Shinichi : Comments

Writer samalona
samalona at (4 years 41 weeks ago)

Menikmati membaca.

Writer AninditaAyu
AninditaAyu at (4 years 46 weeks ago)

Akhirnya balik lagi setelah lama ga main ke kekom.
Aku suka ceritanya kak... ^^

Writer rian
rian at (4 years 47 weeks ago)

Ini fabel yang sangat menghibur. Si Jerngem yang amat dramatis itu bikin saya ketawa, sebenernya, maaf kalau penulis enggak memaksudkan begitu. Saya suka deskripsi air terjun. "Dasarnya tidak terlihat, berkabut karena tiap tetes air yang jatuh sudah menguap menjadi awan sebelum mencapai dasarnya. Kami pun akan kehilangan kesembilan nyawa kami bila terjatuh ke sana." Ini sesuai sama tagar "fabel"nya

Tapi saya enggak menemukan hubungan antara tradisi dan cerita Jerngem. Dan akhirannya cenderung lempeng buat saya.

Sekian. Maaf kalau enggak berkenan.

Writer pepperony
pepperony at (4 years 47 weeks ago)

Ketika pertama kali saya membaca cerpen ini, saya tidak tahu harus berkomentar apa. Parahnya, saya tidak tahu harus merasa apa. Oke. Itu mungkin masalah penalaran saya yang payah. Dan hal itu memaksa saya untuk membaca ulang, untuk tahu sebenarnya apa yang penulis ungkapkan lewan cerpennya ini.

Untuk sebuah cerpen yang dilabeli fabel, tuhanku, cerpen ini terlalu berat. Karena fabel sejatinya adalah cerita anak-anak, maskudku sebuah cerita yang ditujukan kepada anak-anak agar mereka belajar dari banyak hal yg dialami parah tokoh-hewan dalam cerita. Sementara cerpen ini memaknai secara mendalam fabel Kucing dan Harimau yang mungkin sebagian banyak dari kita mengetahuinya.Tapi baiklah, dibilang fabel toh karena memang tokohnya hewan. Oh, soal penamaan tokoh pun terasa unik. Nama-nama yang tidak umum, bernuansa lokal yang saya rasa pasti dari daerah si Penulis sendiri. Sayangnya, tak ada penjelasan mengenai arti nama-nama asing tersebut. Semisalnya ada, mungkin akan membantu pembaca seperti saya memahami cerpen ini lebih cepat.

Di atas semua itu saya selalu suka cerpen-cerpen yang bernuansa lokal.

Writer Nine
Nine at (4 years 47 weeks ago)

Ahahahhaa, makasih juga sudah mau meladeni saya berdiskusi, bang. ^^
.
Hihihihiih

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 47 weeks ago)

Salam olahraga juga, Bung Naen.
-
saya udah bahas panjang kali lebar di Line. meski enggak etis kalo enggak dibales di mari, saya tetep milih itu sebagai bahan di komentar saya berikutnya, di postingan siapapun. ahak hak hak. makasih udah dikoment dan memberikan saya diskusi yang kalakupand aduhai cha cha cha. eh, mungkin dirimu enggak sadar, tapi diskusi itu lebih berarti buat saya, meski yang lebih tercerahkan itu tentu dirimu. ahak hak hak. #plak
-
sekian saja.
kip nulis dan stay fit :D

Writer Nine
Nine at (4 years 47 weeks ago)

