Cerita Pengelana

Matahari sudah tertunduk dan bersembunyi di balik gurun
sementara sang pengelana hangus menjadi bayangan
dia merapatkan baju sebagai perisai dingin

sementara....
pengelana itu tetap berjalan
kakinya semakin jauh terbenam di pasir
dan badai pasir pun menguburkan tubuhnya dalam tidur

Pagi yang tak sejuk
Pengelana itu merujuk dan berlari
sebab didepan ada air yang menggoda dahaganya
tapi itu hanya fatamorgana.

sang pengelana berteriak dalam keheningan gurun
Tuhan...jika kau memberikan pilihan.
Surga sebagai kiasan
Emas yang menggunung
atau Sekumpulan wanita penari perut yang telanjang

akau hanya bisa menjawab...aaaair--air..air dalam nafas terakhirku

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer my bro
my bro at Cerita Pengelana (13 years 40 weeks ago)
80

bro takiyo, deskripsi dalam puisimu baik sekali.
mungkin pengeditan terhadap kata diperlukan. lain kali jangan terlalu tergesa-gesa dalam penulisan.

*sok serius mode on ^_^
*kabuuurrrrrrr

Writer takiyo_an-nabhani
takiyo_an-nabhani at Cerita Pengelana (13 years 40 weeks ago)
70

Assalamu'alaikum
Salam kenal
Baik sekali paparan deskriptif dalam puisi Anda.
Perhatikan penulisan dengan menggunakan imbuhan "di". Penggunaan "di" yang penulisannya disatukan atau dipisah, tergantung pada penggunaan imbuhan "ke", misal "ke depan" akan menjadi "di depan". Bukan "didepan".
Metafor yang sederhana sekali. Manis bila dilantunkan.

Writer snap
snap at Cerita Pengelana (13 years 40 weeks ago)
60

suka ma mait terkahirnya...

Writer paula_3gerz
paula_3gerz at Cerita Pengelana (13 years 40 weeks ago)
70

mksih ya atas sarannya...

aku suka di kritik.
blajar dari kritikan, gitu.
hehehe....

puisi kk bagus.
kata2nya bagus...