The Altered Blood (Frame 25)

Frame 25 : Angels of Death

Angin dingin berhembus diantara dua sosok yang saling berhadapan. Michelle yang berada di lantai dan Eric yang melayang di udara. Pupil mata mereka yang pipih saling mengunci tatapan satu sama lain seperti dua harimau yang memperebutkan buruan. Kini hanya udara yang memisahkan mereka dan udara itu membawa aura yang menyeramkan, membuat merinding siapapun yang merasakannya. Rasa itu adalah sebuah gelombang energi yang sangat kuat terpancar tepat di antara mereka berdua. Gelombang itu tak terlihat, tetapi terasa oleh jantung yang berdebar semakin cepat jika ia disentuhnya. Perasaan inilah yang dirasakan Claire saat ini. Gadis itu hanya duduk terpaku menyaksikan sebuah pemandangan yang tak biasa ini. Mengerikan sekaligus menakjubkan. Sebuah pemandangan yang hanya ada dalam mimpi atau film kini terwujud dalam penglihatannya.

”Fantastis.” Eric melebarkan seringainya. Rentetan gigi tajam menyembul dari ujung bibir. ”Baru kali ini aku melihat seorang Valkyrie sepertimu. Kupikir Berserk hanyalah gosip belaka. Ternyata itu memang nyata. Berserker Valkyrie itu benar – benar ada.”

Michelle tak menjawab. Ia tak membalas perkataanya kecuali menggeram. Garis – garis wajahnya semakin jelas terlihat. Alur matanya semakin meruncing di tengah. Sementara itu, Claire duduk terpaku di tepi balkon lantai dua. Tangannya mengenggam erat terali railing. Ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Seorang wanita pirang berpakaian gothic yang mempunyai sayap kelelawar di punggungnya dan seorang pangeran iblis yang sangat dingin dan kejam. Mereka membuat pikirannya memanggil ingatan tentang figur yang sama yang hanya ia lihat lewat film, lukisan, ataupun mimpi. Malaikat kematian. Sebuah figur manusia bersayap kelelawar yang siap mencabut nyawa dengan sabit (schyte). Bagaikan mimpi, kini ia melihat malaikat itu didepannya, yang sedang melawan iblis.

”Aku ingin merasakannya . . .” Eric melanjutkan kata – katanya. Tubuhnya kembali ditukikkan ke arah Michelle. Ia mengepakkan sayapnya hingga tubuhnya terangkat sedikit lebih tinggi. Ia bersiap menyerang kembali. ”Aku ingin merasakan kekuatan seorang Berserker. Apakah kau akan memberikan perasaan itu padaku? Sebuah kepuasan.”

Michelle bereaksi. Ia merendahkan tubuh hingga tangannya menyentuh lantai. Dengan kepala tetap terdongak ke atas, ia mengangkat sayapnya tinggi – tinggi untuk selanjutnya akan dikibaskan dengan kuat ke bawah. Ia telah siap menerima serangan sang Nosferatu.

Hening. Untuk beberapa saat keduanya diam tak bergerak. Keduanya saling menanti serangan. Menduga – duga gerakan yang akan dilakukan masing – masing lawan. Mereka tahu, keduanya tak boleh salah langkah.Sebab, itu akan membawa mereka pada kematian. Situasi ini membuat suasana semakin menegangkan. Bahkan mereka mendengar denyut jantung mereka sendiri.

Darah mengalir dari potongan kepala Chiroptera di lantai dua dan terus mengalir mengikuti kemiringan pelataran hingga ke ujung balkon. Darah itu kemudian menggantung di sudut lantai menjadi sebuah butiran darah. Butiran itu semakin besar seiring dengan berkumpulnya aliran darah lain. Tak sampai satu menit, butiran itupun jatuh.

