dewi linggasari : Comments

Writer ZooQ
ZooQ at (1 year 13 weeks ago)

.

Writer alfina_artamevia
alfina_artamevia at (1 year 38 weeks ago)

dihapus ya?

Writer nusantara
nusantara at (1 year 43 weeks ago)

baru tahu saya kalo ho chi minh nama orang, heee
puisinya bagus.

Writer nusantara
nusantara at (1 year 43 weeks ago)

bahtera rumah tangga mengarungi samudera kehidupan ya pasti lah dapat gelombang badai kena ombak besar dan bisa mengaramkannya. Nakhoda nya bisa sanggup melawan badai kehidupan barulah bahtera rumah tangga ga karam. kalau karam kan cari bahtera lain dan nakhoda lain dan coba berlayar lagi.
selama kebencian itu tak menjadi dendam dan saling bunuh macam berita di tv itu, hee.

Writer nusantara
nusantara at (1 year 44 weeks ago)

dimana?

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at (1 year 46 weeks ago)

Perjalanan masih satu putaran sebelum purna. Saat ini jawaban tetap "entah...." Salam dan hormat ....

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at (1 year 46 weeks ago)

Hello paman, selalu senang dengan hadirmu. Merantau dalam waktu panjang ternyata melelahkan, sulit membedakan wajah kawan dan lawan. Sekedar bertandang, berbagi keluh kesah. Beribu terim akasih untuk hadir, memberikan kekuatan ....

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at (1 year 46 weeks ago)

Hello paman.... setelah perpisahan yang panjang. Akhirnya sua kembali, lapak terasa sunyi. Dimana para sahabat yang dulu riuh meramaikan situasi. Benar, ada yang harus disembunyikan di balik "biru...."

Writer man Atek
man Atek at (1 year 46 weeks ago)

RODA WAKTU

Semacam hidangan pembuka
setelah sekian putaran
serasa tak hendak
menapak ulang

jejak jejak yang berserak
menaiki halimun lelana
berkubang harap
hanya menjumput entah

Writer man Atek
man Atek at (1 year 46 weeks ago)

BIRU

Ada aroma pemberontakan pada puisi Biru, besutan Dewi Linggasri ini. Metafora ikan dan burung diambil sebagai simbul cita citanya untuk mencapai kemerdekaan,
meski harus menunggu sangat amat lama.

Entahlah surat seperti apa yang harus ditulis.

/pun sepucuk surat kembali
tertulis dengan leleran darah/

Lebih lebih dengan pertanyaan berikutnya:

/: siapa sesungguhnya kita?/

Puisi yang penuh misteri di tengah diksi yang tak bertepi. hm ...