Negri Dibalik Cermin ( 2 )

diStorya

“Lovelyne..!!!!” teriak seorang pemuda yang bersandar dibawah pohon cerry.
Aku tersenyum………
“Vyrn…!”seruku pada sahabatku “Benar katamu dibalik pintu terlarang ada sebuah dunia baru.!” Ceritaku pada Vyrn dengan mata berbinar-binar. Aku tarik tangan Vyrn..
“Ayo Vyrn banyak yang ingin kuceritakan padamu………”

Vyrn menurut saja ajakkan lovelyne. Vyrn selalu ada untuk lovelyne. Ada sebuah cinta yang terpendam dalam diri Vyrn untuk lovelyne, tapi sayang lovelyne hanya menganggap Vyrn sebagai sahabatnya. Vyrn tahu itu dan dia kan bahagia kalau lovelyne bahagia.

“Kita mo kemana Lovelyne?”tanya vyrn
Lovelyne menoleh pada Vyrn dan bercak pinggang.
“Ya ke gua lyn, kemana lagi tempat paling aman buat kita bercerita.” Jawabku “Ayo vyrn jangan lelet begitu…biasanya vyrn yang paling semangat kalo kita pergi ke gua Lyn.” Kataku lagi. Vyrn tersenyum dan menarik tanganku. Kami berlari menuju gua Lyn yang tak jauh dari pintu terlarang negri storya.

Aku terengah-engah begitu juga dengan Vyrn.
“Ayo Lovelyne cepat masuk. Lihat itu !” kata viryn sambil menunjuk kearah kirinya. Aku melihat di kejauhan segerombalan pasukan pengawas Storya sedang melakukan pentertiban. Pasukan pengawas selalu melakukan pengawasan kesetiap desa di storya.
Aku dan vyrn langsung masuk kedalam terus berjalan kira-kira 500 meter. Tak berapa lama ku melihat sinar mentari menyinari kolam. Aku paling suka melihatnya seperti berlian yang paling indah yang ada distorya. Aku mempercepat langkah kakiku rasanya ingin langsung menceburkan diriku kedalamnya. Aku pun duduk ditepi kolam alam itu dan kakiku langsung bermain-main didalamnya, vyrn duduk disebelahku.