Tes

Darah itu menetes ke kolam darah di bawahnya dan membuat suatu riakkan di sana. Saat itulah Eric melesat bagai bayangan yang berkelebat. Meluncur cepat, menerkam Michelle yang menjadi sasaran utamanya. Untuk ketiga kalinya, pertarungan dimulai, dan ini mungkin menjadi penentuan. Penentuan akan pemenang. Penentuan akan nasib Claire. Penentuan akan takdir umat manusia di bumi ini.
***

Byuuurrr

Air kolam darah menyembur ke atas diiringi deburan yang keras, tersibak oleh hantaman sang nosferatu.. Air itu membentuk dinding yang menjulang ke udara kemudian jatuh menyebar ke sekelilingnya bagai mahkota bunga mawar merah yang mekar. Dalam air yang bergejolak itu, Michelle melesat ke udara, mengelak dari serangan Eric. Air yang menetes dari tubuhnya membentuk jejak ekor merah di udara.

”Ciihh!”

Eric mendongakkan kepalanya dengan raut kesal. Kini keadaan terbalik. Valkyrie mengepakkan sayapnya. Ia tampak sangat anggun ketika melayang di udara. Seorang malaikat kematian timbul dari lautan kematian. Dengan keanggunan tersebut ia melesat setinggi – tingginya ke atas. Ketika jarak dengan tanah cukup jauh ia meliukkan tubuhnya ke belakang. Michelle bersalto di udara. Gerakannya yang halus membuat takjub siapapun yang melihatnya. Bahkan mata Claire tak sedikitpun melepaskan gerakan yang sangat cepat itu. Malaikat itu menari di udara.

”Mau kemana kau?”

Eric tidak mau terpesona olehnya. Segera ia mengibaskan sayapnya. Tubuhnya meluncur ke udara mengejar Michelle dengan gerakan yang tak kalah cepat. Ia memaksakan tubuhnya melawan gaya gravitasi untuk menyerang Michelle ketika ia sedang lengah. Namun sesuatu terjadi di luar perkiraannya.

Michelle bersalto untuk meluncur turun kembali. Saat kepalanya berada di bawah, ia mengibaskan sayapnya untuk melesat kencang ke arah Eric.

”Hah !?”

Eric yang lengah terhantam oleh serangan kilat Michelle. Keduanya terhempas ke tanah dengan sangat cepat.

Air di bawah menyembur kembali lebih tinggi dari sebelumnya bersamaan dengan suara benturan yang menggelegar. Mereka jatuh dengan keras. Bumi serasa bergetar karenanya. Benturan itu menyebabkan distorsi gelombang yang cukup besar. Lautan darah beriak kencang selama beberapa saat.

Claire kembali bernapas setelah ia menahannya selama pertarungan di udara tersebut. Ia melihat ke bawah. Air kembali tenang namun tak satupun dari mereka terlihat. Apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana? Bagaimana kondisi keduanya setelah serangan itu? Siapa yang selamat dari keduanya dan memenangkan pertarungan ?

Gadis itu menuruni tangga menuju lantai dasar. Rasa penasaran mengaburkan rasa takut dan risihnya. Ia mendekati lautan darah untuk melihat keadaan sebenarnya lebih jelas. Tetapi tak satupun terlihat kecuali darah yang menggenang beserta potongan – potongan tubuh yang terapung.

”Apa yang sebenarnya terjadi?” gumamnya.

Iapun terduduk lemas bersandarkan railing tangga. Ia benar – benar tak menyangka akan mengalami hal yang sangat luar biasa seperti ini. Sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan sepanjang hidupnya. Claire mengubur wajah dengan kedua tangannya. Berharap semua ini telah berakhir.

Serrrr

Tiba – tiba terdengar suara gemericik air. Claire membuka wajah dan matanya. Di tempat dimana mereka terjatuh mereka muncul dari dalam air. Eric sang Nosferatu, berdiri tegap. Tangan kirinya yang besar mencengkram leher Michelle hingga tubuhnya menggelantung di udara.

“Masih terlalu cepat untuk mengalahkanku.” Demikian ia berkata pada Valkyrie yang kewalahan. Sebuah luka yang menganga di dadanya segera tertutup kembali.

Tubuh Valkyrie itu menegang. Claire melihatnya meronta – ronta. Kedua tangannya mencoba melepaskan cengkeraman Eric. Matanya kelojotan, suara erangan yang menyayat hati terdengar dari mulutnya. Michelle sangat menderita. Claire menutup mulut dengan kedua tangannya sebagai tandan simpati.

