Ide-ide Edi

Ia seorang ‘maniak’;

“Aku terkapar diantara sejuta hawa tanpa sandang. Tak percuma kuhabiskan ratusan dolar penebus kenikmatan tak berhingga. Apa yang lebih dahsyat dari mengunjungi ‘bukit-bukit’ menawan dan ‘telaga’ indah seorang perempuan, apalagi yang masih perawan? Akulah sang pejantan, raja di sepanjang malam, tuan bagi semua perawan.”

***

“Atmosfer yang berbeda, malam itu kau-tiupkan. Pelukan; gagasan termanismu itu menjadi mesin penghenti waktu yang meluruhkanku dalam dada terhangatmu. Menghabiskan sisa-sisa ketergila-gilaanku akan silikon di dada Pamella Anderson. Dan ketika kau cumbu bibirku, pupuslah sudah iri-hatiku terhadap Brad Pitt atas keberhasilannya menaklukkan Angelina Jolie. Aku tak mengerti; mendadak semua dongeng tentang putri dan pangeran yang kudengar sedari kecil mengalami revisi total: Kisah Sepasang Pangeran yang Saling Mencintai.”

Ia juga seorang homo.

***

“Mangga muda, biarpun masam, selalu membuatku ketagihan. Padahal dokter sudah mengharamkannya demi stabilitas asam lambungku. Tetapi memang, hidup ini lebih indah dilalui dengan melakukan hal-hal yang dilarang. Ada tantangan dan kenikmatan yang tak terkatakan. Debaran-debaran tak biasa, ketegangan yang justru membuatku melayang. Seperti saat ini, aku tengah mengupas mangga muda: seorang gadis berseragam putih biru yang begitu polos, begitu menggoda.”

Ia seorang pedofil.

***

Dan ia seorang junkie;

“Ia terus jackpot sehabis menenggak beberapa bogep (botol gepeng; vodka atau wiski). Aku jadi teringat masa-masa sebelum 5 tahun yang lalu. Ketika itu aku belum menjadi ‘jendral’ dan bandar seperti sekarang. Selain jackpot, aku sering ngelantur ngalor-ngidul saat pakau (teler). Tapi jelas ia lebih parah dariku, hanya karena minuman seperti itu saja sudah payah. Apa jadinya kalau kuberi cimeng atau bahkan pil gedek? Ah, jangan ambil risiko. Ia masih kelas satu SMA. Salah-salah OD, berabe urusannya.”

***

Ia tak ingin terikat cinta;

“Cinta, nanti siang kita jadi nonton, kan? Kita janjian di tempat biasa, ya, cinta. Pastikan pacar kita sedang sibuk kuliah biar kita bisa bebas jalan. Dan, mari kita mainkan skenario jika tertangkap basah: Kita Tidak Saling Mengenal. Dan jangan panggil aku cinta, cinta.”

Ah, ia juga tukang selingkuh, ternyata!

*********

Edi. Mereka mengecamnya, meludahinya dengan kata berpedang hujat dan caci-maki. Kemudian menghujaninya dengan dalil-dalil dan hadits sakhih; mimbar-mimbar khutbah serta-merta diperdengarkan dari sekian penjuru alam. Hingga jejaknya pun dihilangkan karena dianggap SAMPAH oleh mereka yang semata mencari faedah dan hikmah di sana, di komunitas penulis online itu.

Bagi mereka, seorang penulis haruslah punya visi-misi yang jelas dan positif, terutama bagi kehidupan orang banyak. Berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa dan negara; mendidik dan mencerdaskan bangsa. Bukan sebaliknya; menjejalinya dengan paham-paham liberal dan pengaruh negatif. Ya, memang, sudah sepatutnya penulis yang dibesarkan di tengah kondisi sosial yang serba aman, nyaman, damai, tenang, tentram, kondusif dan ideal mampu menuliskan hal-hal normatif, sopan, selaras dengan undang-undang dan palsafah negaranya. Mungkin karena Edi merasa tidak dibesarkan di sana, sikapnya cukup frontal, tulisannya cenderung nyleneh dan nakal. (Ah, padahal ia asli Jawa, masih di Indonesia, kan?)

Sebagian orang bahkan mengecap Edi sebagai seseorang seperti tokoh yang ia ceritakan dalam tulisan-tulisannya. Sebab menurut mereka, tulisan seseorang merupakan refleksi diri si penulisnya. Terang saja mereka berpendapat demikian sebab mereka tak punya bahan lain untuk diceritakan dalam tulisan-tulisannya, selain dari curhat dan pengalaman pribadinya--ironis sekali; seorang penulis hanya mengandalkan hal-hal yang berkenaan dengan dirinya sendiri. Apakabar sang inspirasi (yang datang dari segala sisi)? Atau, jangan-jangan mereka tidak pernah mendengar istilah KONTEMPLASI?

Tetapi Edi merasa tidak perlu mengklarifikasi apa-apa. Sejak awal ia tidak pernah berusaha mempengaruhi orang lain dengan cerita atau dalih-dalih lain sebagainya. Ia pun tidak pernah memaksa orang untuk membaca tulisannya dan selalu membebaskan mereka untuk berkomentar sesukanya, tanpa perlawanan, tanpa pembelaan diri. Ya, katakanlah ia hanya menulis; mengekspresikan ide-ide di kepalanya. Dan ia yakin, segalanya masih dan terus berproses. Bagaimanapun, sebuah proses tidak akan pernah lepas dari baik-buruk, suka-tidaksuka, pro-kontra. Dan ide-idenya tak lantas surut hanya karena semua itu.