“vyrn…”
“Iya lovelyne ?” tanya vyrn
“Apa vyrn sudah pernah lihat kitab terlarang yang dipunyai si tua Ruym?”
Vyrn mengrenyitkan dahinya
“Belum. Memangnya kenapa Lovelyne?”
Aku tersenyum dan “Gak ada apa-apa. Cuma aku penasaran aja.”
“Bagaimana dunia baru itu..?”tanya vyrn sambil memandang lovelyne. Vyrn melihat senyum manis lovelyne mengembang dan sorot matanya makin berbinar.
“Bagus vyrn… Ruangannya seperti diistana kakekku. Tempat tidurnya sangat empuk vyrn tidak seperti tempat tidurku yang agak keras. “ ceritaku pada vyrn yang tersenyum.
“Tapi ruangannya tidak serapih kamar tidurku Vyrn. Mirip dengan kamarmu yang selalu berantakkan..hahahahahahha” kataku lagi sambil tertawa. Vyrn pun ikut tertawa.
Mana ada kamar lelaki rapih iya kan…?!?!
Aku gak berani cerita ke vyrn tentang buku yang tadi ku buka. Aku tersenyum simpul.
“Lovelyne, kamu tahu gak sih”
aku menoleh ke arah vyrn.
“Aku tuh khawatir banget sama kamu. Aku takut makhluk dunia dibalik pintu terlarang itu akan melukai kamu.”
“Vyrn, mereka gak akan melukai aku. Mereka sedang tidak ada disana. Kita kan sudah mengintai mereka sejak 1 minggu yang lalu. Setidaknya aku tahu kapan mereka ada dan tidak ada.” Jelasku pada vyrn.
“Besok lovelyne pergi kesana lagi?” tanya vyrn dengan nada yang sedih
“Belum tahu. Besok aku harus membereskan rumah sebelum ibu dan saudara tiriku kembali dari Pryova.” Jawabku sambil menghela nafas.
“Kapan ibu tiri dan saudara tiri mu kembali ?”
“Masih 5 hari lagi. Padahal aku ingin mereka gak kembali ke storya. Tapi gak mungkin. Sepertinya mereka memantrai ayahku supaya jatuh cinta padanya dan melupakan aku.”
“Lovelyne jangan sedih ya. Kan masih vyrn, Ryn, Oktyn dan Syne.”
“Iya masih ada teman-temanku. Aku gak akan sedih lagi.” Kataku pada vyrn. Lovelyne tersenyum walau tak dipungkiri hatinya selalu sedih. Hidupnya berubah setelah ayahnya menikah dengan Seryn dari Pryova. Janji manis Seryn pada ayahnya tuk mencintai Lovelyne berubah menjadi kebencian. Apalagi setelah adik tirinya lahir emeryne. Walau emeryne tak seperti ibunya. Lovelyne sangat menyayangi adik tirinya itu.
“Lovelyne hari dah mulai gelap kita pulang sekarang. Nanti Ruym mencariku.”
Lovelyne menganggukkan kepalanya.
“Mari pulang sebelum pengawas itu datang lagi.”
Lovelyne dan Vyrn beranjak dari duduknya dan meninggalkan Gua Lyn. Mereka berlari diantara rumput-rumput yang tinggi itu. Mereka bergegas kembali memasuki desa.
“Lovelyne aku akan mengantar mu pulang”kata vyrn, Lovelyne tersenyum
“Gak usah itu si tua Ruym sudah menunggu mu. Aku kan lewat belakang. Tenang saja ya Vyrn. Sampai besok.” Seru Lovelyne sambil berlari pulang lewat belakang rumah ruym.
Rumah lovelyn ada disebelah timur desanya. Rumah yang agak besar berdinding berwarna kecoklatan. Rumah itu pemberian keluarga dari ibunya karena ibunya masih keturunan bangsawan Storya tapi menikah dengan pemuda biasa dari desa Huyn. Dan diasingkan oleh keluarga besar Krevyn, walau dulu sebelum ibunya meninggal Lovelyne sering kerumah kakek dan neneknya ke rumah besar keluarga Krevyn.
Akhirnya lovelyne pun tiba dirumah. Lovelyne mengetuk pintu
“Oh Nona muda sudah pulang “
“Iya Freyn, trimakasih “ kata Lovelyne sambil menganggukkan kepalanya, Freyn pun membungkukkan badannya. Lovelyne langsung pergi ke kamarnya.
Membersihkan dirinya dan berganti baju tidurnya yang berwana putih. Lovelyne membaringkan tubuhnya.
“aku akan tidur nyenyak malam ini..” kata Lovelyne sambil tersenyum

Kamar Handy

Terdengar suara merdu Agnes Monica dari hpnya Handy.
“Halo Bu, ada apa?” tanyaku pada ibu.
“Han, kamu dah telp kakek?”
aku lupa telpon kakek kataku dalam hati.
“Iya bu bentar lagi telpon” jawabku
“Kalo mo makan tinggal diangetin aja ya sayurnya.” Jelas ibu
“Iya bu. Sip. Bu pulang jam berapa?”
“Paling lambat jam 10 malam. Maaf ya sayang rapatna nanti jam 7.30 baru dimulai. Kamu hati-hati ya dirumah. Ibu sayang Handy. Bubye sayang.”
“Handy juga sayang ibu. Bubye, ibu juga hati-hati ya.”
Klik telpon dimatikan. Aku melihat jam di hpku jam 6 sore
“Wah aku tidur pulas. Mandi dulu ah……”aku beranjak kekamar mandi.
15 menit kemudian aku keluar. Ku buka lemari aku ambil kaos kesayanganku dan celana pendekku.
Aku turun kebawah ke ruang tivi, ku jatuhkan tubuhku di sofa empuk. Aku clingukkan dan ku ambil remote kunyalakan tivi.
Kring….Kring……Kringgg….!!!!
Ku sahut telpon yang ada dimeja kecil samping sofa.
“Ass.wrwb. “
“W’salam. Handy..ni kakek.”
“Iya kek apa kabar..? Handy kangen sama kakek.” Kataku
“Iya kakek juga kangen sama jagoannya kakek neh. Kakek baik-baik aja Han.” Jawab kakek.
“Hand, mengenai cermin tua itu.”
“Ada apa kek..? emangnya bahaya ya..?”
“Gak, hanya saja……”
“Apa kek..?” tanyaku makin penasaran apa berkaitan dengan semua mimpi-mimpiku itu ya. Tapi aku gak berani nanya sama kakek.
“Ya sudah gak jadi. Kakek ingin kamu hati-hati ya. Kalo ada apa-apa telpon kakek. Ya sudah kakek mo ke masjid dolo dah ditungguin. Wasalam”
“Waalaikumsalam”
Klik telpon ditutup. Aku makin gak ngerti. Ah sebodo teuing kataku dalam hati. Aku kembali asyik nonton. Dan akhirnya tivi yang nonton handy tidur.
Sampai……
“Hand, bangun sayang. Pindah bobonya”
Aku buka mataku walau berat
“Ibu dah pulang?” tanyaku sambil bangkit dari sofa
“Iya sudah dari tadi. Dah sana keatas pelan-pelan ya”
“Handy keatas ya Bu. “kataku sambil pergi kekamarku

