Negri Dibalik Cermin ( 1 ) Editan

"Jangan..!!!" aku tersentak bangun. Ku lirik jam disebelah tempat tidurku. Jam menunjukan masih pukul 2 pagi. Ku kembali membaringkan tubuhku.
"Mengapa ku selalu bermimpi hal yang sama?" tanyaku dalam hati. "Ada apa sebenarnya...?"
Ku kembali menerawang semua mimpi-mimpiku. Siluet-siluet mimpiku berlalu lalang dipikiranku. Membuat mataku tak bisa terpejam lagi.
Entah aku ada dimana tapi perasaaanku mengatakan aku mengenal tempat ini. Sepertinya hanya berkutat didalam kamarku saja. Disatu sisi ku bisa melihat kamar tidurku dan disisi yang lain lorong yang panjang. Ku terpaku memandang lorong yang samar-samar karena agak gelap, "Ada apa diujung sana..?" pertanyaan itu selalu muncul dipikiranku. Tapi entah mengapa ada rasa takut yang menyelimutiku setiap aku mencoba tuk mencari tahu sampai dimana ujung lorong ini. Setiap kali ku merasa takut aku terbangun dari mimpi-mimpiku. tapi tadi....
Aku terbayang mimpiku. Dimana aku kembali berada dilorong itu. Aku mencoba menghilangkan ketakutanku.
Dengan perlahan ku melangkahkan kakiku. Gelap dan aku merasakan dinginnya dinding lorong dan bulu kudukku meremang. Tapi ku pantang menyerah terus berjalan dengan merapatkan tubuhku ke dinding. Tiba - tiba
ku melihat cahaya makin lama makin mendekatiku dan makin terang..
Aku terhenyak,diam tak dapat bergerak. Kurasakan angin dingin memeluk tubuhku, menusuk-nusuk kulit tipisku dan detak jantungku makin cepat. Aku makin gelisah.
Di depanku sana ku melihat seorang gadis dengan rambutnya yang terurai hingga sepinggang dan gaun putihnya yang lusuh. Memandangku dengan wajah yang sedih, seakan-akan ingin mengatakan sesuatu.
Aku terus melangkah mencoba mendekati gadis itu. Ada rasa ingin tahu yang besar didalam dadaku.
Ku terus pandangi wajahnya.
Samar-samar ku mendengar suara langkah orang.
Gadis itu menengok ke belakang dan kembali menatapku. Ku bisa rasakan ketakutan yang amat sangat dalam dirinya. Dia seperti menyuruh ku pergi. walau tak ada sepatah kata keluar dari bibirnya tapi aku bisa merasakannya didalam bathinku dia menyuruhku pergi.
aku melangkah mundur perlahan-lahan. Ada ketakutan yang menghampiriku.
Suara langkah itu makin jelas mendekati gadis itu. tiba-tiba..
ku melihat bayangan lelaki bertubuh tinggi dan besar..menarik tangan gadis itu dan kemudian dibawanya pergi. Gadis itu mencoba meronta sebisa dan sekuatnya tapi lelaki itu bukan tandingannya.
Ku berteriak..dan...

Aku pandangi langit-langit kamarku. Mencoba berfikir ada apa dengan mimpiku. Hingga akhirnya ku tertidur lagi.

