Sang Terpilih : Comments

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

masih lama. Aku masih disibukkan urusan nyata.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Aku tidak bilang aku tidak suka celap-celup, sejujurnya cerita ini memang begitu ke depannya. Aku tidak keberatan dengan itu, kecuali jika celap-celup setting luar, kan sama saja jika yang dicelup budaya lokal?

Sudah kubilang bahwa aku bukan penulis yang bisa mengemasnya dengan bagus, sehingga aku membuat thread itu.

Oke, kau menang. Sudah aku ganti "sang pembunuh". Dan soal prolog, mungkin ada sedikit perbedaan pendapat di sini. Tetapi aku menganggap prolog itu sebagai pembuka, tidak kurang tidak lebih. Baiklah, kita tidak sama. Aku hargai komentarmu.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at (11 years 16 weeks ago)

Dari Candra? Oh oke, artinya bulan. Btw, kalo dikau cuma asal naro nama tanpa alasan berarti dikau ya sekedar celup-celup doang. Bukankah dikau gak seneng sama yang begituan? Karena, menurut saia, asal-celup seperti itu gak ada bedanya dengan penulis-penulis yang bikin cerita pake setting luar (bule celup).
.
Bukan kenapa pembunuh woi, tapi kan dikau nulis "pembunuhnya". Ada -nya! Makanya saia bilang, "-nya itu pasti merujuk ke si Cancaraka" dan jadi gak masuk akal. Begini aja deh... ganti "pembunuhnya" dengan "sang pembunuh". Begitu lebih pas.
.
Saia gak protes sama prolognya Dan Brown soalnya itu emang prolog (kalo Steph Meyer saia belom pernah baca^^). Punya dikau ini, menurut saia, belom bisa dibilang prolog. Percayalah, baca lagi itu karya-karya Brown dan Meyer kalo emang dikau berkiblat ke mereka, dan rasakan bagaimana isi prolog mereka.

Writer thetwentyone
thetwentyone at (11 years 16 weeks ago)

yoyoy

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

"Can" itu dari "candra". Baru kali ini aku menemui penulis yang mengkomentari arti dari sebuah nama. Salut.

Kenapa pembunuh? Di sana dijelaskan bahwa diluar ada denting pertarungan, jadi pasti di sekitar adipati ada pasukan kan? Jika ada pasukan, maka untuk mendekati adipati sendiri tidak mudah. Anggap saja dia telah membunuh beberapa orang sebelum menuju ke sana. Di bab berikutnya akan ada penjelasan bahwa di ruangan itu sebenarnya adipati tidak sendiri.

Soal kata dikomando, padanannya mungkin diperintah. Nanti aku perbaiki. Terima kasih.

Kalau masalah prolog, coba kamu lebih dulu protes kepada Stephenie Meyer atau Dan Brown. Salam.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Namanya juga baru mulai, bang.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Soal perkamen akan saya cari padanan yang tepat, nanti.
Ini buatnya juga dalam waktu singkat soalnya.
Badik dan mandau itu senjata, tidak sama.
Terima kasih telah membaca. Sejujurnya, aku tidak merasa sanggup membuat historycal-fantasy yang sebenarnya. Ini hanya rekaan ku sendiri.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Lha, benar kan dugaanku. Aku juga menduga begitu, tapi senior-senior di bawah menyarankan perkamen. Sekarang sudah aku ganti kok.

Writer dansou
dansou at (11 years 16 weeks ago)

Saya ucapkan selamat karena kamu berani menjawab tantang dari para senior di kecom, apalagi dirongrong sama yang udah jago. Luar biasa! Saya menghargai usahamu.
.
Kenapa singkat banget??? Kurang panjang, ah, rasanya. Entar kalau udah panjang baru saya komen lagi.
.
Eh, itu senjatanya ada dua atau gimana, sih? Saya nemu badik dan mandau. Badik juga senjata, kan?
.
Dan saya setuju dengan Bang Neko, emang enaknya daun lontar, sih, daripada perkamen. Cuman kalo lontar, sih, kita bayanginnya daun ijo itu, bukan isi tulisannya. Kalo perkamen terbuat dari kulit, kan? Kesannya eropa banget. Gimana kalo gulungan? *gak memecahkan masalah*

Writer tsukiya_arai
tsukiya_arai at (11 years 16 weeks ago)

adegan bunuh membunuh 0.o menarik

saya udah nangkep konsep lokalnya dari mandau, namanya, dll

tapi fantasinya?

saya tunggu lanjutannya ya...
salam!