split

Coba lihat kepada langit apa ada jawabnya..
Keputus-asaan dalam diriku telah mengakar kuat. Bahkan beberapa kali aku mencoba untuk mengakhiri hidupku. Tapi tak pernah terjadi.

Sering ku melamun terbengong dengan penuh cerita dalam otakku. Hingga suatu ketika aku menemukan diriku bertemankan dengan khayalanku sendiri. Yg begitu nyata di semua inderaku, aku dapat mendengarnya tertawa, mendesah, berkata. Aku dapat melihatnya tersenyum, aku dapat melihat bentuk tubuhnya yg gemulai. Aku dapat merasakan tubuhnya, aku dapat memeluknya, semakin hari semakin banyak temanku, ada nenek tua berambut putih yg selalu bercerita kepadaku ttg masa2 lalu, tentang sejarah2 indonesia dahulu kala. Ada anak kecil yg selalu minta di ajari segala hal tentang hidup, selalu mengajak ku bercanda. Ada seorang gadis yg baik hati, yg selalu mau mendengarkan ku berkeluh kesah, ada seorang pemuda yg selalu mengajak ku untuik bersikap berani, berani menghadapi dunia ini, entah berapa teman lagi yg akan ku kenal nanti

Aku senang bertemu dengan mereka, aku bahkan lebih senang kepada mereka, bercanda, tertawa penuh bahagia.mereka tak pernah menuntutku ini-itu…

Aku mulai hanyut oleh permainan pikiranku, tak pernah sedikitpun aku mengingat si putih kucingku yg kurawat semenjak kutemukan di pinggir got rumah ku, aku lupa kehadiran si putih yg selalu mengeong menuntut kasih sayang dan sedikit makanan dari tuannya..

Aku sudah masuk ke dunia lain, dunia ku sendiri, dunia yg menyenangkan…tak ada lagi kekerasan dan caci maki dari masyarakat yg penuh dengan sinisme.

Aku hidup tentram disini, .hingga suatu waktu…

Mulutku di bekap bagai sandera. Kaki ku di rantai bagai tahanan berbahaya. Tangan ku di ikat kebelakang dengan jaket bertali, entah apa ini-entah mengapa aku berada disini, di ruang yg sempit, polos tak berbenda. tapi tempat ini nyaman.

Sayup suara kudengar dari liang kecil di bawah pintu. ini mirip pintu. tapi tak seperti pintu, suara manusia..kudengar suara manusia

Ku teriak, tapi tak jelas suara ku ini, tak jelas aku berkata apa. hatiku ingin memanggil nenek tua itu,nenek tua berambut putih.hanya dia yg mampu menenang kan ku,.tapi kemana dia, kupanggil anak kecil itu yg selalu tertawa bersama ku,

Tak ada suara, mereka diam seribu bahasa, .semua telah kuteriakan namanya tak ada yg menghampiriku

Tuhan dimana aku? Surga kah…neraka kah??

Begitu hampa…kau beri rasa…kini dimana kah aku…

Aku selalu bertanya…kenapa aku tak merasakan apa2 lagi…kemana teman ku.., kemana semua dunia ku…

Aku selalu merasa lelah dan mengantuk…

Tangan ku tak lagi berpengikat…kakiku tak lagi di rantai…mulutku tak lagi di bekap bagai anjing rabies…

Kuraba wajahku, kuraba badanku…lengkap…

Kulihat pergelangan tanganku…biru lebam…kulihat tanganku lagi…apa ini?? Bekas suntikan?? Aku di suntik! Jahanam!!