”Kau tahu? Kau sangat merepotkanku malam ini tapi kuhargai kau memberikan kepuasan tersendiri padaku. Sayangnya aku tak bisa memberikan kematian yang enak. Bukannya aku tidak mau, aku hanya tidak terbiasa.” ucap Eric.

Masih mengerang, Michelle berusaha mencakar wajah Eric. Dengan tanpa perlawanan, nosferatu membiarkan cakarnya melukai wajahnya. Sudah tentu luka kecil itu segera tertutup kembali.

”Duh duh kau ini. Sekarang matilah !”

Eric mengencangkan cengkeramannya. Michelle berkejang hebat hingga kedua lututnya tertekuk ke belakang. Tenggorokannya akan hancur. Clairepun memejamkan matanya. Apakah ini akhir dari pertarungan ? Inikah akhir riwayat dari Michelle sang Valkyrie ?

”Uhk”

Terdengar suara seseorang terbatuk. Eric tiba – tiba mengendurkan cengkeramannya. Sesuatu telah terjadi padanya. Claire membuka kembali matanya dan melihat setetes darah keluar dari mulut Eric. Nosferatu itupun terkejut setelah melihat darahnya sendiri. Ia batuk darah Selain itu ia merasakan sesuatu di punggungnya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Saat ia menolehkan kepalanya ke belakang, ia melihat seorang pemuda. Entah darimana datangnya pemuda itu kini menempel di punggung Eric dan ia menancapkan belati di daerah rusuknya.

”K-kau . . .”

”Lepaskan Michelle . . .” ucap pemuda itu dengan sedikit gemetar.

Kedatangan pemuda itu menarik perhatian dari tiga orang yang ada dalam ruangan. Michelle yang kehabisan tenaga kembali pada kesadarannya semula. Ia berhasil melepaskan diri dari Eric lalu tercebur. Akibat tusukan pemuda itu, Eric tumbang dan jatuh berlutut. Tenaganya seperti hilang tiba – tiba namun sesaat kemudian bangkit kembali. Ia menghempaskan pemuda itu dengan kibasan kuat sayapnya. Pemuda itu terpisah dari punggung nosferatu dan tercebur.

Michelle yang berusaha bangkit teringat sesuatu setelah melihat mereka.

”Eye of vortex. Kau . . Harfi . . apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau . . .”

Harfi, demikian nama pemuda itu, berdiri kembali. Ketakutan jelas terpancar dari matanya, tapi ia memberanikan diri untuk menghadapi iblis tersebut. Dengan pakaian yang basah kuyup oleh air bercampur darah, ia menjawab pertanyaan Michelle.

”Aku berubah pikiran . . .” Harfi mengambil kembali belatinya yang tergeletak di sampingnya. ”Aku akan menyelamatkanmu.”
***

Hujan yang deras mengguyur kota kini reda. Suara deru yang berkepanjangan itu perlahan mulai menyurut. Yang tersisa kini hanya tetesan – tetesan air dari celah – celah dan jendela – jendale yang pecah. Meskipun begitu guntur tetap bergemuruh. Awan gelap masih belum meninggalkan langit. Suasana kini lebih sunyi.

Harfi, seorang remaja biasa yang memiliki kekuatan tak terduga kini berdiri di hadapan nosferatu, raja iblis. Tubuhnya gemetaran melihat sosok bersayap yang mengerikan itu berdiri kembali. Baginya, dua buah sayap gelap yang terbentang di punggungnya itu adalah sebuah teror sebuah mahkluk dari mimpi buruk yang ia alami ketika kecil dulu. Ia masih ingat ia melihat tubuhnya sendiri dikoyak oleh mahkluk dalam mimpinya itu hingga ia terbangun dengan penuh keringat dan celana yang basah. Teror itu kini membawa adrenalinnya menjalari seluruh tubuhnya hingga lututnya bersusah payah untuk berdiri. Ia tahu kemungkinan akan selamat sangat kecil, tetapi ia sudah terlampau jauh ke dalam takdirnya dan tak ada jalan untuk kembali.

