Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan)

Already deleted!

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer bluespy
bluespy at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 15 weeks ago)
80

Kalo dari aku sih, ide kamu lumayan oke kok... Tapi, emank bener, agaknya terlalu detail.. Baca awalnya mengingatkan aku pas baca Lord of The rings..

Writer Loki
Loki at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 23 weeks ago)
70

jadi masalah fatal disitu tuhh.. Kalo diliat2 dari paragraf2 awalnya, ini jenis bacaan yang bakal makan waktu berbulan2 untuk gw tamatin baca.

deskripsinya over-detail & kurang efisien, sebetulnya ini gak masalah kalo dieksekusi dengan rangkaian kalimat yg 'wah' dan mengalir.. tapi kalimat2 ente cenderung standar2 aja IMHO.

Keep writing yo.

Writer arie_cool
arie_cool at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 31 weeks ago)
10

ga sistematis

Writer elbintang
elbintang at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 31 weeks ago)
70

untuk tag fantasy, crita ini terlalu lambat dan belum menawarkan fantasy yg lain pada pembaca (bolehjadi hal ini yg membuat miss worm gak bakal beli *grin*

kalu tagnya mysteri atau detektif mungkin pembaca akan siap dan sangat bersabar mengikuti lambatnya alur yg dibangun.

dialog yang dibangun masih kaku, tapi aku percaya, hasil editannya bisa memikat.

--cheers!--

Writer vadis
vadis at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 31 weeks ago)
80

setelah baca ceritanya dan lihat komentar2 teman2 lain, seperti yang saya alami pula memang tidak mudah untuk memuaskan selera tiap orang yang berbeda2. ada yg suka yg sangat detail, ada juga yang langsung to the point and skip all the surprises.
just let your mind flow and finish your journey first - and let the editors re-polish to commercial perfection - itulah yg saya selalu ingat2.

Writer radysha
radysha at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 32 weeks ago)
90

details yaa ...

80

Memang di banyak bagian terasa tempo yang terlalu lambat. Saya rasa kalau memang adegan yang tidak perlu dan tidak terlalu penting, bisa dilompat saja. Karena sampai akhir chapter ini pun, yang sebenarnya lumayan panjang, masih belum kelihatan arah konflik-nya akan jadi seperti apa. Saya belum ada gambaran tentang ceritanya, tapi mungkin abis baca chapter dua nanti bisa lebih ngerti. Ok!

Writer abc
abc at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 36 weeks ago)
100

terimakasih atas saran dan kritikannya. semua itu sangat bermanfaat bagi saya ke depannya...

Writer miss worm
miss worm at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 36 weeks ago)
60

air conditioner ... masih bisa pakai istilah dalam negeri pun. keberadaannya merusak momen yang dicoba dibangun di paragraf pertama, entah kenapa.

paragraf pertamamu itu kok ndak menjual yak :D saya sih ngga mau beli kalau itu yang disodorkan. (menjuak di sini bukan dalam arti kapitalis. maksud saya, apa yang kamu tawarkan di paragraf pertama itu untuk menyedot pembaca menuju paragraf selanjutnya?)

lalu, apa yang kamu tawarkan sebenarnya dengan tempo yang begitu lambat ini? biasanya orang memamerkan konflik batin narator lewat tempo selambat ini. kinda boring karena isinya hanya deskripsi datar.

keep writing, honey

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 36 weeks ago)
90

Hanya ada frasa terasa terlalu panjang buat saya (wanita yang dipanggil mama).
Tapi tidak terlalu krusial sih... good ^_^

100

Yang bulis ABC ya? Enak dibaca, deskripsi suasana kantornya tercipta. Tapi masih bersambung ya? Ditunggu sambungannya.

Writer Alfare
Alfare at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 36 weeks ago)
90

Betul Bung Vilam. Pasti menarik kalau yang terjadi adalah hal-hal yang tak terduga.

Menurutku penceritaannya sudah bagus. Cuma alur adegannya mungkin agak kurang... uh, alami...

Tapi bagus kok.

Writer Villam
Villam at Hygia Sophia (Chap. 1 : Perpisahan) (14 years 36 weeks ago)
90

cukup menarik.
usulku, sejak awal kamu gunakan saja langsung nama 'adam', tidak usah pakai 'pemuda itu'.

kemudian, usulku pula, sebaiknya kamu tidak men'spoiler' sendiri ceritamu seperti ini:
Dia tidak akan pernah membayangkan bahwa ciuman tangannya itu merupakan ciuman tangannya yang terakhir kepada ibunya.... dst... dst...

hmm... ya, itu dulu...
dilanjutkan ya...

100

good..