Tempat Pelarian Itu Bernama : Forum Lingkar Pena

Sejenak berkisah tentang proses perjalanan saya hingga menapakkan kaki ke Forum Lingkar pena cabang Jember. begini kisahnya.

Ketika sedang sibuk-sibuknya para alumnus siswa-siswi SMA belajar untuk mengikuti SPMB, saya sedang tenang-tenang sambil menghabiskan waktu dengan tulisan. Ya, saya sudah terbiasa menulis puisi sejak masih SMP. saya kumpulkan puisi-puisi saya dalam sebuah buku tulis (sampai sekarang masih ada lho..) dan kemudian memamerkan hasil karya saya itu pada teman-teman sekelas, saya suruh mereka menilai puisi-puisi saya. saya suruh mereka memilih satu judul puisi di antara beberapa puisi yang menurut mereka paling bagus, kemudian saya beri tanda. begitu seterusnya hingga SMA.

Entah mengapa seiring dengan berjalannya waktu, puisi-puisi saya semakin bertambah banyak. saya semakin produktif menulis puisi, bahkan pernah sampai menghasilkan 5 puisi dalam sehari. keasyikan bergelut dalam dunia puisi mengantarkan saya mudah sekali terinspirasi bahkan pada hal-hal kecil. bukan hanya di rumah saya menulis puisi, di sekolah, di kelas, dalam bis, dalam kendaraan yang penuh sesakpun saya masih sempat-sempatnya menulis puisi.

Memang waktu itu saya tidak terlalu tertarik dengan cerita pendek dan novel. Hanya sedikit sekali waktu yang saya gunakan untuk membaca novel dan kumcer di perpus atau majalah Annida yang saya pinjam dari teman (waktu itu saya sempat tukar-tukaran majalah dengan teman he..). saya masih terus menikmati dunia puisi hingga bebrapa 'pesanan' dari teman untuk membuatkan puisi mulai bermunculan.

Sejarah mencatat, ketika saya sudah terbang ke negri jember, saya sempat lama tidak menulis puisi, hingga kemudian ada sebuah sms misterius yang memberikan saya semangat untuk menulis (entah siapa, samapai sekarang belum ketemu orangnya), sms-smsnya sangat puitis sehingga memancingku untuk membalas smsnya sengan kata-kata puitis juga. yang aneh dari pengirim sms misterius itu adalah ia tidak mau menyebutkan nama dan mengatakan bahwa ia akan meninggal pada pukul 10.00 tepat pada saat 17 agustus, ia juga sempat berucap selamat tinggal pada saya dan menitipkan bangsa ini pada saya?. aneh..
akhirnya muncullah cerpen yang berjudul 'sahabat maya' yang saya tulis berdasarkan kejadian itu.

Beberapa bulan kemudian entah mengapa saya menjadi tertarik dengan forum lingkar pena, entah dari mana asalnya perasaaan tertarik itu, hingga kemudian saya mulai bertanya-tanya pada teman. adakah FLP di Jember. seorang teman kemudian sebuah alamat dan no telpon kepada saya, alamat sekretariat flp cabang jember. ketika ke sana saya langsung bertemu dengan ketum flp cabang jember waktu itu. namanya mbak Aisy. setelah puas bertanya-tanya tentang flp cabang jember, tanpa di duga saya langsung ditawari untuk ikut kegiatan yang diadakan flp banyuwangi waktu itu. saya sangat senang, meski saya tahu bahwa saya masih belum resmi bergabung dengan flp jember, tapi saya merasa sangat dihormati.

akhirnya saya berangkat. tapi, betapa terkejutnya saya ketika mengetahiu bahwa yang ikut ke banyuwangi semuanya akhwat!, hanya saya sendiri yang berjenis kelamin laki-laki. tidak apa-apa, meskipun agak grogi, kulanjutkan juga perjalanan.

Nah di Banyuwangi itu saya 'memamerkan' karya-karya saya pada mbak-mbak flp jember termasuk pada mbak Aisy. ada sekitar lebih dari seratus puisi waktu itu yaang saya jilid menjadi dua buku besar. dari sana mereka menemukan sebuah cerpen yang terselip di anatara beberapa puisi. cerpen itu hanya tiga lembar judulnya 'sahabat maya'. mbak Aisy kemudian membacanya dan menyarankan saya untuk menambah panjang halaman dari cerpen tersebut.menurutnya cerpen yang saya tulis cukup bagus hanya saja pelu ditambah kata-katanya atau dialognya.

Maka, kecintaan saya pada dunia cerpen mulai muncul seiring dengan amanah baru yang saya dapat di flp jember, saya mulai menelurkan beberapa cerpen, apalagi setelah sebuah komputer resmi saya miliki (jujur, sebelumnya saya malas meulis cerpen karena tidak ada komputer), dunia puisi pun sedikit terlupakan. keasyikan bergelut dengan tokoh-tokoh pada cerpen yang saya tulis membuat saya sedikit demi sedikit melupakan dunia puisi meski tidak sepenuhnya.

begitulah tak terasa, sekarang sudah hampir enam bulan saya besar di forum lingkar pena jember, yang membuat saya semangat untuk menulis dan menulis. amanah ini telah membuat saya malu untuk berhenti menulis, meski virus malas tak jarang membuat saya kewalahan juga.

Ohh..ya hampir lupa. semula saya ingin menceritakan kenapa tulisan saya ini diberi judul, "tempat pelarian itu bernama forum lingkar pena" tidak lain karena cita-cita saya yang semula ingin menjadi insinyur sehingga saya 'terpaksa' harus kuliah di teknik berganti menjadi ingin menjadi penulis. bayangkan, selama dua tahun kuliah di teknik, buku-buku teknik yang saya miliki hanya satu-dua saja, tapi tidak dengan novel-novel, kumcer, buku-buku kiat kepenulisan. mereka sekarang sudah mendominasi koleksi buku yang saya punya. saya sama sekali tidak tertarik menjadi seorang ilmuwan, penemu, teknisi, atau apa saja yang berhubungan dengan keteknikan. saya hanya ingin menjadi penulis. saya tidak tahu apakah perubahan cita-cita ini adalah cita-cita yang terpendam sejak lama, ataukah cita-cita yang lahir dari sebuah organisasi kepenulisan bernama forum lingkar pena.

http://rafif87.multiply.com/journal/item/46/Tempat_Pelarian_itu_Bernama_...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
60

Pelarian niehhhhhhhh

50

Saya punya kisah sendiri dengan FLP. Berawal dari pengalaman masa kecil, sampai sekarang saya studi di Malaysia. Sebelum ke Malaysia saya berharap bisa gabung dalam komunitas di FLP. Tapi ternyata, di Malaysia belum ada FLPnya. Dan yang disayangkan lagi FLP baru akan dibentuk setelah saya tamat studi, dan saya harus kembali ke tanah air. Semoga di tanah air nanti saya bisa gabung di FLP...

50

Salut buat FLP. Jaringannya luas. Dah menghasilkan buku-buku pula.
Kemudian coba deh. Karya temen2 ntar jg dibukukan. :D

50

No comment, hanya ^selamat^

50

Syukurlah ada tempat dan forum untukmu, kemudian.com oke juga.

60

inspiratif dan jadilah apa yang kita mau ...good luck

50

akhirnya pelarian curhat di kemudian.com

50

saya sebaliknya, sudah sejak lama ingin gabung dengan FLP, tapi kesibukan kerja membuat saya belum juga bisa menjadi bagian di dalamnya.. saya ingin sekali.. punya nnomor dan informasi tentang FLP di Solo?