Alfare : Comments

Writer elbintang
elbintang at (8 years 22 weeks ago)

untuk bacaan iseng yang bukan romance cerita ini menggunakan kata-kata lebay :) *sengaja?
magnifikasi, dilatasi, halusinogen, fiuh'

dan yah...dimaklumi kalau buncit dan cerita-cerita lama itu semacam curcol :))

*** ya, bisa lebih baik dari ini, Alf

Writer Alfare
Alfare at (8 years 23 weeks ago)

Hoo. Itu penilaian yang menarik Mit. >.<
.
Aku mesti akui soal siku-siku itu soalnya aku sendiri emang belum mau ngedit ini lebih jauh. Soal si karakter utamanya keobsesi apa enggak, sebenernya di bayanganku enggak segitunya juga. Kalau mau, menganggap tindakannya memakan sisa makanan si Rima enggak berarti apa-apa juga bisa kok.
.
Pada akhirnya, ini cuma kubikin buat memenuhi tantangan. Jadi mending enggak usah terlalu dipikirin.
.
Makasih karena udah baca.

Writer smith61
smith61 at (8 years 23 weeks ago)

Betul tuh, mungkin kalo begitu, saya juga akan diem-diem makan burgernya. *laper*

---

Ya ampun, untung saya enggak dapat tantangan ini, sepertinya repot.

---

Narasinya Bos Al terasa Bos banget dari dulu ya. Kalau terbayang visualnya tuh lembut tapi agak bersiku-siku gimana gitu.

---

Tapi sebenarnya karakter utamanya ini terobsesi apa enggak sih?

Konflik yang ditampilkan ini apa jadinya semacam temptation saja untuk kembali terjerumus dalam obsesi gitu ya?

---

btw mampir dong ke cerpen tantangan saya dong Bos, saya rindu sama komennya si Bos Al :p

Writer Alfare
Alfare at (8 years 23 weeks ago)

Tiba-tiba aja saya nyadar apa yang sebenernya dimaksud Bang Shin! O_o
.
Itu masukan yang berharga. Makasih lagi karena udah berkomen.

Writer Alfare
Alfare at (8 years 23 weeks ago)

Salah satu tema yang berusaha (suka) saya angkat itu subjektifitas. Bagusnya sih setiap karakter bisa ditunjukin pendapat mereka sendiri soal apa yang terjadi, tapi berhubung saya malas dan dibatasi jumlah karakternya, jadi enggak bisa.
.
Makasih udah mampir buat ngasih komen Om Shin >.<

Writer Shinichi
Shinichi at (8 years 24 weeks ago)

hmmm...
saya sudah membaca ini :D tapi maafkan diriku, Om, semisal tidak bisa memberikan komentar yang berarti selain saya juga ikut membaca hasil kerjaanmu :D

secara keseluruhan, saya berpikir akan lebih oke bila pembaca melihat pemaparan konflik itu terjadi bukan lewat narasi tokoh :D tapi peristiwa demi peristiwa. tapi, jelas itu adalah pertimbangan Om sebagai penulisnya.
kip nulis dan kalakupand
ahak hak hak

Writer Alfare
Alfare at (8 years 24 weeks ago)

Ya iya. Enggak akan ubah kalo gitu. :3
.
Makasih lagii.

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at (8 years 24 weeks ago)

JANGAAAAAAAAAN!!!
Jangan diubah!!!
Serius!
Kalau dikau ngincer impact, Bos Al, itu dapet. Banget.
Setuju sama Bang Xeno, jangan diubah. Biarin aja si tokoh utama menjijikkan kayak gitu.

Writer Alfare
Alfare at (8 years 24 weeks ago)

Kayaknya emang saya perlu memperbaiki beberapa hal secara teknis.
.
Saya engga biasa nulis hal melankolis. Tapi berhubung ini diminta bernuansa agak gelap, saya coba bikin yang saya bisa. Saya pikir enggak akan apa-apa karena toh pendek ini.
.
Terima kasih juga atas komentar dan masukannya.

Writer litera
litera at (8 years 24 weeks ago)

Permintaan ringkas yang selama bertahun-tahun pernah kubayang-bayang.
mestinya kubayangkan sih,
dan nafas- mestinya napas, terlepas dari teknis yang babibu itu, saya menikmati cerita ini, cuma rasanya karakter utama yang cowok kan? terkesan begitu melankolis, tapi saya sangat menikmati bagian-bagian observasi yang mungkin bukan poin utama seperti:
Wajahnya memerah, kukira karena dingin.

Sementara, sore sudah menjelang.
.
gyaa saya suka detail-detail tingkah laku dan asumsi dari karakter utama yang tidak menyangkut perasaan mereka, karena saya merasa terlalu melankolis, tapi memang mungkin seperti itu, sayanya saja yang bermasalah, hehe.
good reading, thank you. and keep writing yo!