duduk : Comments

Writer nusantara
nusantara at (3 years 1 week ago)

BAGUS

Writer casuno
casuno at (4 years 42 weeks ago)

Ceritanya seperti curhat. Jadi pengen nyobain ketan bakar panas.

Writer ziahnuraisyah
ziahnuraisyah at (5 years 12 weeks ago)

Saya ilmunya cetek banget soal puisi-puisi. Nice puisi, apalagi di bait:

Baru aku sadar kemarin

Hidup ini sebenarnya tidak sulit

Seumpama balon yang pecah, kita tinggal meniupnya lagi

Karena balon yang sudah pecah

Tidak akan pecah lagi.

Jadi buat saya sadar s sebenearnya hidp mtidak sesulit yang kita pikirkan, hanya saja kita yang mempersulit dengan tuntutan-tuntutan yang tinggi.

Writer ziahnuraisyah
ziahnuraisyah at (5 years 12 weeks ago)

ini pertama kali saya baca karya kamu jadi maaf ya jika ada kesalahan komentar, hehe. Berhubung ilmu saya masih cetek jadi bisanya komen yang dasar-dasar. Ke dan di diikuti'tempat' harusnya dipisah dan saya lihat ada beberapa yang masih digabung untuk cerita sederhana, ringan namun terasa sehingga enak dibaca dan tiba-tiba saja ceritanya sudah habis dan harus menunggu part selanjutnya. Hanya saja karena saya tidak tahu prosedur di rumah sakit, apakah memang ada waktu jaga hingga 36 jam non-stop? apakah memang diperbolehkan? (ini saya karena memang tidak tahu)

Writer duduk
duduk at (5 years 19 weeks ago)

Salam kenal.
terima kasih atas masukannya. jangan ragu kalau saya ada salah untuk dikoreksi.

Writer duduk
duduk at (5 years 19 weeks ago)

Salam kenal.
terima kasih atas masukannya...
Saya masih belajar sedikit-sedikit. hehehe.

Writer liandydy
liandydy at (5 years 25 weeks ago)

Ceritanya bagus :)
sedikit masukan EYD-nya sedikit harus diperhatikan kembali. Seperti penggunaan tanda koma setelah kata karena (kurang tepat), penggunaan huruf kapital pada kata "rumah sakit" yang tidak diikuti nama rumah sakitnya, penggunaan kata depan "ke" pada paragraf 6 "ke kamar" lebih teliti lagi. Namun, secara keseluruhan ceritanya bagus, alurnya mengalir, dan bahasanya ringan untuk dipahami. Terus semangat menulis ya :)

Writer duvernoy
duvernoy at (5 years 25 weeks ago)

Waww ini cerita yang nggak berat, cocok di saat saya sudah suntuk karena persiapan un (doakan saia warganet sekalian #promosi)

Nggak banyak kata-kata sulitnya, mengalir begitu saja, dan waktu saya baca sampai endingnya baru sadar kalau ini cerbung lah padahal lagi enjoy banget bacanya. Tapi gapapa semakin penasaran nanti kalo lanjutannya keluar pasti berasa makin seru hehe.

Anyway (halah sok-sokan pake bahasa inggris abis ngerjain lat un ingg =p) kalau saya nggak salah penggunaan kata depan itu dipisah kan? Ehmm.. Tolong betulkan kalau saya salah tp setahu saya yang ini:

'Setelah menerima pesanan dari kami berdua, bapak itu segera bergegas kearah panggulannya.'

dan ini:

'Dan lagi, diumurnya yang muda,'

Untuk 'kearah' harusnya 'ke arah' dan 'diumurnya' seharusnya 'di umurnya'?

Yah itu secara teknis doang sih yang penting ceritanya bagus ya kan ya? Ehe

Writer retata
retata at (5 years 25 weeks ago)

kadang banyak hal yang semesta utus jadi jawaban atau sekedar pengingat , beberapa jam yang lalu saya berpikir kenapa ada manusia yang bahagia tanpa usaha (menurut saya ya) disisi lain ada juga yang tapak kakiknya hampir habis karena berlari dijalan berbatu tanpa sepatu , dua-duanya karya sang maha , kenapa terasa timpang ?
lalu tanpa sengaja menghampiri cerita manis ini ,
saya tersenyum seperti tengah menyeruput kopi di pagi dingin .

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at (5 years 28 weeks ago)

duh, Mbak Anita peka dikit dongg huhuu :")