Keesokkan harinya, jam 6 pagi, Handy mengoletkan badannya
“Huaaaaaaaaa..!!!”
“nyenyak sekali aku tidur sampai-sampai aku tak bermimpi tentang lorong dan gadis itu lagi.” Kata Handy yang bergegas bangun menuju kamar mandi. Sambil siul-siul kaya orang lagi jatuh cinta.
Jam 6.30 pagi
Aku berdiri didepan cermin tua itu mematutkan diri. Dah keren seruku dalam hati semoga aja si Bella nglirik aku hari ini. Aku keluar kamar dan langsung menuju ke dapur. Ibu kok gak ada, ku lihat selembar kertas diatas meja

Tuk Handy Sayang,

Maaf ya pangeranku.. ibu berangkat pagi-pagi dan langsung terbang ke Bali. Ibu gak cerita dulu soalnya kamu asyik banget tidurnya. Maafin ibu ya sayang. Ibu janji beliin kamu oleh-oleh……
Ibu dah buatin sarapan kamu di dalam kulkas tinggal diangetin aja.
Ibu pergi selama beberapa hari kamu baik-baik dirumah ya. Itu ada sedikit uang kalo kamu butuh apa-apa. Jaga rumah ya sayang. Bubye…

Love
Ibu

Aku duduk, males neh naik motor plus males kuliah.
“Gak jadi brangkat kuliah ah. Lagian aku juga ijinku belom dipake. Lumayan.”
Aku balik ke kamar ganti bajuku. Aku kekamar kerja ibuku yang bersebelahan dengan kamarku. Maen internet aja…
Akhirnya aku berkutat dengan komputer. Bisa chatt dari pagi neh, seruku senang.

Gak terasa hari dah siang dan perutku sedang demo minta makan. Aku bergegas keluar dari kamar kerja ibu.
Samar-samar aku mendengar suara dari arah kamarku. Untungnya kamarku tidak tertutup rapat. Perlahan-lahan aku dekati pintu kamarku, suaranya makin jelas…

“Dimana sih jepit rambutku…”
Aku kaget “jepit rambut..?” tanyaku dalam hati
Brak….brak… suara dari kamarku
“Waduh .. dia ngamuk”aku terus ngintip gerak gerik orang asing itu.
“Siapa dia? Dateng darimana..?” aku senderan kepintu hingga
Brakkkkkkkk..!!!! Pintu terbuka menabrak dinding.
Aku tersungkur dan……………
“waaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….” Kita berdua berteriak
Gadis itu langsung loncat ke samping tempat tidurku.
“Siapaaaaaa kamu..?” tanyaku sambil bangkit “Maling ya..kamu pencuri ya..?” seruku lagi sambil menuduhnya kuliahat gadis itu ketakutan.
Tiba-tiba gadis itu mengeluarkan saputangan putih dan berdiri.
Aku terpana…… melihatnya sepertinya wajah gadis itu pernah kulihat tapi dimana ya.. tanyaku dalam hati,
“A..a…ku…bukan pencuri…” katanya agak ketakutan.
“Lalu kamu siapa..? Datang darimana..? Mau apa?”Tanyaku bertubi-tubi kaya pak pulisi.
“Namaku Lovelyne “ jawabnya halus
“Lovelyne….?!?!” Kataku menirukannya
Gadis itu menganggukkan kepalanya. “Siapa nama kamu?”
“Handy.”jawabku singkat padat dan jelas.
“Maaf aku dah mengganggu. Ku kira kamu tak ada dirumah hari ini.” Kata Lovelyne. Aku mengkerutkan dahiku emang seharusnya aku gak dirumah, bisikku dalam hati.
Aku berjalan ke arah meja belajarku, kutarik kursinya dan duduk. Gadis itu perlahan duduk diatas tempat tidurku dan kita berdua berhadap-hadapan.
“Pasti kamu bingung ya.” Katanya lagi.
“Iya”jawabku tanpa penyanggahan. Aku terus pandangi gadis itu kira-kira berumur 16 tahun. Rambutnya hitam bergelombang, kulitnya kuning gading, dia sangat cantik. Tinggi dan proporsional.
“aku dari storya, dan tinggal didesa huyn. A..”
“bentar-bentar… storya , huyn. Sejak kapan Indonesia punya provinsi baru?”
Gadis itu tersenyum mendengar perkataan Handy. Dan Dia menunjuk ke arah cermin tua itu. Aku membelalakkan mataku
“Maksud kamu. Storya ada didalam cermin itu..” kataku mencari pembenaran.
“Iya. Storya ada dibalik cermin itu. Cermin itu gerbang menuju negriku.” Jelas Lovelyne membenarkan.
“Gak mungkin…” kataku lagi.
“Aku juga berfikir begitu. Tapi aku disini bukankah itu jadi satu bukti.” Jelasnya lagi. Aku termangu dan tanpa sadar kepalaku mengangguk-angguk.

