Shinichi : Comments

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 33 weeks ago)

kalau dirimu yang koment, rasanya aku akan menghilangkannya. ahak hak hak. makasiy udah mampir :p

Writer pepperony
pepperony at (4 years 33 weeks ago)

Salam

Sudah banyak yang berkomentar soal POV ya. Jadi, ada enggak sih penulis yang suka iseng macem di cerpen ini di luar sana? Meski begitu, menurut saya krn penulisannya dia buat seperti ini jadi terasa segar dan menyenangkan. Seperti membaca pembuka dongeng namun jenaka alih-alih dibuat seolah-olah pembaca bertanya tentang apa yg terjadi sebelum dongen itu bermula.

Dan, oh ya, saya setuju soal komen; Aku cemburu, itu. Setelah dibaca ulang, agak berlebihan memang. Selebihnya, cerita ini oke.

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 33 weeks ago)

mau Roti Masa Lalu rasa apa?
ahak hak hak

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 33 weeks ago)

ahak hak hak. makasiy atas kesannya, Bung. ternyata hal "menarik" itu bisa bikin kesal. wkwkwkwkwk. sip sip.
sangkyu, Bung. kip nulis XD

Writer citapraaa
citapraaa at (4 years 34 weeks ago)

Pesen rotinya satu..
Belum pernah baca cerita yang ada makanan uniknya kayak gini. Selebihnya udah ga usah ditanyain, keren. Berasa nonton film. Dan lagi-lagi "penulisnya" ngeselin hoho

Writer rian
rian at (4 years 34 weeks ago)

Numpang menikmati. Enggak bisa komentar banyak karena menurut saya cerita ini udah bagus. Suka sama ide roti masa lalu itu; tapi kurang suka sama gaya naratornya yang nyadar diri; kesel aja kadang-kadang diinterupsi terus

Sekian. Makasih karena ini menghibur sekali.

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 34 weeks ago)

ahak hak hak.
jadi lucu karena dirimu ngebawa harimau dan singa =))
sama aja sik. tergantung di mana mereka tinggal aja. masak iya, harimau cuma di hutan? dia sudah lari ke pantai, kata Cinta. wkwkwkwkwk. anyway, terima kasih udah mampir.
.
soal keusilan saya itu, um... saya jarang baca tulisan populer. maklum, kerjaan berkutat di naskah self. jadi saya enggak punya referensi penulis terkenal yang jahil jugak. ahak hak hak. semoga enggak ada aja siy, tapi kayaknya pasti ada. musti ada. meski akhirnya mungkin itu enggak bisa jadi wah... (atau malah bisa!) karena awam (umumnya) enggak bakal paham hal menyenangkan buat penulis adalah mengakrabi karyanya, dan penulis lain (rekan seprofesi penulis jahil tadi, dan anak-anak didiknya juga) mungkin terlalu kaku dengan apa yang mereka lakukan. ahak hak hak.

Writer latophia
latophia at (4 years 34 weeks ago)

Saya cukup mengirini dan menikmati aja ya bang...
...
Selalu suka cara Bang Shin nyelipin penulis ngusilin tokoh-tokohnya... tapi penasaran, ada gak sih penulis terkenal yg make cara ini juga Bang? (saya taunya cuma bang shin doang penulis yg rese sama tokohnya kayak gini^^")
...
Trus saya ngerasa janggal sama narasi ini "Apakah kekecewaan Rena sedang mengintaimu bagai seekor harimau di padang rumput?" soalnya yg ngintai di padang rumput bukannya singa ya Bang? Harimau mah di hutan .___.

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 34 weeks ago)

yang pertama itu, mereka pernah mengobrol beberapa kali.
.
yang kedua adalah dampak dari pernah mengobrol beberapa kali itu. jadi, sekalipun tokoh aku menolak gagasan cinta pada pandangan pertama, ia enggak bisa menolak fakta bahwa ia suka dengan Nina, makanya mereka pernah mengobrol beberapa kali. namun semuanya itu, narasi berikutnya cuma khayalan tokoh aku sih. itu ke imajinasi pembaca saya bergantungnya. soalnya kan jelas kalau tokoh aku dan Nina itu enggak tinggal bareng. mustahil semua narasi itu benar nyata bagi tokoh aku. jadi apalagi kalau bukan sebatas "keinginan" yg menguatkan bahwa tokoh aku dalam posisi berharap ingin segera berkeluarga. kira2 itulah "pembelaan" saya. lebih kurangnya, saya mohon maap XD

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 34 weeks ago)

yeah!
siap, Om.
ahak hak hak