Nosferatu berdiri kembali sambil sedikit meringis. Luka itu menutup tapi sangat lambat jika dibandingkan dengan luka – luka sebelumnya. Sepertinya tusukan itu mengenai kelemahannya, dan hanya keturunan murni Suthleheim-lah yang bisa melihatnya, melalui ”Eye of Vortex”.

”Aku mengerti sekarang.” ucap Eric sambil menyeringai. ”Rupanya kau adalah keturunan murni dari Suthleheim. Betapa beruntungnya aku malam ini, bisa bertemu dengan kalian semua, mangsa – mangsa istimewa.Terutama kau, pendekar pembunuh iblis!”

Harfi bergidik ketika nosferatur mengacungkan cakar padanya dengan suara yang keras. Ia melajutkan perkataannya.

”Aku tidak tahu sudah berapa abad sejak Isaac membunuh leluhur kami untuk pertama kalinya. Tapi yang pasti sejak aku lahir dan menjelma menjadi nosferatu, aku telah membunuh banyak manusia dan valkyrie. Tujuanku tak lain adalah ingin bertarung dengan sang pendekar pembunuh iblis. Aku ingin membuktikan kehebatan orang yang telah mengalahkan leluhurku dan yang mulia Ratu Theresa. Aku tak menyangka akan bertemu dengan penerus dari pendekar itu malam ini. Tapi aku ragu, apakah kau akan sehebat leluhurmu dulu? Apakah kau bisa membuktikan hal itu?”

Eric terdiam menunggu jawaban dari Harfi. Pemuda itu tampak sangat gelagapan. Tetapi dari semua ketakutan yang terpancar dari matanya, masih tersisa benih – benih keteguhan hatinya. Maka dengan gemetar tapi lantang ia menjawab.

”Mungkin . . . aku bukanlah pendekar yang kau cari. Aku . . hanyalah seorang keturunan dari Isaac. Tapi tujuanku ke sini adalah ingin menyelamatkan Michelle. Kalau perlu aku akan membunuhmu . . dengan kekuatan ini.”

Tak terpikirkan selintaspun oleh Harfi untuk mengucapkan pernyataan ini. Ia tahu hal itu akan membuat segalanya semakin buruk. Kata – kata itu terucapkan begitu saja dari mulutnya. Tetapi ia meyakini akan satu hal, ia tak bisa berpaling dari takdirnya dan inilah jalan yang harus ia tempuh. Apapun yang akan terjadi, ia tak bisa kembali menjadi Harfi yang dulu. Ia harus bisa menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang ada pada dirinya. Pertanyaan mengenai siapa sebenarnya ia.

Dia . . .

Sosok Harfi membangkitkan sesuatu di hati Claire. Pemuda itu adalah pemuda yang selama ini ia cari. Seorang lelaki dimana hatinya tertarik. Seseorang yang selalu ada dalam pikirannya dan ingin mengenal lebih jauh. Sayang sekali mereka harus bertemu pada situasi seperti ini. Gadis itu berharap bisa bertemu dalam situasi yang berbeda.

Sementara itu, Eric tertegun mendengar pernyataan Harfi. Suatu desakan dari tubuhnya mernyeruak keluar. Ia tertawa terbahak – bahak. Tawa yang mengerikan dari seorang iblis.

”Kau datang menantangku hanya untuk menyelamatkan valkyrie bodoh ini? Kau jangan bercanda, bocah! Bahkan dia tak sanggup menyelamatkan dirinya sendiri. Lihat apa yang yang terjadi padanya.”

Eric menunjuk pada Michelle yang sekarat.

”Dan lagi kau bilang kau akan membunuhku. Aku sudah membunuh ratusan valkyrie yang mencoba membunuhku. Apakah kau yakin bisa membunuhku nak?”

”Te-tentu saja, aku telah menusukmu tadi.”

”Hah, maksudmu luka ini?” Eric menunjukkan lukanya yang telah menutup kembali. ”Kau baru menciptakan luka kecil di tubuhku. Kau memang bisa melihat garis kelemahanku, tapi kau baru melukai satu dari ribuan titik lainnya dan itu sama sekali tak mempengaruhi tubuhku.”

