arnotaikuda : Comments

Writer KieROCKERS
KieROCKERS at (4 years 45 weeks ago)

:v

Writer melangkah_pergi
melangkah_pergi at (5 years 5 weeks ago)

terkadang pengungkapan memang tidak perlu banyak kata

Writer thesucimers
thesucimers at (5 years 9 weeks ago)

apa yang mw dibaca

Writer arnotaikuda
arnotaikuda at (5 years 19 weeks ago)

Ini ditulis dengan kondisi emosi menghampar di sekujur diri, mengunci setir rasio, menebas. dan berangkat dari inkonsistensi orang (atau orang-orang) yang saling berbalas. saya tidak tahu menahu teknis penulisan sajak yang baku, dan hanya menuliskan apa yang menyentak di benak. Terima kasih banyak untuk komentarnya, salam kenal :)

Writer arnotaikuda
arnotaikuda at (5 years 19 weeks ago)

ya mungkin terkadang kita harus membiarkan yang lalu, tapi kita perlu berefleksi dan menuntaskan yang lalu agar kedepan bisa melaju di atas tanah yg kokoh, bukan di atas pasir. salam kenal :)

Writer MAmphibian
MAmphibian at (5 years 20 weeks ago)

Kok kayak stres, terus ngerokok, trus mikir ngerokok apa gunanaya padahal pahit, tapi tetep aja ngerokok. Iya ga si?

Writer MAmphibian
MAmphibian at (5 years 20 weeks ago)

Kurang tau apa saya yang ga nangkep atau gimana,
Tapi bait terakhir seperti wasted,
Sepanjang itu dan saya ga kena, nonjok langsung seperti bait pertama dan kedua,
Jadi serasa kecewa karena 2 bait awal sebagus itu terbuang percuma sudah cuma - cuma,
Salam kenal :)

Writer samalona
samalona at (5 years 20 weeks ago)

Mungkin karena saya belum/kurang tidur sejak kemarin dulu, sehingga sampai 30 menit membaca tulisan ini beberapa kali saya belum menemukan gambarannya yang utuh. Padahal saya ingin sekali mengapresiasinya. Baiklah saya coba:
Dari segi bentuk, saya kira tidak ada pola tertentu yang diikuti. Jumlah baris tiap bait tidak sama, tetapi bisa jadi disengaja, karena di bait 1 ada 8 baris, bait 2 ada 9 baris, dan bait 3 ada 10 baris; mungkin semacam eskalasi. Sayangnya dari segi isi saya gagal menangkap eskalasi itu, yaitu intensitas atau ketegangan yang memuncak, naik. Menurut saya bait 3 tidak mencerminkan ketegangan yang melebihi bait 2, apalagi bait 1. Tetapi mungkin saya keliru.
Persajakan di akhir baris dan di dalam baris terkesan mengikuti pola acak. Saya jadi berpikir, mungkin pola persajakannya mengikuti aliran bawah sadar yang intinya harus mengalir, tak mengapa sebentar ke kiri sedikit sebentar ke kanan, seperti air di sungai, dan bukan lurus-lurus harus diarahkan, seperti air di talang. Dan ternyata saya menikmati juga aliran persajakan seperti itu.
Dari segi isi, ada samar-samar seseorang (atau orang-orang tertentu) yang dituju, tetapi juga ada kesan tidak mau terikat pada satu tujuan tertentu saja. Seakan membiarkan puisi ini berangkat sendiri dan menentukan tempat berhentinya sendiri; kalau ada orang yang merasa puisi ini mengena pada dirinya, maka jadilah itu.
Berangkat dari pemikiran tersebut, saya mencoba meresapi tulisan ini seakan ditujukan kepada saya. Dan ternyata saya bisa merasakan ada sentilan-sentilan yang mengena, seperti mengajak saya meninjau ulang keberadaan saya saat ini.
Saya kira itu yang bisa saya resapi dari tulisan ini.
Salam

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at (5 years 20 weeks ago)

Yang lalu biarlah berlalu....

Writer arnotaikuda
arnotaikuda at (6 years 5 weeks ago)

Thanks, actually that's quite obvious.. but, yeah some things are better left unexplained :)