Aku benci jarum suntik…aku paling takut jarum suntik. Aku selalu kabur dari sekolah ketika ada imunisasi cacar datang ke sekolah ku waktu SD. Aku benci orang2 itu, orang2 yg berseragam putih. Mereka selalu menyakiti ku…aku selalu di paksanya untuk menelan butiran2 zat kimia, yg selalu membuat jantungku berdetak amat keras. Mereka yg dulu menyakiti ibuku juga, yg selalu membuat ibuku mengeluarkan air mata di sudut matanya menahan nyeri yg menggerogoti jiwanya…, ibuku di ikat…ibuku meronta….ibuku di masukan ke kerangkeng…kini aku disini…

Aku dendam….mengapa mereka selalu begitu…? Mengapa mereka selalu mengancam keluarga ku dan aku…

Kenapa mereka membunuh ibuku dan sekarang mereka akan membunuhku…

Kumakan apa yg mereka sediakan, telur ceplok dan segenggam nasi serta 4 potong buncis…, aku baru merasa lapar. Entah sejak kapan aku tak makan…badanku kurus tapi tidak sekotor dulu lagi. Sehabis makan ada seorang wanita dan dua orang laki2 berpakaian serba putih datang keruang ini. Ruang tempat aku di sekap. Kali ini aku tak di ikat. Tanpa berkata2 dia memberikan isyarat padaku agar keluar dari ruang sempit ini…

Di bawanya aku keruang yg lebih luas, melewati lorong, yg panjang, setiap lorong terdapat bagian2 yg dipisahkan oleh pintu…dengan memasukan jari pada alat scanning maka pintu pun terbuka…, lalu di suruhnya aku masuk ke salah satu ruangan yg berjejer pintunya di lorong…, ruangan yg nyaman…kulihat seorang wanita keibuan dengan kacamata di kepalanya, tersenyum ia padaku…ia memakai baju stelan warna merah muda…sungguh pemandangan yg menghibur hati. Ragu2 aku membalas senyumnya dengan kikuk….,
“Duduklah” ia mempersilahkan aku duduk….kuhempas kan pantat ku dengan hati2 di kursi biru…
“saya dokter ajeng, panggil saya doc…, kamu david ya?” aku hanya mengangguk, aku terlalu terpesona melihatnya bicara, lihat saja tubuhnya semampai, kulitnya bersih, gigi nya putih berderet2 bagai biji kurma, senyumnya bagai mentari hangat di hati dan aku nyaman di depan dia. Belum pernah aku merasa seperti ini sepanjang hidupku…., kupikir aku jatuh cinta pada dokter ini….

“Kamu tahu kenapa kamu bisa ada disini?” aku menggeleng…, ia hanya tersenyum…mungkin ia ingin mendengar suara ku…” umur kamu berapa..?” aku menggeleng….”tak tahu…” suaraku parau dan gelisah….aduh mengapa aku seperti ini…, tersenyum lagi ia…ah giginya indah sekali….lalu hampir saja aku berkhayal…tapi dokter itu bertanya dengan suara yg agak lebih keras…”kamu sudah makan?” terkejut aku di bangunkan dari mimpi ku…”su..sudah doc…” kenapa aku cemas, tiba2 aku berkeringat…

. Seperti gunung es yg tinggi, aku tertiup angin dingin membeku dalam keheningan…lalu mencair bagai berkubik2 hujan yg di tumpahkan dari langit…

Diambilnya sebuah map, ia baca sebentar. Tersenyum kembali, aduhai sangat lah ramah dan mempesona…, tak ada manusia satu pun yg mampu tersenyum menggetarkan hatiku. “mau kah kamu berbincang dengan saya sebentar david?” aku mengangguk, senang sekali, tapi sedikit keraguan di mataku…”benarkah??”

“saya sangat senang dengan perkembangan mu selama disini, kamu tahu disini tempat apa?” aku hanya menggeleng untuk kesekian kalinya…, ingin ku bicara tapi aku takut hanya gumaman saja yg keluar. Lidahku terasa kelu tak bertenaga. “david ini adalah pusat rehabilitasi kejiwaan, kamu ada disini setelah di titipkan oleh pihak kepolisian kepada kami, kamu masih ingat kenapa mereka menitipkan kamu disini?” aku bingung tak tahu harus menjawab apa “tidak…” jawab ku parau…, “baiklah, coba kamu ingat2 dimana terakhir kali kamu berada sebelum kesini..?” “di rumah teman doc…” teman kamu yg mana?” “dirumah nyonya kitty doc…” diam ia sebentar sambil membetulkan letak kacamatanya…”dimana rumah nyonya kitty?” “didekat rumah joe, doc…” “joe siapa??” “salah satu teman ku juga..” “coba ceritakan tentang teman mu itu…” “yang mana doc?” “semuanya….semua teman baikmu…, tidak keberatan bukan?”

