar, gila pelajaran hari ini maut semua. Pertama Kimia, dilanjutkan Matematika, istirahat 15 menit, lalu Olahraga, belum hilang capek dengan istirahat kedua seadanya, langsung tancap gas di Fisika 1 jam, lalu sejarah(plis deh, XI IPA and sejarah?) gila gak tuh? Belum cukup penderitaan ditambah jam tambahan komputer dari jam 2 siang sampe jam 4 sore. Itu belum cukup teman, siksaan masih berlanjut. Jam 4 aku langsung latihan karate sampe jam 6. Belum hilang capek tuh, aku masih harus menderita di perjalanan dengan sepedaku. Bau sampai di rumah bersihnya jam 7 malam. Makan malam, tidur, eh tunggu dulu, besok ada jam PKn, ada tugas presentasi, aku disuruh ngetik, gila, bisa-bisa tidur jam 12 nih(@>.<@)

Tiba-tiba entah kenapa aku ingin melihat jamku.

08:08

”Gila man!”

”Dewi, apa-apaan kamu!!”
***
09:08

”Dewi, jam berapa sekarang?”

”Nih,” aku menyodorkan jamku, males melihat sendiri.

”Oh, 09:08, thanks ya”

Syukurlah bukan 09:09. aku melihat jamku sekali lagi.

09.09

”...”
***
10:09

”Eh, gila man, dari tadi aku ngelihat pertanda man.”

”Eh kita bukan cowo wi. Pertanda apa sih?” kata Gita, temanku sambil sesekali meminum teh esnya di bangku kantin.

”Dari tadi pagi aku ngelihat angka kembar Git, kalo sekali sih gak apa-apa, masalahnya ini berturut-turut, dari jam 05:05 sampe tadi 09:09.”

”Alah, itu cuman mitos gak masuk akal, gak usah dipikirin wi,” kata Tari, temanku satu lagi.

”Tapi Tar..”

”Coba kamu liat sekarang deh, jam berapa.”

”Gak ah, aku takut.”

”Ngapain takut?”

”Coba aku liat yah...”

10:10

”!?”
***
11:09

Aku penasaran. Sekarang lagi jam olahraga sih. Main bebas. Tapi aku gak ngapa-ngapain setelah dengan beruntungnya aku mengelak semua bola yang harusnya kutangkap sebagai kiper. Yah, timku kebobolan banyak gol, he..he...he. Aku iseng melihat jam

11:10:58
11:10:59
11:11:00

”Ini memang keterlaluan. Apakah ada seseorang yang begitu rindunya denganku?” Tiba-tiba sebuiah nama muncul di kepalaku. ”Rafa?”

Aku mengambil sedikit kesempatan. Dengan alasan ijin ke wc, aku pergi ke wc. Bukan untuk buang air, tetapi untuk memastikan sesuatu.

Aku mengambil HP-ku dari kantong baju olahragaku, lalu membuat sebuah pesan.

Apakah kau merindukanku?

To : Rafa

Message sent

Message delivered.
Beberapa saat kemudian.

1 message receive, open?

Yes

Amat sangat dewi sempurna

Sender : Rafa

Lalu semuanya menjadi gelap.
***
Aku terbagun di kamar yang tidak asing bagiku. Ini kamarku.

”Ibu? Apa yang terjadi?”

”Kau pingsan saat di sekolah. Temanmu membawamu pulang. Sudah 10 jam setelah kau pingsan. Ibu sempat panik. Kata dokter kau terlalu lelah. Istirahat saja, besok tidak usah masuk skolah dulu.”

”Ibu jam berapa sekarang?”

”Entahlah, sebentar, sekarang pukul 22:22”

Fin
***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer hell_angel
hell_angel at 11:11 Chronicle (14 years 2 weeks ago)
50

mitos ini...

aku percaya, hehe...

Writer conan
conan at 11:11 Chronicle (14 years 3 weeks ago)
70

Cerita yang bisa bikin aku penasaran.....
asyik sih,tapi lain kali ceritanya dibikin yang lebih jelas lagi ya....?

Writer fisk_82
at 11:11 Chronicle (14 years 3 weeks ago)
50

Sempet berharap banyak... menarik di awal, makin ke belakang makin kedodoran :D.

Terlalu maksa untuk pakai penunjuk waktu yang sama terus-terusan walau untuk kepentingan cerita. Terkesan sebagai kebetulan yang dipaksakan.

Kritik lainnya, mungkin perhatikan penggunaan bahasa. Banyak penulis tidak menggunakan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menulis, pun jika itu sebuah cerita remaja. Bahasa prokem bisa dipakai tapi dalam petikan tulisan langsung.

OK... keep writing ya ^___^

Writer djava_wong
djava_wong at 11:11 Chronicle (14 years 3 weeks ago)
70

Waktu, merupakan suatu misteri sang pencipta

Writer ghollumn
ghollumn at 11:11 Chronicle (14 years 3 weeks ago)
70

enak, kok.
salah satu santapan imajinasi yang mengedepankan mitos angka kembar something. versi capeknya tuh film The Number 23, yang berbau-bau angka juga. Coba kamu yang nulis skrip ntu film, mungkin akan lebih enak dinikmati.
Hehe..salam kenal.

Writer Blaze_Fire
Blaze_Fire at 11:11 Chronicle (14 years 3 weeks ago)

@yosi
sengaja aja dbuat misterius. Biar masing-masing punya interpretasi sendirir. hehe

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at 11:11 Chronicle (14 years 3 weeks ago)
80

Aku suka sama ceritamu. Idenya lucu. Cuma kayaknya kalo itu pertanda dirindukan sama seorang nggak usah sampai paranoid gitu kali ya ^^.
Oya, bagian hubungan dewi dan Rafa masih kurang sedikit jelas buat aku. mereka temen apa akhirnya jadian? Atau masih ngegantung? Mungkin sebaiknya dikasih deskripsi lebih aja yang menggambarkan kalau Dewi sudah kenalan sama Rafa (nggak hanya sekedar tahu namanya saja). ^_^, salam kenal by teh way. kalau berkenan baca tulisan aku juga ya...