Lovelyne tersenyum manis padaku. Aku rasakan tubuhku tersengat listrik 1000 watt. Aku mencoba menahan diriku untuk gak lari dan memeluk tubuhnya.
“Terus, ngapain kamu berantakkin kamar saya…? “ tanyaku lagi.
“Aku mencari jepit rambutku kemarin tertinggal ditempat tidur kamu.” Jawabnya polos.
“Oh…. Jepit rambut yang berwarna perak ada kupu-kupunya itu ya.”
“Iya…” jawabnya cepet. Ku lihat matanya yang bundar langsung bersinar indah. Uh…aku makin lemes. Aku segera mengambil jepit rambut milik Lovelyn dari laci lemariku.
“Ini jepit rambutnya” kataku sambil memberikan kepadanya.
“Trimakasih. Ini sangat berarti bagiku.” Kata lovelyne.
“Jadi kamu yang merapihkan kamar tidurku kemarin ya..” kataku
Lovelyne tertunduk, ku lihat wajahnya mulai bersemu merah dan menganggukkan kepalanya.
“Aduh…makin gemes aku sama dia”seruku dalam hati. Ya Allah kenapa Kau ciptakan dia sangat sempurna, kataku lagi dalam hati.
Ku lihat dia memakai jepit rambutnya itu, makin terlihat manis dan cantik wajahnya.
Lovelyne melirik jam didinding.
“Waaaaaaaaaa…!!!!!!!!!!! “
Aku kaget dia berteriak.
“Kenapa…?” tanyaku
“aku harus kembali ke negriku. Trimakasih besok aku kembali lagi. Kalau ada waktu…Trimakasih. Senang kenal dengan Handy.” Kata lovelyne sambil mengulurkan tangannya. Dengan cepat ku sambut uluran tangannya.
“sama-sama.” Kataku singkat.
Lovelyne melepaskan jabatannya dan melangkah menuju ke depan cermin. Aku melihat dengan seksama sepertinya dia sedang membaca sesuatu. Tiba-tiba ku melihat cermin mengeluarkan sinar yang berpendar. Aku terpana……
Lovelyne menoleh kearahku dan tersenyum. Dia melambaikan tangannya, kemudian perlahan-lahan dia masuk ke dalam cermin. Begitu Lovelyne masuk cahaya itu berangsur-angsur padam.
Aku dekati cermin itu ku raba-raba lagi.
“Kok bisa ya???” tanyaku dalam hati.
Aku kembali ke kamar kerja ibuku dan melamun tentang lovelyne dan berharap besok dia akan datang lagi.

bersambung

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer athadarmawan
athadarmawan at Negri Dibalik Cermin ( 2 ) (14 years 18 weeks ago)
80

bagus..^^

Writer sekar88
sekar88 at Negri Dibalik Cermin ( 2 ) (14 years 34 weeks ago)
70

cepetan kirim sambungannya ^_^. saran nih , perbanyak belajar menulis tidak hanya dalam bentuk dialog karna utk sebagian orang ada yang ga nyerti ma dialog suka bingung siapa yang ngomong. semakin sering nulis pasti makin bisa.^_^

Writer arien arda
arien arda at Negri Dibalik Cermin ( 2 ) (14 years 34 weeks ago)
50

rien tunggu komennya juga ya.. buat yg kedua.. biar bisa rien perbaiki diepisode mendatang