“ti..tidak doc…” oh kenapa tiba2 aku merinding…tubuhku tiba2 basah, keringat membanjiri semua poriku…padahal disini ruangan yg dingin…., sayup kudengar suara anak kecil bersenandung, ah Michael…, semakin diam suara senandung itu makin terdengar dengan dekat…,

“mary had a little lamb…little lamb…little lamb…”

tiba2 aku rindu pada anak itu, “MIKE…!! Dimana kau…?” aku mencari nya, tatapan ku berkeliling…aku sangat rindu anak itu…, dia yg biasa menganggu ku untuk mengajak ku bermain, kadang ia minta di temani main scrabble, monopoli atau mengajak ku jalan2 ke taman untuk main freesbee. “MIKE…!!” sekali lagi aku berteriak…tiba2 pintu terbuka, ku kira mike, ternyata dua orang pria berbaju putih itu, yg mengeluarkan aku dari ruang sekap itu. Di pegangnya kedua tangan ku dengan keras… “dokter, aku mendengar suara mike…” aku coba menjelaskan dengan antusias… “david, kamu istirahatlah…, selepas makan siang kita berbincang lagi…” aku hanya menggumam…”mike…mike…mike….”

Terkurung kembali aku dalam khayal yg begitu nyata, entah mengapa aku tak menemukan mike, nyonya kitty, joe dan Melissa….dimana kalian…aku terkurung disini…temani aku…aku kesepian….hanya dokter itu yg mau bicara dengan ku…kemana kalian….

Jangan tinggalkan aku disini…

Kau hancurkan hatiku…kau terangi jalanku…

Selepas ini aku kan bebas, menikmati dunia yg belum sempat kunikmati. Telah 12 tahun lamanya aku disini. Menikmati pertanyaan2 yg membosankan dari para dokter yg merawat jiwa ku. Aku sadar dan mengetahui, bahwa aku terkena penyakit khayalan tingkat tinggi.

Aku coba mendekatkan diriku dengan Tuhan. Aku selalu berdoa akan keselamatan jiwaku. Aku selalu meminta jiwa ku di ampuni.

Aku telah membunuh seorang kakek tua tunawisma dan seorang berandal di gang kawasan gelap LA. Itu ku ketahui setelah membaca Koran di perpustakaan rumah sakit. Kucari file2 koran dimana hidupku yg kujalani nyaris tak kuingat. Yg kutahu hanya teman2 khayalanku itu saja.

Besok adalah masa kebebasan ku. Setelah pengadilan negeri distrik membebaskan ku dan menyatakan aku aman untuk hidup di lingkungan masyarakat. Dokter robert telah menelepon pengawas ku dan memberikan referensi untuk mencarikan pekerjaan untuk ku.

Aku akan bekerja menjadi supir truk sampah, dengan gaji 5 dollar perjam. Aku sangat bersyukur atas semua ini. Kini umurku tidak muda lagi.

