kukuhniam : Comments

Writer alifwood
alifwood at (4 years 5 weeks ago)

Jadi inget ibuku... :(

Writer kukuhniam
kukuhniam at (4 years 6 weeks ago)

wah gitu ya mas, padahal sudah coba saya buat bahasanya se childis mungkin, seperti yang nangis kalau jatuh, senyumnya yang manis lucu, temannya utari yang tidur siang, ternyata masih gagal masuk diakal ya.
mencoba keluar dari kotak mas, nambah ilmu,hehe

Writer daniswanda
daniswanda at (4 years 6 weeks ago)

Maksud endingnya si "aku" itu anak TK ya? Rada nggak cocok sama narasi, berasa uda gede soalnya. Kalo bener gitu, twist di akhir gagal menurut saya. Tapi lumayan kaget nemuin tulisan beda dari mas Kukuh kali ini. Salam.

Writer latophia
latophia at (4 years 6 weeks ago)

Saya kalo komedi mah asal senyum2 berarti bagus aja :D
Dan ini lucu kok, walaupun agak maksa tapi biarlah... yang penting lucu XD

Writer herjuno
herjuno at (4 years 6 weeks ago)

Oh gitu, mungkin bisa pakai alternatif lain yang lebih nyambung lain kali?

Writer kukuhniam
kukuhniam at (4 years 6 weeks ago)

terima kasih om Her
Seperti memang dipaksakan semua ya, dari awalpun saya ngerasanya begitu
Soal Gugun yang Gay itu ingin saya jadikan pengantar kalau seolah Gugun itu tipe pria pendiam yang seolah nggak tertarik perempuan. tapi sebenarnya ada sisi lain dari Gugun gitu. begitu om, tapi ternyata gagal,

Writer herjuno
herjuno at (4 years 6 weeks ago)

Halo, saya datang.
.
Ini mau jadi komedi, ya? Kalau menurut saya,sih, adegan atas sama bawah kurang nyambung. Sama kayak kata Shin, jadi kayaknya pemikiran Bu Rukiana bahwa Gugun gay itu hanya for the sake of comedy aja, tapi enggak dibahas lagi dan ujung-ujungnya ngambang.
.
Tapi saya suka adegan penyelesaian pertengkaran Maul dan Gugun, di mana Gugun berupaya menenangkan Maul, dan Maul "fell for it". Adegan ini terasa believable menurut saya. Meski bagian terakhirnya, di mana ada ibu-ibu nge-rant tentang amplop dan uang itu, seperti kata The Smoker, agak maksa.
.
Tepok tangan karena udah nyelesaihe.

Writer kukuhniam
kukuhniam at (4 years 6 weeks ago)

terserah anda mas mau dipanggil apa, kukuh boleh, niam juga boleh
Sepertinya anda faham maksud saya dengan membuat karakter Gugunnya.
Intinya, saya ingin Gugun terlihat pendiam, tak dekat dengan wanita, bahkan dengan ibunya. Hidupnya hanya untuk sekolah. Sosoknya diluar rumah jadi misteri untuk ibunya. Tertutup gitulah. Bahkan banyak misteri lainnya.
endingnya saya mau bilang, Gugun ini playboy (master)
Meski muka ngepas selalu berusaha meluluhkan hati wanita
Tapi saya pancing pelan-pelan, kan nggak enak kalau ujug-ujug ketahuan. Makanya ada insiden keceplosan. Itu semata-mata agar orang tau ada sisi lain di gugun selain pendiam dan kelihatan setianya itu.

Soal mak tuka, saya buat karakternya nyentrik, jadi biar gak heran kalau dia serba tahu. Seperti nenek2 hobi baca koran (biasanya kan kakek)
Susu dengan garam
keceplosan itu
Dan berujung nyari Gugun dikampus
Tapi rupanya karakter Mak Tukanya gagal,haha

Soal Bu Rukiana saat keceplosan itu, tadinya saya buat shok juga. Tapi akhirnya saya musnahkan karena takut bikin konfliknya jadi dobel. Padahal yang ingin saya tunjukkan konfliknya kan antara Maul dan Gugun

Sekian penjelasan saya mas
Ngomong-ngomong, orang malang kah mas?

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at (4 years 6 weeks ago)

Halo, Kuku, salam kenal (aku masih bingung memanggilmu dengan apa?)
.
Aku rasa ini cerpen pertama darimu yang aku baca, jadi tidak bisa menganunya dengan cerpen-cerpen yang lain milikmu (apa coba?).
.
Hal yang membuatku bertanya-tanya adalah kelogisan dalam cerita.
.
Bagaimana, ya, hm... aku juga kesulitan menjelaskan ini...hehe.
.
Pada awal cerita pembaca diperkenalkan pada masalah Bu Rukiana yang khawatir terhadap anak lelakinya yang tampaknya tidak tertarik pada perempuan, namun masalah ini kemudian tenggelam tanpa penyelesaian. Lebih tepatnya mungkin diserobot masalah lain, dan tanpa disadari menyelesaikan masalah itu tanpa kejelasan..
.
Gugun yang tadinya "berbaju(apa istilah tepatnya, ya, figur, sosok)" lelaki yang tak nampak tertarik pada perempuan (dari sudut pandang tokoh Bu Rukina) berubah menjadi lelaki beruntung yang memiliki kekasih cantik (ini seharusnya memberi dampak pada asumsi pertama tokoh Bu Rukina, dan dalam cerita di sini cukup berhasil. Bu Rukina senang).
.
Namun sosok Gugun kembali dirubah menjadi playboy (secara perlahan, dimulai dari sudut pandang tokoh Mak Tuka yang keceplosan bicara). Bagian ini cukup memberi pancingan pada pembaca, membuat mereka menduga-duga. Secara sederhana cerita memberi dua opsi pilihan: Mak Tuka rabun: Gugun lelaki setia, atau Gugun Playboy: Mak Tuka keceplosan.
.
Dan cerita berlanjut dengan dua opsi itu di dalam pikiran pembaca, membuat mereka merasa tertarik untuk melanjutkan. Nilai plus dalam cerita.
.
Namun, aku menemukan titik "noda (jangan noda, berasa apa gitu, bagaimana kalau 'lubang'? [apa lagi ini?] )". Kalau cerita ini memang dimaksudkan demikian, lalu apa fungsi dari tokoh Bu Rukiana?.
.
Kalau memang Gugun Playboy, atau bahkan ia setia hanya Mak Tuka yang tak bisa membedakan orang, tokoh Bu Rukiana tidak akan merasa khawatir akan anaknya tersebut. Mak Tuka yang adalah neneknya bisa tahu Gugun punya pacar, ibunya pasti lebih tahu, atau ia memang dalam keadaan tidak tahu. Tapi kenapa saat Mak Tuka keceplosan Bu Rukiana seakan diam saja? Seharusnya hal itu memberi dampak juga padanya, seperti pada Maul, mengingat betapa khawatirnya ia pada Gugun di awal cerita.
.
Di sinilah aku bertanya-tanya, ada apa dengan Bu Rukiana?
.
ah, aku terlalu banyak bicara, ya? Maaf, tidak bermaksud untuk membuatmu tidak nyaman, apalagi sakit hati.

Salam.

Writer kukuhniam
kukuhniam at (4 years 6 weeks ago)

nanti cerbung dong kalau panjang