MissAutumn : Comments

Writer yummy2
yummy2 at (7 years 19 weeks ago)

Ceritanya menarik,sebuah cerita yang didalamnya ada cerita yg lainnya. Di tunggu ya kelanjutannya. Terima kasih.

Writer sachunzakabane
sachunzakabane at (7 years 20 weeks ago)

kalau ada waktu silahkan mampir dipostinganku yah ^^

Writer sachunzakabane
sachunzakabane at (7 years 20 weeks ago)

whaaa , salam kenal semuaa , aku baru disini. mohon bimbingannya :)

Writer sachunzakabane
sachunzakabane at (7 years 20 weeks ago)

whaa salam kenall ya semua :) gua baru disini , mohon bimbingannya :)

Writer MissAutumn
MissAutumn at (7 years 20 weeks ago)

Thanks sudah mau mampir ke cerita sederhana ini...

Dengan tidak bermaksud menjadikan cerita ini sebagai another Dilan—yang mana meski saya tahu Dilan itu populer tetep saya belum sempat baca—saya masih merasa setting90an itu nyanduin. Dan masih berusaha menggali lebih banyak selain perkara telepon umum dan kaset. Any idea? Hehe...

Btw salam kenal ya ... :D

Writer MissAutumn
MissAutumn at (7 years 20 weeks ago)

Halo salam kenal... Terima kasih sudah mampir baca...

Setting 90an memang 'menarik' mengingat jaman modern sekarang, ruang untuk 'pokoknya usaha' mulai menipis hihihi...

Telepon umum, kaset pita, lagu2 band era 90an adalah segelintir yang bikin ngangeni. Berharap saya bisa eksplore lebih banyak (wish me luck :p)

Salam pramuka :D

Writer Nine
Nine at (7 years 20 weeks ago)

Ah, nostalgia tahun 99. :)
Jadi ingat masa-masa esde pakai telepon umum untuk usil sama pemadam kebakaran. Ada juga nomor telepon yang katanya milik setan. Temen-temen juga suka nendang-nendang, nonjok-nonjok, nusuk-nusuk telepon umum, biar dapat recehan uang seratus, lumayan buat beli choki-choki. Oh, nirwana :)
.
Anak-anak band tahun itu juga rada-rada repot. Kalau mau cari lagu, musti korban gulungan kaset radio amburadur, pensil ngak hanya buat nulis, tapi juga jadi alat putar gulungan kaset radio, oh indahnya :)
.
Kalau mau ngumpul latihan band--gegara hp yang punya cuman segelintir--jadi harus janjian dulu jam berapa ke studio. Anak band jadi lebih disiplin, oh saya mulai curhat. :)
.
Narasinya ngalir, ringan, ngak bisa komentar banyak soalnya ceritanya belum selesai. Jadi kutunggu part selanjutnya.
.
Sekian,
Salam olahraga (y)

Writer azura_caelestis
azura_caelestis at (7 years 20 weeks ago)

Ya ampun, dipotong di saat yang mendebarkan. Kalau sekarang ada sosial media, pastinya enggak semendebarkan menunggu nada sambung ya?

Saya suka dengan latarnya. Semacam nostalgia, kendati di tahun segitu sepertinya saya masih balita juga, cuma sampai sekarang saya tetap menggandrungi kemutakhiran pita kaset sih.

Tulisannya tidak neko-neko sih, menurut saya. Cuma latar dan unsur ekstrinsiknya dijabarkan dengan amat baik. Adegan-adegannya pun sederhana. Saya membayangkan cerita ini akan berkembang menjadi 'dilan dilan' itu selanjutnya.

Ditunggu kelanjutannya :)
Salam kenal ya.

Writer MissAutumn
MissAutumn at (7 years 20 weeks ago)

Thanks sudah mampir membaca...
Rencananya sih saya bakal masuk-masukin semua tentang hal-hal yang populer di jaman itu, bisa juga MTV ampuh, atau malah MTV most wanted... Haha.
Banyak hal keren di era itu... Semoga bisa istiqomah nulisnya :D

Soal stalking kecengan, katanya orang yang hidup di era 90an itu lebih 'bermodal'. ngeceng aja nyari telp umum yang jauh dr jalan raya. Hihi

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at (7 years 20 weeks ago)

latar 90an itu menarik (seenggaknya bagi orang yang cita2nya jadi remaja tahun 90an, entah kenapa, mungkin karena suka dengerin lagu2 jaman itu, heuheu). kaset Gigi, walkman, telepon koin, uang logam seratus rupiah (zaman sekarang masih ada tapi gambar burung, coba dibilang gambar wayang) jadi penanda. jangan2 berikutnya muncul Mtv Ampuh, wkwkw. saya kagum sama penggunaan detailnya, terutama yang soal audio itu. dan bagian "neror" kecengan itu, wuahaha *ehm ehm enak jaman sekarang mah sedikitnya bisa stalking di internet ya :p
kalo boleh request lagunya Rumah Sakit, Singiku, atau P Project lah, hehehe.