"Anehnya, ternyata di sana tenang sekali. Seolah-olah itulah tempat di mana bunyi tidak pernah ada. Kesunyian itu semakin mencekam dengan pemandangan menakjubkan. Sejauh mataku memandang, area itu bagai sebuah wadah yang ke dalamnya dituang milyaran bintang-bintang oleh penyihir bulan. Tempat itu tanpa ujung, seolah menyatu dengan langit. Semua kekaguman dan ketakjubanku bagai diaduk-aduk dalam ramuan yang membuat jantungku berhenti berdetak." <--- yang ini, Bang, deskripsinya itu padat, ngak bertele-tele, langsung kebayang di otak saya. ^^
.
"Aku kaget. Suaranya tidak merambat ke telingaku melalui udara, melainkan muncul begitu saja dari dalam kepalaku [bagai mata air.]" <--- ini jugak
.
.
.
Dari komentar teman-teman, saya tau sumber inspirasinya, dan sempat baca 2 versi dongeng ttng kucing dan harimau. Dari yang saya baca, pemicu konfliknya sama, yaitu si kucing yang tidak mau mengajari harimau ilmu memanjat pohon. Di bagian Bugan yang menceritakan Jerngem soal "pengkhianatan", itu saya ngambil kesimpulan kalau Jerngem berkhianat (sama temannya kecilnya) soal ilmu memanjat pohon itu, Bang. (Ini dengan asumsi kalau dongeng yang saya baca itu sama/mirip2 dengan sumber inspirasimu, kalau nggak ya, brarti salahnya om gugel ^^)
.
.
Saya masih bingung kalau mau nyari2 keterkaitan antara permasalahan Bugan dan Jerngem, (sebab mereka berdua adalah karakter utama dalam cerpen ini, makanya saya harap ada koneksi secara langsung/tak langsung antara mereka berdua yang membuat konflik utama dalam cerpen ini menjadi semakin jelas). asumsinya Bugan itu mempermasalahkan Tradisi, sementara Jerngem itu masalahnya ada pada "rasa bersalah" pada kawan kecilnya. Dan ini membuat saya bingung untuk tau di mana konflik utama dalam cerpen ini. Soalnya, di saya, tidak ada keterkaitan antara kegundahan Bugan dan kegalauan Jerngem, kecuali mereka berdua sama-sama di pengasingan. Jadi kalau di saya konflik utama masih membingungkan, bang. (mohon maap kalau asumsi ini salah gara-gara sayanya yang kurang jeli--mudah-mudahan dirimu memberi pencerahan di bagian ini, bang ^^)
.
Pada peristiwa air terjun juga saya masih bingung itu ada "suswanto" yang terselip atau tidak. Soalnya di bagian itu di saya adalah "main event" dari cerita ini. Bagian di mana dadaku dikasih dag dig dug. (dan emang pas bagian itu mendebarkan).
.
Terlepas dari semua yang saya bilang di atas, saat membaca cerpen ini, saya udah terlanjur "larut ke dalam". Udah keikat ama plot cerita, narasi, dialog, ama karakter2nya. Cerpennya menghibur dan mendebarkan. Jadi yang saya katakan di atas itu ngak ngaruh sama sekali saat membacanya, Bang. Udah keasyikan baca soalnya ^^
.
Kyaknya itu saja, Bang. Mohon maaf kalau ada salah kata atau salah paham dari sayanya. Maklumilah hayati yang masih belajar berkomentar ini. ^^
.
Sekian, Bang
Salam Olahraga :)

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 48 weeks ago)

sangkyu udah mampir, meski bukan umum sih. sekadar info biar maknyus, nama-nama karakternya diambil dari bahasa Batak Karo, karena ya cerita fabel Kucing dan Harimau yg jadi sumber inspirasi cerpen ini, saya dapatkan dari orang Karo. saya jg orang Karo. ahak hak hak. oke kalo nulis fabel, jangan ragu buat notice ya =))
kip nulis dan kalakupand.

Writer rirant
rirant at (4 years 48 weeks ago)

Ceritanya bang Shin mantabb. Karisma dan pesona Jerngem bener2 tergambar nyata, juga tokoh Nangkih dan Bugan yang berkarakter. Nama2 tokohnya bener2 out of the box hoho. Baidewai, cerita bang Shinichi nambah wawasan baru untukku, jadi pengen nulis Fabel hoho. Juga ternyata keperas adalah salah satu jenis ikan (baru tahu setelah googling hahahak).

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 48 weeks ago)

ah, untuk "bulu" itu soal enak enggak enaknya dalam pengucapan sih. di tempat saya "bulu kucing" lebih diterima telinga dari "rambut kucing".
anyway, makasih buat komentarnya XD
kip nulis kalakupand