*****************************

Tok..tok..tok...
"Handy...dah bangun belum? Kamu gak kuliah hari ini?"
Aku mengolet....
"Iya bu..dah bangun..." jawabku
"Ya sudah.. ibu tunggu di ruang makan ya."
"Iya bu.."
Aku bangun dari tempat tidurku bergegas mandi.
Udah rapih aku berdiri di depan cermin yang berdiri tegak didinding. Aku sangat suka dengan cermin model kuno ini.
Seperti cewe saja ya aku senang berlama-lama didepan cermin. Sampai..
"Handyyyyyyyyyy....!!!!!!!!"
"Iya Bu... handy turun.." sahutku sambil mengambil tas ransel diatas meja.
Ku bergegas keluar kamar menuju ke ruang makan.
"Han, tadi kakek telpon.."
Aku memandang ibu tumben kakek telpon pikirku.
"Kakek baik-baik aja kan Bu?"tanyaku
"Iya, kakek baik-baik saja kok. Tadi kakek bilang cermin kuno itu ingin kakek simpen dirumah kakek saja." jelas ibu.
Aku kaget..
"Kenapa Bu?"
"Cermin kuno itu kan milik kakek yang dititipkan ke Ibu dulu. Mungkin kakek kangen dengan cermin itu." jawab ibu lagi.
"Ya sudah nanti Handy telpon kakek."
kataku sambil menghabiskan nasi goreng special dari ibuku.
Aku anak tunggal dan tinggal bersama ibuku, ayahku sudah meninggalkan kami sejak aku berumur 10 thn. Ibuku seorang wanita hebat, aku bangga dan sayang banget sama ibu. Makanya aku gak pernah mau buat ibu kecewa.
Aku terus melihat ibu yang sibuk menyiapkan semuanya dari masak, nyiapin tugas kantornya, ibu gak pernah mengeluh.
"Han, ibu nanti pulang agak malam ya. Ada rapat dengan dewan direksi."
"Iya bu. Ya udah.. Handi pergi kuliah dulu. Assalammualaikum "
Sambil ku cium tangan ibu.
"Waalaikumsalam"
Ku pergi kuliah dengan motor kesayanganku.

************************************

Sementara itu di kamar Handy yang masih berantakkan.

Cermin itu bergetar hebat. Tiba-tiba sebuah kaki keluar dari cermin itu dan menapakkan kakinya, tangannya, badannya, dan kepalanya. Kemudian..
"Ahhhhhhh... akhirnya bisa juga." kataku sambil melemaskan seluruh badanku. “Ternyata benar kata Vyrn. Ada dunia yang berbeda dari duniaku.”
Aku melihat-lihat sekeliling ruangan. “ Penataan yang bagus. Tapi berantakkan banget. Pemalas..dia selalu malas... Dah seminggu ini aku perhatikan selalu begini" dengan riang gembira aku bereskan seluruh kamarnya. Akhirna kelar juga.
“Beginikan rapih….” Kataku . Aku duduk ditempat tidur dan termangu
“hmm mo ngapain lagi ya?” pikirku. “aha..! Waktu itu aku lihat dia menaruh sesuatu dibawah tempat tidurnya.” Ku bungkukkan badanku dan mengambil sesuatu dibawah temapt tidur. Aku lihat-lihat, “apa ini..? apa seperti buku milik si tua Ruym, penuh dengan mantra-mantra. Tapi kok ada gambarnya, bukunya ruym tak ada gambar seperti ini. Waaaaa…….!!!!” mataku melotot…brak!! kututup majalah itu. Nafas memburuku hingga mataku terbelalak. “buku macam apa ini..?! apa ini yang dibilang si tua Ruym sebagai kitab terlarang..? Dosa tidak ya..? Um… hihihihihihi mumpung bukan diStorya jadi gpp liat-liat. Dia saja boleh punya, kenapa aku gak boleh ya..? Nanti aku ingin tanya ke Vyrn. Wah dia itu memang nakal..." kataku sambil membuka kembali halaman buku itu. Aku makin bengong melihat semua majalah itu.

Karena keasyikkan melihat-lihat majalah akhirnya dia tertidur. Hingga...
Brum..brum...!! terdengar suara motor masuk kehalaman rumah

Aku tersentak dari tidurku..
"Ups dia dah pulang...aku harus pergi.."
Dengan terburu-buru aku kembali kedalam cermin.
“Wah.. gawat.. jepit rambutku!! “Seruku panik. “Aduh bagaimana neh.?!! Aku harus bilang apa pada Vyrn?” ku hanya menatap dari balik cermin.