Aku ingin hidup seperti orang lain. Memiliki keluarga, memiliki istri dan anak…itu lah cita2ku kini…

Aku telah sadar bahwa kesepian ku, menumbuhkan jiwa lain dalam tubuhku. Kini tubuh ini milik jiwaku seutuhnya…

Bertahun semenjak ku keluar dari rumah sakit mental itu, akhirnya ku menemukan tambatan hatiku, maria seorang imigran dari kuba telah memberiku, dua orang anak yg sangat lucu. Kuberi dia nama mike dan melissa…

Lengkap sudah hidupku…kini hari2ku penuh keceriaan…

Hingga ajal mejemputku akan kuberikan seluruh hidupku untuk buah hatiku…aku mencintai kalian nak…tak perlu kalian tahu siapa ayah mu…

Malam2 tanpa bintang kan kujadikan kau bintang…

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer argha
argha at split (15 years 2 weeks ago)
100

setuju dengan komentar farah di bawah itu, saya juga amat menyukai tulisan seperti ini. apalagi kalau tokoh utamanya mati dengan tragis. tapi sayang penokohan ini seolah-olah yang bercerita si tokoh utama.

Writer Farah
Farah at split (15 years 2 weeks ago)
90

dulu waktu sma aku pernah nulis cerita yang mirip2 kaya gini, cuman karena masih sma, masih kecil ga tau apa2, tulisan itu hilang begitu ajah, aku suka banget cerita kaya gini, apalagi kalo akhirnya lebih dramatis (klo dicerita aku, tokoh utamanya mati karena ngikutin temen khayalannya lompat dari jendela),,,aku sukaaaaaa banget

Writer F_Griffin
F_Griffin at split (15 years 2 weeks ago)
50

Menulisnya masih sangat berantakan, terutama untuk dialog. Ini mengganggu kenikmatan baca lho.
Lebih tajam kalau ada yang ditulis dalam bentuk deskripsi adegan dari sudut pandang orang lain. Soalnya kalau untuk model monolog begini, capai benar bila terlalu panjang.

Writer v1vald1
v1vald1 at split (15 years 2 weeks ago)
80

Hi Seken,aku suka tulisan kamu. Kata2 yang kamu gunakan, ide cerita, dan cara kamu merangkai kejadian, BAGUS BANGET. Tapi di cerita ini, aku menemukan kekurangsregan, di antaranya, kamu kurang jelas menggambarkan jenis Schizo-nya. Hebefrenic kah, paranoid kah? (katatonic sudah jelas bukan). Dari penjelasan yang kamu buat, beberapa data memungkinkan si karakter lebih cocok sebagai paranoid, nah untuk ini unsur paranoid harus menonjol, apa yang ia takutkan/apa yang membuatnya ketakutan?

Di akhir cerita juga ada janggal. Tanpa ada 'jalinan' sebelumnya, tiba2 saja kita dibawa pada masa sekarang si karakter, yang telah sembuh, yang pada akhirnya bisa normal (kalo Hebefrenic kemungkinannya lebih kecil, meski dengan obat sekali pun). Tapi ini mungkin karena kamu cuma kelupaan memberikan petanda kali ya...

Ok,Selamat menulis ya!
U started great!

Writer runi septiawati
runi septiawati at split (15 years 2 weeks ago)
50

Say, let it flow, but organized...

Well done..=)

Runi

Writer seken
seken at split (15 years 2 weeks ago)

ada perbedaan antara scizo dan split personality.., yang di maksud kawan yoshe adalah scizofrenia yaitu orang yg memiliki kepribadian ganda. namun split personality adalah orang yg berkhayal memiliki teman atau cerita2 diluar dunia nyata alias dunia alam pikirannya.

thanx dah comment..:)

Writer yoshe
yoshe at split (15 years 2 weeks ago)
50

Sorry kalo comment-ku mungkin rada ngga enak buat kamu. Tapi, aku pikir, kalo kamu mau nyeritain tentang orang yang berkepribadian ganda, akan lebih baik kalo kamu cuma ngejelasin ada berapa banyak jiwa dominan di dalam diri orang itu. Terus kamu juga bisa nyeritain tentang perjuangan dia untuk melenyapkan mereka. Soalnya dari yang aku baca soal begituan, pelepasan jiwa2 yang udah ada di dalam diri seseorang, itu membutuhkan kekuatan dan kesadaran dari penghuni asli tubuh itu. Jadi, menurut aku, jeritan dan penderitaan jiwa dari tokoh utama itu yang kurang mendalam.