Sang Terpilih : Comments

Writer neko-man
neko-man at (11 years 16 weeks ago)

Menggunakan kata perkamen terasa aneh. Rasanya Perkamen lebih ke eropa. Karena lebih cocok dari daun lontar bukan. Memang saya bukan ahli sejarah sih tapi saya kurang setuju dengan penggunaan perkamen. Coba di tanya mbah Google deh.
-
Terlalu pendek. kurang bisa komentar

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at (11 years 16 weeks ago)

Like this^^. Btw KOK DIKIT BANGET!? SAIA BUTUH LEBIH SAIA KETAGIHAN AAAAA
.
Btw, Cancaraka artinya apa ya? Etimologinya apa? Saia cuma bisa ngerti "caraka", yang artinya "messenger"... tapi awalan "can" itu artinya apa?
.

Quote:
Sang adipati bersusah payah melirik, dan seketika harapannya pupus ; badik miliknya telah terlepas, tergeletak di samping kaki pembunuhnya.
Dikau tulis "pembunuhnya". Merujuk ke Cancaraka, kan, "nya"-nya? Saia rasa aneh, karena Cancaraka masih hidup (bagaimana seseorang bisa dianggap telah-membunuh-Cancaraka kalo Cancaraka masih hidup?).
.
Satu yang bikin saia sedikit kuciwa adalah penggunaan kata "dikomando". Saia rasa itu kata ada padanannya di bahasa Indonesia. Saia rasa loh, jadi kalo ternyata enggak ya abaikan saja.
.
Oia, menurut saia ini bukan prolog. Sejauh yang saia tau prolog itu menjelaskan judul cerita, atau menggambarkan dunia rekaan dikau seperti apa, biar pembaca bisa dengan cepat "masuk" ke dalam cerita. Kalo di sini kan saia masih gak tau Ajisaka seperti apa. Juga mengapa si-penghunus-mandau mencarinya. Juga setting-nya seperti apa. Begini, mas Rio... kalo emang dirasa bahwa hal-hal yang saia proteskan tadi akan dijelaskan seiring cerita, lebih baik gak usah pake prolog. Tapi entahlah, coba tanya tante anggra_t (tau kan?), dia lebih ngerti hal beginian^^.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Iya, yang benar kesakitan. Tidak tahu bagaimana kok bisa luput dari pengkoreksianku.

Writer herjuno
herjuno at (11 years 16 weeks ago)

Masih awal, ya, jadi belum bisa berkomentar banyak. Namun, kelihatannya menjanjikan. ^^
.
Oh, ya saya mau tanya, nih?--> Pesakitan, ia terjatuh ke lantai kayu.
Pesakitan = orang yang sakit? Apa bukannya "kesakitan"?
.
Ditunggu ^^

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Ah, ya, apakah kamu masih punya bukunya? Aku butuh sebagai referensi. Dulu aku punya Sumpah Palapa, tapi sekarang sudah diambil perpustakaan yang punya. Padahal di sana banyak unsur-unsur yang bisa kupakai nantinya.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Terima kasih. saya takut kalau lanjutannya membuat kecewa.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Sebenarnya, ini fantasi. Tidak ada unsur sejarah. Aku hanya memakai unsur lokal sebagi nama-nama dan setting saja, selebihnya, murni karanganku.

Oh ya, jangan samakan Ajisaka di sini dengan Prabu Ajisaka.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at (11 years 16 weeks ago)

Tidak-tidak, saya tidak memakai nama suku disini, dan cerita ini juga tidak akan sesuai fakta atau sejarah aslinya. Dengan kata lain saya memodifikasi sejarah. Tapi mungkin secara tidak langsung saya telah menyinggung suku-suku tertentu di sini. Ada ide mandau itu lebih bagus diganti apa? Suatu senjata yang asing yang tidak menyangkut kesukuan.

Writer liza is rin
liza is rin at (11 years 16 weeks ago)

ceritanya memiliki aura yang sama dengan buku 'Gajah Mada'! Sama2 menarik rasa ingin tahu dan menarik minat untuk membacanya!

ahmm.. yg dokumen itu lebih baik diganti dengan perkamen saja, seperti yang telah dikomentarkan oleh 2 org yg sebelumnya. :D

Writer 145
145 at (11 years 16 weeks ago)

yep bahkan prasasti tertua pun menggunakan aksara palawa. Karena ada Mandau-nya apa berarti konfliknya antar suku? Saya sih oke-oke saja, tapi hati-hati dicap SARA