Latihan Pagi

Alarm jam menjerit saat jarum jam menunjukkan pukul lima pagi. Ully membuka matanya, kemudian bangkit dari ranjang. Ia ngulet sebentar dan menguap beberapa kali. Tidak biasanya Ully bangun sepagi ini. Ada apa ya? Ia bergegas menuju kamar mandi. Tapi Ully nggak mandi. Dia hanya mencuci mukanya agar kantuknya tuntas hilang. Nggak berapa lama ia balik lagi ke kamarnya.
Ully melirik sekilas ke jamnya. 05.05 WIB. Lumayan. Sisa waktunya 55 menit untuk melakukan “itu” sebelum mandi dan berangkat sekolah. Ully mengganti piyamanya dengan pakaian olahraga. Ya, dia akan melakukan olahraga – yang udah membuatnya rela bangun sepagi ini. Ada suatu tekad yang membuatnya begitu
“Berangkat dulu, Ma!” pamitnya pada sang mama.
“Hati-hati!”
“Yoi!”
Mama manyun mendengarnya. Habis, peringatannya dijawab dengan bahasa ‘preman’ sih. Tapi mama tidak habis pikir. Rasanya anak gadisnya itu belakangan jadi rajin olahraga pagi-pagi sekali. Padahal selama ini, dibangunkan jam setengah tujuh buat sekolah saja susahnya minta ampun. Tapi pas ada maunya, dia malah bisa bangun pagi sendiri. Yah, memang, kalau usaha atas dasar niat sendiri itu lebih mudah dilaksanakan. Sayang Mama tak tahu alasan mengapa Ully bisa tiba-tiba getol berolahraga pagi. Yang mama tahu cuma bahwa ini berkaitan dengan kejuaraan tennis yunior yang akan diselenggarakan minggu depan. Tapi masa’ iya si Ully sengotot itu?
Yee, belum tahu si mama. Ully kan memang bertekad punya badan lebih fit menyambut kejuaraan itu. Ia suka banget tennis. Ia tak mau melewatkan kesempatan kejuaraan kali ini. Apalagi banyak petenis yunior didikan pelatnas yang bakal ikutan! Pasti banyak pengalaman seru yang bakal Ully dapat..
Makanya Ully harus memperbaiki staminanya biar tidak malu-maluin seperti saat
kejuaraan tennis tahun lalu. Tiba-tiba saja Ully pingsan di tengah pertandingan sedang
seru-serunya. Kan konyol jadinya?!
“Tu…wa! Tu….wa!”
Ully menghitung irama scot-jump-nya setelah berlari mengelilingi komplek perumahan sebanyak lima putaran. Lumayan, lebih banyak satu putaran ketimbang kemarin. Sesekali tangannya melambai saat orang yang dikenalnya melintas menyapanya. Selang tiga menit kemudian, Ully bangkit. Cukuplah untuk hari ini. Ia harus segera mandi dan berangkat ke sekolah.
Esoknya, dan esoknya, dan esoknya lagi, Ully kembali berolahraga. Bahkan latihannya lebih bervariasi, dari jogging, sprint, scot-jump, sit up, skipping, push-up, sampai angkat barbel. Luar biasa!
Dan tibalah saat kejuaraan itu. Kali ini rasanya Ully tak perlu pemanasan. Siang begini matahari panas banget. Belum apa-apa keringatnya sudah banjir, padahal staminanya harus tetap terjaga. Ully memilih segera menuju tempat yang disediakan panitia.
“Hai, Ly! Gimana? Kamu nggak bakal pingsan lagi kali ini kan?”
Si Meisya datang bersama teman-temannya sambil cekikikan.
“Tenang aja. Aku udah banyak berlatih kok!”
“Ooh, bagus deh! Yuk, kita bareng-bareng cari tempat!”
Ully mengiyakan. Ia mengikuti Meisya cs. dan memilih bangku paling depan di sebelah barat. Syukurlah ia mendapat tempat yang strategis. Persis seperti waktu ia menonton kejuaraan tennis tahun kemarin. Tapi kali ini ia pasti tidak akan semaput lagi digarang matahari. Kali ini ia pasti tidak malu-maluin lagi di depan Meisya cs.. Kali ini ia pasti bisa melihat atlit-atlit yunior bertaraf nasional favoritnya melaju sampai final. Karena stamina Ully sudah dilatih lewat olahraga tiap pagi.
“Denger-denger kamu latihan pagi ya demi kejuaraan ini? Aku pikir kamu bakal ikut main,” kata Meisya.
“Yee, mana mungkin! Aku kan nggak bisa main tennis. Aku cuma nggak mau semaput lagi waktu sedang asik nonton dan diketawain lagi oleh kalian!”
“Iya deeh…! Hi hi hi!”

Read previous post:  
Read next post:  
Writer bl09on
bl09on at Latihan Pagi (14 years 7 weeks ago)
80

dan segar

Writer -riNa-
-riNa- at Latihan Pagi (14 years 24 weeks ago)
70

rada pusing sih bacanya, karena nggak ada jarak alias mepet2.

gw kudu baca 2 kali buat nangkep cerita ini. pas dah ngerti...bagus!

Writer bubu_cuppy
bubu_cuppy at Latihan Pagi (14 years 24 weeks ago)
80

menyegarkan bacanya..
ngerasa kaya km sendiri yang lagi cerita..

Writer KD
KD at Latihan Pagi (14 years 36 weeks ago)
100

lanjutkan!!!

Writer bulqiss
bulqiss at Latihan Pagi (14 years 41 weeks ago)
40

Alurnya dibuat lebih menarik kali yah..kesannya seperti teenlit hehehe mungkin persoalan selera kali yah..

Writer ayundra
ayundra at Latihan Pagi (14 years 42 weeks ago)
70

cuma karena blom selesai jadi rasanya gantung bacanya

Writer F_Griffin
F_Griffin at Latihan Pagi (14 years 42 weeks ago)
30

Narasi sudah bagus banget flownya.
Tapi sayang, gag jelas ini mau menceritakan apa. Terpotong begitu saja, dan belum jelas mau cerita apa.

So, anak itu latihan supaya nggak pingsan pas nonton pertandingan, oke. Jadi, dia akhirnya pingsan apa nggak?

Kalo iya, apa cuma karena latihan fisik itu dia jadi nggak pingsan?

Dia sanggup lari keliling kompleks 5 putaran terus skotjump, dan dia masih aja gampang pingsan? Apa nggak berlebihan?

Writer meier
meier at Latihan Pagi (14 years 42 weeks ago)
60

sayang kenikmatan membacanya terganggu karena endingnya yang kurang muanteB. menyenangkan membaca apa yang anda tulis, segar dan mengalir.

Writer v1vald1
v1vald1 at Latihan Pagi (14 years 42 weeks ago)
80

*kriuk kriuk* bunyi keripik di mulutku,yang sebungkus belum habis meski cerita Ully dan Latihan Pagi-nya sudah selesai dibaca. Bagus banget, setuju ama komentar yang lain, kalo tulisan singkat, tapi asyik! ;)

Writer dwi pramudita
dwi pramudita at Latihan Pagi (14 years 42 weeks ago)
60

BaRu KaLi ini CerpeN Dari teMen-Temen yang mudaH ditangKap, nampakNya KaYaK PeNgaLaman pribadi nih,

Writer dhilwas
dhilwas at Latihan Pagi (14 years 42 weeks ago)
80

digarap dengan sederhana, tetapi yang sederhana itu jadi enak dan renyah dibacanya