”Tak mungkin, aku melihatmu terjatuh tadi!”

”Oh, itu tadi karena aku shock atas seranganmu yang tiba – tiba itu. Hmm, serangan dari belakang cukup licik untuk seorang keturunan Isaac ,ya? Sepertinya kau memang hanya keturunan darinya, bukan reinkarnasinya.”

Harfi menggeram kecewa. Kepribadiannya mulai goyah. Ia tidak yakin bisa melakukan apa yang ia katakan sebelumnya.

”Di dunia ini berlaku hukum timbal balik.” lanjut Eric. ”Hutang nyawa dibayar nyawa, tusukan dibalas oleh tusukan, kau mencoba membunuhku, maka dengan berat hati, aku akan membunuhmu. Sekarang matilah kau!”

Segera setelah ucapan itu, Eric menghunus cakar untuk kesekian kalinya di malam ini untuk dihujamkan pada Harfi. Pemuda itu lengah. Ia tak tahu cara bertarung, ia tak tahu cara menggunakan kekuatannya, bahkan ia tak tahu harus melakukan apa.

”Haarfiiii. . . .!!” teriak Michelle.

Tak ada yang dapat ia lakukan kecuali memejamkan mata, menerima terkaman amuk raja chiroptera. Inikah akhir dari hidup Harfi, tewas di tangan kegelapan?

Sraannkkk

Ujung cakar Eric berhenti tepat beberapa inchi di depan leher Harfi. Mengetahui sesuatu tak terjadi sesuai yang ia duga, pemuda itu membuka matanya. Sebilah pedang Claymore menghentikan laju cakar nosferatu dan seorang wanita berpakaian hitam menggenggam pedang tersebut.

”Jangan buru – buru, Nosferatu.” ujar wanita itu.

”Kau !?”

Eric yang terkejut segera menghempaskan diri ke belakang. Mengurung niatnya untuk membunuh Harfi. Saat ia melihat sekitar, beberapa orang valkyrie berdiri mengelilinginya. Satu per satu mereka mendarat dari atap kaca yang telah pecah. Para valkyrie itu berpenampilan seperti Michelle. Gadis remaja berpakaian hitam dengan rok berumbai yang terkesan gothic, rambut yang pirang, mata yang biru dan pedang Claymore.

”Wah wah.” gumam Eric. ”Sesuatu akan menjadi lebih menarik.”

bersambung

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ran4koak
ran4koak at The Altered Blood (Frame 25) (13 years 52 weeks ago)
90

Buset! Keren banget!! Untung deh bru bca skrng XD soalny wa baca dr prolog ampe ni Frame 25 dr tadi siang X3, gw ga bs komen d setiap frame yg ada 25 biji hehe...
Gw liad ni cerita dah dari 31 minggu yg lalu dah Eh??? Lanjutannya ga ada ya... Padahal gw pngen baca lanjutan ceritana...

Writer Littleayas
Littleayas at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 23 weeks ago)
80

Mana lanjutannya??
aku mau lanjutannyaaaaa ^^

Writer codenameKEY
codenameKEY at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 39 weeks ago)
100

Writer Alfare
Alfare at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 39 weeks ago)
90

Deskripsi intens serangkaian adegan menakjubkan...

Writer adrian.achyar
adrian.achyar at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 39 weeks ago)
90

Yaaay! Akhirnya Harfi muncul lagi!

Vq! Kemana saja dikau? Akhirnya posting lagi. Seeep dah!

href="http://kemudian.com/user/adrian.achyar">Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 39 weeks ago)
90

seru dan lanjutkanlah....

Writer andreas
andreas at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 39 weeks ago)
90

gak banyak komen. Hikikomori emang jago bikin yang beginian. Yo terus sampai frame-frame lainnya .

peace yo...

Writer djava_wong
djava_wong at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 39 weeks ago)
100

adegan brantemnya seru !!!, lanjutin ceritanya

Writer hikikomori-vq
hikikomori-vq at The Altered Blood (Frame 25) (14 years 39 weeks ago)

Claymore x Tsukihime Crossover