Mika Toru : Comments

Writer CayCuy
CayCuy at (6 years 30 weeks ago)

:)

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at (6 years 34 weeks ago)

Hm... Iya nih. Apa sebabnya perempuan itu sampai bisa menikahi kakek2? Padahal itu misteri terbesarnya... Apa enggak dipadatkan aja nih jadi cerpen, sehingga pertanyaan itu bisa langsung dijawab? Ehehe... Jadi inget Siti Nurbaya nih. Dan Nathan itu mungkin kayak Syamsul Bahri ya haha. Kalau kakeknya ternyata enggak jahat, saya malah kasihan sama beliau. Diam2 istri muda dan temannya mengharapkan kematian si kakek huhuhu...

Writer Popy RiLvia Luchan
Popy RiLvia Luchan at (6 years 35 weeks ago)

Keyen. :D

Writer cakil_tachibana
cakil_tachibana at (6 years 36 weeks ago)

oh iya salam kenal y :-D

Writer cakil_tachibana
cakil_tachibana at (6 years 36 weeks ago)

hahaha asli ngakak, walaupun absurd hhe mampir jg ke lapak saya y, kebetulan lg belajar nulis komedi jg :-D

Writer Shinichi
Shinichi at (6 years 37 weeks ago)

hohohoho
pemberian signature emang rada mainstream. apalagi dalam hal surat. mungkin caranya aja yg bisa diatasin. uummm... kayak di monolog lama saya. berupa surat jugak :D
mampir ya
ahak hak hak #promo

Writer Mika Toru
Mika Toru at (6 years 37 weeks ago)

huaaah, ini ulasan kak shin pas banget kalo di bikin entry tersendiri ya, panjang banget hehe. Makasih ya kak kritik dan sarannya, semoga tulisan2 berikutnya lebih baik hehe.
iya, soal signature itu, emang tadinya saya ragu buat nulis kata 'fucking', agak kurang sreg juga hihi tapi akhirnya dipake juga saking nggak ada ide -_-

Writer Shinichi
Shinichi at (6 years 37 weeks ago)

gimana ya? :D
sejujurnya saya kuciwa dengan monolog ini. kuciwa muncul ketika sebelumnya ada pengharapan, yang akhirnya nggak terkabul. awal membaca, saya yakin cerita ini akan berakhir sesuatu yang oke, atau setidaknya menggantung dan menyisakan ruang untuk pembaca menuliskan endingnya sendiri-sendiri. hal lainnya adalah tentang penyebutan Soekarno-Hatta dan Patimura di sana. saya nggak tahu apa hubungan mereka dalam konflik yang dialami tokoh aku. saya pikir, itu malah menghancurkan. maksudnya, begini: dalam kaitan apa tokoh aku mengingat mereka? pahlawan itu? apakah karena mereka pahlawan dalam sejarah Indonesia? kenapa tidak dengan pahlawan lain? di bagian kehidupan mana dari tokoh aku yang bersinggungan dengan para pahlawan itu? :)

hal-hal semacam itu berperan besar menguatkan karakter, menurut saya. seperti misalnya, pialang saham akan bicara soal bursa, wall street, makelar-makelar, tokoh-tokoh dan nama-nama perusahaan yang terlibat di dalamnya. seorang dokter atau perawat medis akan bicara tentang dunia kesehatan, penyakit, kebiasaan-kebiasaan yg berhubungan dengan kesehatan, sikap-sikap pasien dalam dunia kerjanya. dll. yang seperti itu maksud saya. dan saya nggak menemukan alasan tepat tokoh aku menyebutkan perihal Soekarno-Hatta dan Patimura yang digantung Belanda, selain sebutan pahlawan itu. saya rasa itu saja kurang kuat :)

berikutnya, tokoh aku dalam sisi lain bisa saya bilang sudah begitu alami. ia meracau. tapi racauan dalam monolog nggak enak dinikmati kalau nggak terstruktur. paradoks ya? pasalnya namanya jugak meracau, ya manalah mungkin terstruktur? ahak hak hak. tapi begitulah menurut saya bila kasusnya monolog, dan karya fiksi secara umum. dialog akan lebih oke bila "berantakan" saat tokoh sedang meracau. itu akan alami. tapi monolog rasanya nggak enak. meracau pun, monolog terkena imbas bernarasi. jadinya musti lebih rapi :D

di atas sudah cukup rapi memang. tapi rasanya masih kurang. ehehehehe.

terakhir, meski bukan yang terkecil, adalah signature itu. entah apa alasannya kenapa muncul fucking husband di sana. ada apa dengan orang-orang? :) rasanya suka banget dengan bahasa asing itu. ahak hak hak. maksud saya, penggunaannya itu nggak tepat deh. saya nggak melihat keharusan tokoh aku menuliskannya dalam bahasa Inggris, sementara sebelumnya ia menulis dalam bahasa Indonesia. nggak ada indikasi bahwa ia terbiasa dengan bahasa itu pulak. kan saya jadi kuciwa. ujung-ujungnya cerita ini malah kekanak-kanakan, serasa main-main, padahal konfliknya besar (rumah tangga). kenapa?

yah, ini cuma pendapat pribadi. mohon maaf kalau kurang berkenan. tapi soal fucking husband itu, sungguh saya kecewa. seperti yg saya bilang di awal-awal, saya sudah menganggap ini bakal seru :) dan rasanya, banyak member di situs ini yang memiliki kecenderungan yg sama (penggunaan bahasa Inggris yang nggak punya alasan kuat di dalam tulisan). entahlah :)

oke deh. semoga tulisan berikutnya lebih maknyus.
salam
ahak hak hak

Writer cat
cat at (6 years 37 weeks ago)

Aku suka cerita ini.

Mengalir dan jelas.

Tiap-tiap bagian membawa pembaca semakin membuka rahasia.

Walau seharusnya emosi si suami lebih terasa.

Mungkin pas ibunya meninggal akan lebih kuat emoai si suami.

Trus alasan Sri nenggak racun masih tanda tanya.

Practices makes perfect

Writer aurum-autumn
aurum-autumn at (6 years 37 weeks ago)

keren nih ceritanya, tapi rada spooky di bagian 'Besok, aku akan memindahkanmu, mencarikanmu suasana baru' itu maksudnya kuburan kan? Tapi, bagus kok bagus :D