Rijon : Comments

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at (8 years 28 weeks ago)

Yang baik dari cerita ini adalah bagaimana psikologi tokoh dan dunianya diungkapkan dengan begitu jelas. Kita bisa mengerti kegamangannya soal moral dsb, pilihan-pilihannya. Terasa seperti menyingkap dunia baru kalau bagi saya, kalau yang begitu itu mungkin ya... Tapi enggak baru amat juga kalau mengingat yang semacam Fifty Shades of Grey dan parodinya (aduh kok jadi bawa-bawa itu sih hahaha). Tapi alurnya mirip Quickie Express ya. Yang awalnya enggak tahu soal bisnis seksual lalu ditarik untuk menjalani, dan pada akhirnya mencari orang lain untuk ikutan juga.

Writer Rijon
Rijon at (8 years 29 weeks ago)

Istilah dalam Bahasa Inggris: "Prostration". Kalau mau secara kasar: "sujud". Tapi "sujud", menurutku pribadi, kedengaran lebih umum dari "prostration", kurang mampu mewakili makna sebetulnya istlah itu, jadi ku-Indonesia-kan jadi "prostrasi".

Itu semacam praktik keagamaan dalam Kristen, terutama Kristen Ortodoks. Sujud di depan altar gereja sambil ngucap doa sambil bentuk tanda salib pakai tangan. Di negara-negara Kristen Ortodoks, terutama pada abad pertengahan, laku begini sering dijadikan hukuman setelah melakukan pengakuan dosa (agak lebih berat daripada Katolik di Eropa Barat yang, kalau gak salah, hukumannya cuma baca doa berapa kali di depan altar).

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at (8 years 29 weeks ago)

arti prostrasi itu tepatnya apa ya? di kbbi cuman nemu "prostat" aja... :-|

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at (8 years 29 weeks ago)

kalau wartawannya perempuan, kenapa enggak disebut wartawati aja?

Writer Shinichi
Shinichi at (8 years 29 weeks ago)

asyik. nggak tau mau koment apa. meski pemunculan endingnya begitu, tetap aja cerpen ini punya narasi yg menarik, gemuk-gemuk tapi seksi :D ahak hak hak.
kip nulis

Writer Young
Young at (8 years 30 weeks ago)

-_-
susah..

Writer arsenal mania
arsenal mania at (8 years 30 weeks ago)

bwahahahahahaha, awalnya gua nggak tertarik baca ini. jadi terlongkaplah sampai bahian tengah dimana itu slogan sial langsung kebaca.

ya oke, kayak lagi baca cerpen kompas yang agak nyastra gitu sih. saya, karena kebanyakan baca nopel, jadi kurang ngeh sama bahasa yang lu pake. duli? selusup?
yah, lama nggak baca yang berhubungan sama beginian, bikin otak miring. lagian kayaknya otakmu emang cukup miring buat bikin setting yang menyengsarakan kayak gini. yah, yang kebayang sih bukan ghost in the shell, barbarela atau evangelion (he? what the fuck! jauh nih dari evangelion!). yang kebayang justru kayak settingnya hunger game.
yeah. cheers

Writer arsenal mania
arsenal mania at (8 years 30 weeks ago)

Jon(tor), agaknya susah buat konsisten pada tiap baris dengan pengaturan yang kayak gini. suer, saya berkalikali baca di baris yang sama karena saking rapetnya. pas kupindahin ke word barulah keliatan bentuknya.

ooh, subjektif nih, saya agak terganggu dengan penggunaan angka. kayaknya kalau pakai tulisan lebih enjoy. yang penting sih itu tadi. rapet kayak perawan.

gitulah. udah mulai dapet makanan enak nih
cheers

Writer Rijon
Rijon at (8 years 30 weeks ago)

Gak akan dikembangkan ke arah fantasi. Niatnya dari awal emang bikin cerita seksuil berlatar historis (gereja Orthodox di Eropa Timur, spesifiknya Ukraina). Apalagi cerpen ini sudah duluan dimuat di media massa, ya sudah selesai begini.
===
Bahasa yang "semerawut" itu (kebanyakan istilah gereja) semua ada di KBBI, silahkan dicek, cuma mungkin memang jarang dipakai secara umum. Itu semua bahasa Indonesia (kecuali "bogatyr" yang kumiringkan penulisannya).

Writer H.Lind
H.Lind at (8 years 33 weeks ago)

Mungkin agak beda dengan yang lain, bagi saya gak masalah kalau sebuah cerpen banyak istilah asing dan diksi-diksi yang tidak biasa. Itu bagus untuk perbendaharaan kata dan pengetahuan. Atau bisa juga ini terjadi karena saya adalah orang yang tipe masuk kuping kanan keluar kuping kiri :P.
.
Yang saya cermati di sini (bukan kritik, apalagi saran) adalah bahwa cerpen ini memiliki pembukaan dan penutup yang mirip (atau mungkin statis?). Dari awal membaca, pembaca sudah dalam kondisi mengetahui bahwa orang bernama Pravek menerima hukuman, begitu juga dengan tokoh 'aku'. Dan ketika membaca cerpen secara keseluruhan, maka pembaca hanya menerima cerita penggambaran apa yang terjadi sebelumnya tidak sesudahnya. Beberapa pembaca seperti saya, akan mengharapkan ada alur cerita maju setelah pembukaan cerita di awal. Saya tidak bisa memutuskan hal ini baik atau buruk, tapi jelas ini hal yang menarik dan mungkin gak lazim. Kalo pilm2 hollywood kebanyakan kan dari awal cerita udah tegang, lalu flashbek dulu dikit, lalu lanjut terus sampai ketemu titik yang diceritain di awal film, lalu baru kelanjutan setelahnya. Contohnya kayak di film Fight Club.
.
Untuk merangkum semua pendapat saya di atas, saya kasih bintang 10. Pendapat yang lebih tidak abstrak: saya menikmati membaca cerpen ini. :)