A.Arifin : Comments

Writer deedim25
deedim25 at (6 years 16 weeks ago)

takdir yang sedih. sedih karena begitu saja terbawa hati. untuk remaja sih bagus.

sijojoz at (6 years 17 weeks ago)

lupa belum ngasi poin. pada bagian 'hanya menerima makian dari orang tuanya' sebenarnya ngerasa terlalu berlebihan hehehe.

sijojoz at (6 years 17 weeks ago)

nice!

Writer Ichsan.Leonhart
Ichsan.Leonhart at (6 years 29 weeks ago)

Baca bagian ke dua saya kurang bisa menangkap gambar keseluruhannya~
.
Tapi menurut saya, suasana gelap yang disampaikan di cerita pertama itu benar kena apa adanya. Penuturan si MC begitu sadis, dingin, tapi ucapannya memang masuk di logika.
.
Lalu di bagian yang terakhir, awwww~
Filosofi-nya dalam sekali. memang benar ya, bahagia itu apa? yang menghambat seseorang jadi bahagia itu apa? lantas kenapa juga seseorang tidak bisa menjadi bahagia?
Ini dalam sekali~

Writer AninditaAyu
AninditaAyu at (6 years 30 weeks ago)

Suka dengan ketiga ceritanya kak. Tapi yang paling aku suka, si cerita pertama. Ga tau kenapa akhir-akhir ini emang lagi sukanya sama yang agak-agak dark.

Btw, salam kenal ya kak. Masih pemula banget ini kak.. :D

Writer Wanderer
Wanderer at (6 years 30 weeks ago)

Di saya malah simbol-simbol gitu yang bermunculan. Hehe.

Writer A.Arifin
A.Arifin at (6 years 30 weeks ago)

Salam kenal juga.. di saya blognya bisa diakses kok?

Writer Wanderer
Wanderer at (6 years 30 weeks ago)

Gabungan fiksi mini mengenai emosi, ditinjau dari berbagai sudut pandang berbeda. Menarik. Sebenarnya tidak ingin membandingkan, setiap bagian punya ketertarikan tersendiri, namun yang menarik bagi saya justru cerita ketiga. Benar sekali, kalau mikirnya bisa logis, yang mengatur bahagia atau tidaknya seseorang adalah otak. Baper itu hanya efek samping dari kurangnya berpikir logis, atau kekurangan dopamine :p
Menurut saya ini bakal lebih seru kalau dihubungkan secara ilmiah, jelasin sistem syaraf, stimulus, hormon, dan seterusnya, yang menghubungan emosi dengan fungsi otak.
Cerita kedua juga cukup menarik bagi saya. Di sana kamu lebih berfokus pada pendalaman emosinya.
Cerita pertama tidak terlalu mengena. Barangkali karena sudah banyak cerita yang sejenis.
Btw, blog-nya belum bisa diakses?
Semoga berkenan.
Salam kenal.

Writer A.Arifin
A.Arifin at (6 years 30 weeks ago)

Kagak punya id line bang... satu-satunya akun media sosial yang aktif cuma facebook doank hahaha..

Writer hidden pen
hidden pen at (6 years 30 weeks ago)

ane mau komen tpi koq gagal tyuz bang , mungkin masalah koneksi ya uhk uhk. Umm ane nyumbang doa dech moga banyak yg berkunjung. Ehm ehm bang arifin gak gabung di grup line ?