Teruslah menulis, Edi!***

[Minggu, 17 Februari 2008 14:07:14]

Read previous post:  
175
points
(106 words) posted by dadun 13 years 2 weeks ago
70
Tags: Cerita | cinta | 100 kata | Cinta | dadun
Read next post:  
Writer el_kutuby
el_kutuby at Ide-ide Edi (12 years 28 weeks ago)
70

hem, deskripsinya cukup imajinatif,jadi kebayang hehe..mo nanya ni bentuk cerpen apa? ko ada kontemplasi juga antara fiksi ma non fiksi antara cerita dan opini.. :?

Writer KD
KD at Ide-ide Edi (12 years 47 weeks ago)
100

hmmm

Writer za_hara
za_hara at Ide-ide Edi (13 years 1 day ago)
60

Cerita yang bagus, Dun. cerita yang dibikin per babak seperti milikmu sangat kusuka. hanya saja, entahlah, aku merasa bagian yang dicetak miring dengan bagian narasi seperti tidak bersenyawa.

tentu aku mafhum dengan perubahan gaya melankolis menjadi naratif dimaksudkan untuk mengubah angle pembaca dari membaca langsung cerpen-cerpen edi menjadi pihak ketiga yang mendengar tentang adi.

hanya saja, entahlah, aku merasa bagia narasi masih bisa "dimain-mainkan" lagi dramaturginya -- yang setidaknya tidak normatif. dan melihat kapasitasmu, aku yakin kamu bisa melakukannya ^_^

Writer -riNa-
-riNa- at Ide-ide Edi (13 years 2 days ago)
80

ah, dadun memang selalu saja bikin aku speechless.

Writer Uung
Uung at Ide-ide Edi (13 years 6 days ago)
90

huhahah.. keren loh... komen2 pny aq jg ya.. thx

Writer ananda
ananda at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
90

gue suka sama tulisan2 yg bercetak miringnya .... keren itu

Writer ranggamahesa
ranggamahesa at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
100

Edi lagi, dadun lagii. hihi

Writer FrenZy
FrenZy at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
90

tulisan dadun selalu membuatku kaget :P dari sisi komedik, sisi serius, semuanya bisa digarap dengan baik. hebat!

Writer Villam
Villam at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
90

tetap bagus seperti biasanya tulisanmu. terutama di bagian pertamanya, yang penuh sisi. hahaha... penggalian yang hebat...

sementara untuk bagian kedua... yeah... aku berpikir, seandainya disampaikan melalui dialog dua tokoh kemudianers yang saling bertolak belakang (hehe... sapa ya?), dan bukan melalui narasi panjang lebar begini, mungkin bisa lebih menyentil.
tapi tentu saja, ini pilihanmu.

Writer vieajah
vieajah at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
90

seTuJu sama peRaNiTa, unTuk penGanTaRnya Lw TeTep manTaF sepeRTi biasa...

Tapi pas baGiaN naRasi TenTanG Edi keknya biasa aJah yak...??

*nYok2 nuLis La9iiii....
*baWa benDeRa daduN Fanz CLuBh...
^^

Writer fortherose
fortherose at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

...lagi, dadun lagi... kekeke :p

Writer adrian.achyar
adrian.achyar at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

Bro...

"maniak" dengan tanda kutip? Artinya sebaliknya dong? Terus kok pake titik koma (semicolon)? Bro, do you know what semicolons are used for? Check this out:

http://www.wisc.edu/writing/Handbook/Semicolons.html

Tapi itu sih buat English. Gw ga nemu yang bahasa Indonesia. Mungkin ga jauh beda :D

Bro, di bagian 3 gw ngerti dengan metafora "mangga muda" nyambung dengan pedofil tapi kok bagian 1 antara "maniak" dan "hawa tanpa sandang" agak ga nyambung ya? Perasaan gw aja sih.

Terus, palsafah, ya bro? Pake P ;)) Just kidding, bro :D

Nice piece, bro!

Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^

Writer my bro
my bro at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
90

dadun lagi dadun lagi, hehehe nice one bro

Writer dhewy_re
dhewy_re at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
90

*ndak bisa ngomong apa2, cuma bisa ternganga sambil geleng2 kepala...;)

great!!!

Writer rafif
rafif at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

singkat namun jelas

Writer peranita
peranita at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

pengantar ceritanya asyik..liar
bagian isinya..datar

Writer _aR_
_aR_ at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

edun uy...
edi saha rupina anu dicaritakeun teh ?
carita enyaan atawa fiksi yeuh ?

alus,,, alus pisan...

*maksa basa sundanya da ngga bisa :p

Writer cassle
cassle at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
90

ini peer yang 'pengembangan ide' itu? @_@ pake riset nih? ^^

Writer pikanisa
pikanisa at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
70

Woke Dun...

Tambah lama tambah asoy juga idenya

Ah... Edi... edi edi Idealisme.

Bingung menulis antara idealisme atau fakta. Tapi paparanmu aje gile Dun....

Nembak pas di org yang nulis idealisme dan bidikan2 fakta repertoar.

Selalu aja lu itu yah...bkin kejutan dengan format2 baru dan bikin ternganga.

Ah.. tapi kenapa yah aku merasakan greget yg kurang...?

Writer bintang alzeyra
bintang alzeyra at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
100

wah wah..keren dun, pake riset segala ga??

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

Dadun..dadun.. Inipun manis...
Mari menulis apapun yang kita mau...
^_^

Writer hege
hege at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

tulis aja apapun yg disuka.
yg ingin kutahu, kau siapa di antara mereka itu, dun?

Writer Ayo_e
Ayo_e at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
80

Prosa yang menggoda yang membuat orang membaca selalu ingin tahu kelanjutannya .. ide cerita yg menarik.

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at Ide-ide Edi (13 years 1 week ago)
100

Konsep yang hebat. Penuturan yang puitis dan agak aneh saat dibaca di awal, tapi endingnya dapat dipahami dengan jelas, clear banget.