lestari jingga : Comments

Writer citapraaa
citapraaa at (8 years 7 weeks ago)

*ikut ngetawain januar*
pas percakapan pertama kurang ada ket. lagi ngapain... kayak 'katanya lesu' dsb.

Writer asahan
asahan at (8 years 7 weeks ago)

Jempol jempol
Sundul sundul
Makin lancar aja nih cerita

Writer lestari jingga
lestari jingga at (8 years 7 weeks ago)

hehehe siapppppp laksanakan!!!! Trimakasih loh ya :D

Writer lestari jingga
lestari jingga at (8 years 7 weeks ago)

iya say :)

Writer lestari jingga
lestari jingga at (8 years 7 weeks ago)

hihi iyah... makasih koreksinya say, sangat membantu. ah komputer Januar ini memang selalu merepotkan, gak hanya merepotkan dunia fiksi juga merepotkan di dunia nyata. wkwkw... skli lagi makasih dan kalau ceritanya selesai akan diedit ulang lagi biar lebih uwuwuw... ehehhe :)

Writer lestari jingga
lestari jingga at (8 years 7 weeks ago)

sengaja dibikin lambat plotnya... xixixi biar pembaca bosan dulu sejenak. Biar main-main dulu sama pola tingkahnya Januar. wkwkw maksih udah baca ya

Writer lestari jingga
lestari jingga at (8 years 7 weeks ago)

hai juga anggita yuk mari share sama sama yuk hehe. salam kenal yak. ada kok say chapter 1 dan 2 nya :) selamat membaca.

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at (8 years 8 weeks ago)

yang ini sudah lebih berkembang, ya :D sudah mulai ke permasalahannya :3 yang sebelumnya kelewat lambat >,<
.
emm dari cerita-cerita sebelumnya, sepertinya deskripsi suasananya kurang. misalnya, waktu Januar marah pada Beni, hanya ditulis "Aku tak suka cara Beni dan marah padanya". kemudian "Aku nekad, malam itu aku pulang ke Jakarta, ke terminal dan pulang kampung."
Sayang sekali kalau POV orang pertama tidak digunakan semaksimal mungkin.
Kalimat "Melihat Kirana duduk sangat dekat dengan seorang lelaki, hatiku tersenggol rasa nyeri." itu bisa lebih dieksplorasi, daripada hanya menuliskan 'hatiku tersenggol rasa nyeri'. Memang sih, itu sulit sekali, saya juga masih harus banyak belajar, nih ^^;
.
Semoga novelnya cepat jadi ya ^^ kalau masih bingung soal deskripsi, bisa baca novel-novel lain yang menggunakan sudut pandang akuan. Penulis dengan sudut pandang akuan yang saya suka adalah Winna Efendi dan Windry Ramadhina. Deskripsi mereka keren sekali, lho :D
.
Ditunggu chapter selanjutnya :3

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at (8 years 8 weeks ago)

ah... saya lanjutkan dulu ya ^^

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at (8 years 8 weeks ago)

sepertinya ada yang janggal deh, soal komputer Januar. di chapter sebelumnya, dikatakan bahwa Bu Jamilah itu merantau dan memiliki tanggungan anak di kampungnya. di kota rantau, Bu Jamilah berjualan kopi, kan? Saya membayangkan kedai kopi itu hanya dari anyaman bambu dan kayu sederhana. Bahkan tempat tinggal Bu Jamilah nggak memiliki pompa air. tapi err... Januar bisa membawa komputernya. setahu saya, start komputer pertama kali butuh sekitar 500 watt. emmm terus pokoknya saya tidak membayangkan tempat tinggal dan perekonomian Bu Jamilah bisa mengatasi(?) komputer itu. apalagi dengan fakta bahwa Bu Jamilah merantau, punya tanggungan di kampung, dan Januar tinggal gratis di sana. mungkin kalau laptop, masih bisa.
.
emm satu lagi, kalimat ini agak janggal,
"Kuhidupkan komputer dan menunggu beberapa menit untuk loading, jarang diinstal jadi begitu."
mungkin maksudnya "diinstal ulang", tapi install ulang itu juga tidak bisa sering.
.
hihi, maaf cerewet sekali soal komputer ini. saya lanjut baca ya ^^