Tales of Shining Blade (Beta)

Seekor Orc jatuh tersungkur. Pedangnya yang terlepas dari genggaman jatuh menancap beberapa meter dari mahkluk buruk berbentuk manusia mungil itu. Di hadapannya, Vahn, sang satria perak menyudutkan ujung pedangnya mendekati leher makhluk hijau itu. Orc mengamati keadaan sekitar. Kerabat–kerabatnya telah tewas di tangan pasukan human Alahayn. Ia terpojok.

“Demi Godnaer, menyerahlah!” seru Vahn “Katakan dimana Yang mulia Putri Rheina berada !”

Orc yang tak berdaya itu malah tertawa sinis.

“Demi Paduka Mjolnir yang agung, kami para Orc akan setia sampai mati.”
Setelah bersumpah, Orc menusukkan lehernya ke pedang Vahn dan tewas.

“Bedebah !”

Vahn geram. Diayunkannya pedang hingga Orc terlempar darinya. Yang tersisa hanyalah darah hijau.
“Mengapa mereka keras kepala !?”

Komandan Gladirus yang baju zirahnya bersimbah darah Orc menghampiri dan menepuk bahu Vahn.

“Tenanglah Vahn, Tuan Putri Rheina pasti masih hidup. Kejatuhan basis Dagora ini akan membuat nyawa Tuan Putri menjadi
berharga bagi Tanah Gorda.”

“Kuharap begitu, komandan Gladirus.”

Vahn dan Gladirus menerawang langit dengan satu bintang yang bersinar di tengah medan pertempuran yang bergelimpangan mayat.

***

Sementara itu. Di penjara bawah tanah kastil Gutoku, Tanah Gorda. Seorang Orc berpatroli mengawasi sel–sel tawanannya. Di depan sel terakhir di ujung koridor yang sumpek dan bau itu, ia berhenti.

Makhluk itu mengeluarkan gelang yang diisi beberapa batang kunci. Dipilihnya satu batang kemudian dimasukkan ke dalam lubang kunci. Di dalam seorang wanita yang meringkuk terbangun mendengar suara kunci pintu yang terbuka. Ia memandang pintu yang terbuka dengan penuh ketakutan dan kecemasan.

“Siapa itu ?”
“Ini penjagamu Tuan Putri” jawab Orc penjaga sel.

“Mau apa kau ?”
Orc berjalan mendekati Putri Rheina yang ketakutan.

“Aku hanya ingin memeriksa kondisimu.”

Putri Rheina tidak percaya. Ia merasakan nafsu hewan liar yang terpancar dari raut wajah Orc. Sementara makhluk jelek itu memperhatikan tubuh sang putri Alahayn. Gaun yang tadinya putih bersinar menjadi kusam penuh noda–noda kotoran. Kelembaban bawah tanah yang tinggi membuat kainnya sedikit basah hingga membentuk lekuk tubuh putri.

“Jangan mendekat !”

Putri Rheina berusaha menjauh dari Orc tapi kakinya yang terpasung bola besi berat membuatnya tak bisa bergerak banyak.

“Jangan bergerak Tuan Putri.” Kata Orc sambil menyentuhkan jarinya ke wajah Rheina.

“Ini hanya pemeriksaan.”
Rheina merasa jijik dengan jari Orc yang kasar. Namun wajahnya lebih menjijikan dengan ludah yang menetes dari mulutnya.

“Jangan . . . hentikan. . .”
“Percuma saja kau menolak. Aku tidak bisa menghentikannya.”
Orc memegang dagu Rheina dan berusaha menciumnya.

“Kau . . tidakkah tuanmu melarang untuk menyentuhku ?”
“Tuan Mjolnir hanya menyuruhku mengawasimu untuk tidak kabur, tetapi ia tidak ada larangan apapun.” Tandasnya sambil memenekan Rheina.

Rheina berusaha menahannya, namun ia sudah tidak kuat menahan tenaga Orc yang jauh lebih kuat darinya. Hingga akhirnya. . .

“ORC HINA, HENTIKAN PERBUATAN ITU !”

Sebuah suara yang menggelegar terdengar dari pintu sel. Seorang Dragoon dengan baju zirah berwarna merah dan jubah hitam berdiri di hadapan mereka.

Mendengar suara Dragoon tersebut, Orc yang memegang Rheina langsung melepaskannya dan berlutut ketakutan dihadapan Dragoon tersebut.

“Panglima Rivaya. Ampuni ham . . “

Tanpa menghiraukan kelanjutan Orc, ia memukulnya hingga terpental menjauhi Rheina. Kemudian Dragoon tersebut mengeluarkan pedang dan mengarahkannya ke leher Orc.

“Ampuni hamba Panglima........”
“Aku telah mendengar semuanya, mahluk hina. Kamu tidak pantas melakukan hal seperti itu pada Putri Rheina.”
“Panglima Rivaya. Hamba mohon, ampuni ham . . “

Tanpa ampun, Dragoon tersebut menghumuskan pedangnya dan mengoyak leher Orc hingga putus. Darah terciprat ke seluruh ruangan. Kemudian Dragoon tersebut mengeluarkan secarik kain.