*************************************

Aku parkir motorku digarasi. Kututup pintu pager plus digembok. Hari gini maling banyak. Aku tutup pintu garasi. Aku buka pintu samping. Langsung ke dapur ambil minum... wuihhhhhh rasanya seger banget. Entah kenapa jakarta masih panas aja.
aku langsung kekamar, ku buka pintu dan
"Weksss...!!! Aku salah masauk kamar ya?" tanyaku sendiri. aku kembali keluar dan kulihat name tag di pintu
"Handy garage, bener kamarku" aku masuk lagi. Aku melihat sekeliling kamarku. Kok rapih ya ? tanyaku
"Siapa yang ngrapihin? Ibu gak mungkin"
Aku taruh tasku diatas meja. Mataku tertuju ke tempat tidurku.
"Setttttt...majalah-majalah ini kenapa bisa ada disini..?" aku pandangi majalah-majalah itu “Perasaan, semalem dah aku taruh dibawah tempat tidur.??!!” Ku kembalikan majalah ditempat persembunyiannya. Aku kembali memandang seluruh ruangan kamarku. “Capek banget hari ini.”keluhku dan kuletakkan tanganku ditempat tidur.
"Aduh..apa ini?" tanya ku dan aku angkat tanganku
Aku ambil benda itu.. ku pandangi dengan teliti sambil mengrenyitkan dahi
"Jepit rambut siapa...? Perasaan aku gak punya jepit rambut ini."
aku makin bingung kulihat lagi jepit rambut yang berwarna perak dengan gambar kupu-kupu di tengahnya. “Aku kan cowo…lagian aku lom punya pacar. Kali punya ibu..nanti aku tanya sama ibu mendingan disimpen saja dulu.." sambil beranjak dari tempat tidur menuju lemari. Ku simpan jepit rambut perak itu di laci lemari dan kukunci. Aku merasa gelisah aku tengak-tengok
"SIapa disitu.." teriakku. aku merasa ada yang memperhatikanku dari tadi. Tapi dimana pikirku.
Aku berbalik ke arah cermin kuno itu ku tatap cermin itu.... lama..sekali..hingga...
"Waaaaaaaaaaaaaaaa...!!!!!!!!!!!" aku berteriak dan reflek menjauhi cermin itu. Aku atur nafasku ... bagaimana aku gak kaget. Aku seperti melihat sepasang mata berkedip . aku tenangkan diriku dan dengan keberanian ku kembali kedepan cermin itu lagi.
"aneh..!" Aku pandangi lagi tapi gak ada apa-apa. Aku raba-raba kali aja two way mirror. Tapi gak mungkin menempel didinding saja enggak. Aku kebelakang cermin,”Masih seperti semula. Apa mungkin halusinasiku saja." Kataku menenangkan diri. Aku kembali ke tempat tidurku dan membaringkan tubuhku, berusaha tuk tak peduli.
Sementara si gadis cermin terus memandang handy. Kemudian ia tersenyum dari balik cermin dan ia melangkah kembali melewati lorong gelap.

bersambung

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer evikaye
evikaye at Negri Dibalik Cermin ( 1 ) Editan (14 years 32 weeks ago)
50

Gw ga ngerti lu tuh bikin cerita apa puisi. Pliss, kata -ku ditaronya di belakang. jangan di depan. baca ceritamu jadi kagok gara-gara -ku itu. untuk membuat cerita yang asyik, bukan hanya ide brilian saja yang harus dimiliki. kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan benar pun adalah sesuatu yang mutlak harus dimiliki. pake bahasa gaul juga ada aturannya loh!! Maju terus!!! never retreat!!

Writer penjahat
penjahat at Negri Dibalik Cermin ( 1 ) Editan (14 years 33 weeks ago)
50

mana nich sambungannya....?

Writer Susy Ayoe
Susy Ayoe at Negri Dibalik Cermin ( 1 ) Editan (14 years 33 weeks ago)
50

ceritanya seru nih

Writer REGALIA
REGALIA at Negri Dibalik Cermin ( 1 ) Editan (14 years 34 weeks ago)
50

waaa asyiik juga tuh punya teman di dalam cermin.ide ceritanya boleh juga nih.dah lebih baik dari yang kemarin peletakan paragraf dan pemilihan katanya. baguus :)

Writer arien arda
arien arda at Negri Dibalik Cermin ( 1 ) Editan (14 years 34 weeks ago)

* trims buat sarannya dan kritikanya. masa puisi...? dimana nya..? maaf kalo kurang-kurang... namanya juga lagi belajar. hehhehehehehhe
*rien tunggu komennya ya.... ini dah diedit