samalona : Comments

Writer Utara
Utara at (13 years 18 weeks ago)

Bagus...bagus...
Salam kenal ya!

Writer Samalona
Samalona at (13 years 18 weeks ago)

Terima kasih. Anda memberikan saya ide lain. :)

Saya berpendirian satu karya harus bisa berdiri sendiri, tanpa harus dibela oleh penulisnya. Kalau saya sampai harus menjelaskan, itu berarti memang tulisan ini belum mandiri. Di lain pihak, memang begitulah adanya; bahwa sekali dilepas ke dunia luar, karya itu tidak dapat mencegah beragamnya respon yang ditimbulkan -- masih syukur kalau ada respon :).

Dalam konteks ini... waah, jadi terpancing mau menjelaskan.

Terlepas dari itu, Anda sungguh memberikan saya satu ide. Terima kasih.

Writer buayadayat
buayadayat at (13 years 18 weeks ago)

bagian yg terasaa nyata adalah yg paling aku suka, bagian pampers dan infus, sayangnya knapa itu dipisah, meski esensinya sama kukira..
bagian galau-tersenyumlah.. lalu derita pupus-menangis.. seperti ada perbedaan sudut pandang.. yg pertama untuk yg mati, yg kedua untuk yg ditinggal (baca: penulis), mungkin pembedaan dengan cetak miring atau tanda kutip bisa membantu..

Writer strawcutestraw
strawcutestraw at (13 years 18 weeks ago)

sekadar penikmat aksara

Writer echanalukman
echanalukman at (13 years 18 weeks ago)

ya...hidup memang sebuah perjalanan....^_^

Writer Samalona
Samalona at (13 years 18 weeks ago)

@Lin Q-Lin: makasih dukungan semangatnya.
@megi: salam kenal juga.

Writer megi
megi at (13 years 18 weeks ago)

nice poem.
salam kenal :)

Writer Samalona
Samalona at (13 years 18 weeks ago)

@reza syarif: terima kasih. Saya baru saja mampir ke tempat Anda.
@gajah: pernah ke Samalona ya?
@mizz_poe: terima kasih masukannya. 'Oxigen' sudah saya ganti menjadi 'oksigen'. 'Pampers' sekarang saya cetak miring. 'Pembalut' belum bisa mewakili apa yang ingin kusampaikan, jadi saya berpegang pada gejala perubahan arti. Saya juga cinta tanah air (=nasionalis), dan menurut saya Bahasa Indonesia dapat berkembang dengan sumbangan karya para penulis dan penyair seperti yang ada di Kemudian ini.
@raka07: salam kenal juga.
@Mayatcakep: saya setuju tentang bait akhir, tapi karena alasan tertentu saya belum akan menggantinya dalam waktu dekat :). Suka tema kematian, ya? Sama dong. Sudah baca Edgar Allan Poe? "Dan Kematian Semakin Akrab", Subagio Sastrowardoyo? Wah, ada nggak ya forum untuk tema itu di sini?
@pikanisa: terima kasih. Tujuan saya bergabung memang lebih kepada belajar kritik sastra, tapi saya janji akan berusaha untuk tidak mengecewakan Anda :). Hari ini saya memuat satu lagi.
@irwan bajang: saya senang Anda suka.
Maaf kalau komen ini jadi panjang.

Writer irwan bajang
irwan bajang at (13 years 18 weeks ago)

saya suka penuturan tentang kematian yang tidak tergesa2 dan mengharu biru semacam ini..
kematian itu lebih nikmat diceritakan dengan diam, sendu dan santai..
bukankah yang meninggal juga kadang cuma santai2 saja

salam, puisi ini menarik buat saya

Writer pikanisa
pikanisa at (13 years 18 weeks ago)

Terimakasih apresiasinya di tulisan saya. Tapi sayangnya kenikmatan apresiasi anda belum diimbangi kedashyatan tulisan nya ...

sungguh saya sebenarnya lebih dulu jatuh cinta pada komentar anda, sementara untuk tulisan anda sepertinya saya harus menunggu waktu rasa itu datang. :D

salam kenalll