“Dasar, mahluk hina!” Katanya sambil membersihkan darah yang ada di pedangnya.
“Aku sampai harus mengotori Pedang Suci Windbloom seperti ini.” Kata Dragoon tersebut sambil memasukan pedangnya.
“Pedang Suci Windbloom.....berarti dia berasal dari Allenia, aliansi kerajaan ayah, tapi kenapa....” Pikir Rheina.
“Goblin, angkat mahluk hina ini, lempar ke sungai lava.” Perintah Dragoon.
“Baik, Panglima.” Jawab para Goblin.

“Maaf, Yang Mulia. Hamba mohon maaf atas kelalaian Hamba, Yang Mulia.”

Rivaya membungkukkan tubuhnya di hadapan Rheina, tetapi Rheina berusaha menjauhinya.

“Apa yang akan kamu lakukan?”
“Hamba diperintahkan untuk melepaskan pasung anda, Yang Mulia”
Rheina terdiam lalu mendekati Rivaya
“Kalau begitu bebaskan aku!”
“Hamba tak bisa lakukan itu, Yang Mulia. Seorang Dragoon tidak bisa mengingkari kontraknya.” Jawab Rivaya sambil membuka pasung yang mengikat kaki Rheina.
“Tetapi bukankah kau Elf-Knight dari Allenia? Mengapa kau malah berpihak pada Mjolnir, apa alasanmu berpihak pada mereka?”
“Hal itu.....” Rivaya tidak melanjutkan jawabannya.

“Panglima, ada berita dari Paduka Mjolnir untuk anda.”
“Yang Mulia, Hamba akan jawab pertanyaan anda lain waktu.” Jawab Rivaya sambil beranjak pergi dari sel Rhiena.
“Tunggu!” seru Rheina. “Apakah aku akan dibunuh ?”

Rivaya menghentikan langkahnya sejenak dan terdiam.

“Tidak. Nyawa anda sangat berharga bagi kebebasan bangsa kami.” Jawabnya singkat.

“Terima kasih telah menolongku . . Dragoon Rivaya“ gumam Rheina.
***
(nunggu inspirasi lagi........)

Read previous post:  
65
points
(558 words) posted by hikikomori-vq 15 years 31 weeks ago
59.0909
Tags: Cerita | dongeng | fantasy | iseng - iseng
Read next post:  
Writer badut_luchu
badut_luchu at Tales of Shining Blade (Beta) (14 years 6 weeks ago)
100

open source system emang bagus kok....

membuka kesempatan untuk berkembang nih.....

=D> =D> =D>

Writer SnowDrop
SnowDrop at Tales of Shining Blade (Beta) (14 years 6 weeks ago)
80

bagus ah !! biarin open source juga,,tapi hasilnya bagus,,dialognya punya kekuatan, bisa ngegambarin suasana yang ada,,lanjutt dha !!! O:)

Writer adrian.achyar
adrian.achyar at Tales of Shining Blade (Beta) (15 years 28 weeks ago)
50

Hue he he, gak pa pa kan kalo open source. Sekarang kan lagi rame-ramenya gerakan open source. Sampe-sampe pemerintah ikutan bikin IGOS.

Walaupun ceritanya open source, musti ada yang memimpin donk ;P

BTW, ceritanya lumayan nyambung kok.

Writer hikikomori-vq
hikikomori-vq at Tales of Shining Blade (Beta) (15 years 28 weeks ago)
70

Wah ceritaku kok jd open source gini ya? Tenang saja penulis original mempunyai cerita yg paling orisinal

Writer loushevaon7
loushevaon7 at Tales of Shining Blade (Beta) (15 years 28 weeks ago)
70

aku salut pd mereka yg mencoba menulis dongeng yg imajinatif.

Writer sekar88
sekar88 at Tales of Shining Blade (Beta) (15 years 28 weeks ago)
70

baru baca yang ini, but karakternya langsung ngingetin ma LOTR itu, gapapa sih. tapi kalo bisa kita bikin yang lebih lagi , bikin motologi sendiri. pasti keren tuh ( saya jg sedang mencoba membuatnya)

Writer june18
june18 at Tales of Shining Blade (Beta) (15 years 28 weeks ago)
70

jadi rame ne ceritanya...jadi ga enak ma vq...^^ kayanya perlu janjian de yang bikin lanjutannya giliran siapa...huehehehe...
lanjutin yu...
boleh kan, vq?

Writer imr_aja
imr_aja at Tales of Shining Blade (Beta) (15 years 28 weeks ago)
50

Lanjut!! ... :P

Writer shining_star_13
shining_star_13 at Tales of Shining Blade (Beta) (15 years 28 weeks ago)

nyoba nulis, aku mau buat penjahatnya sih....
jadi rame kan......
hudup penjahat..... ^^!