silvercorolla : Comments

Writer hidden pen
hidden pen at (6 years 46 weeks ago)

kayanya kejadian ini pernah dialami silvercorolla. Uhk uhk becanda piis. Umm akhirnya selalu mendebarkan seperti biasa . Umm ngomong-ngomong belalai ibu itu kayaq gajahkah . Ehm ehm aduh ngomong apa coba. Imajinasiku seakan diuji di sini hi hi Kabuurrr

Writer vinegar
vinegar at (7 years 1 week ago)

Lima paragraf, satu segmen penuh deskripsi namun saya tetep gak tahu siapa 'aku', laki ato perempuan, dari mana mau ke mana. Mungkin karena narasinya hanya berputar2 pada deskripsi suasana biar dapet gambaran 'jam sibuk' for the sake of judul. Beberapa kalimat seperti kerasa dipanjang-panjangkan malah. Saya ngarepnya horor psikisnya lebih banyak dan gak kentang gitu :|. Siapa tahu dia lagi delusional karena semalem habis pesta ganja ato adiktif metafetamin, gitu #halah.

Maaf kalo gak memuaskan komennya. Keep writing :)

Writer Shinichi
Shinichi at (7 years 2 weeks ago)

Halo. udah lama kayaknya saya enggak mampir di situs ini. btw, saya suka ini cerita. kesannya kuat, suasananya dapet. dan yang menjadi nilai plus adalah ini adalah cerita biasa yang dikemas profesional. maksudnya, hanya yang mahir dan punya pengalaman menulis yang mumpuni yang pada akhirnya akan menulis tentang hal-hal yang umum, yang biasa, namun tetap bisa menarik dan ternikmati sebagai karya tulisan; bukan curhatan.
.
saya enggak bisa berkomentar banyak lebih-kurang soal cerpen ini. namun ada beberapa hal yang membuat saya ingin "mengetik" lebih banyak. saya copas beberapa kalimat yang membuat kepala saya "berpikir".
.
1) Kendaraan yang melintas utamanya adalah sepeda, becak dan delman.
2) Air mengalir turun di atas permukaan jalan dari kaki gunung menuju pusat kota di bawah.
3) Itu seperti bagian permukaan aspal yang tenggelam lebih rendah dari sekitarnya.
4) Ayah berencana akan mengadukannya pada aparat pemerintah daerah pada keesokan hari namun suatu hal terjadi lebih cepat dari prediksinya.
5) Dipenuhi rasa ingin tahu, aku bergegas keluar kamar dan mendapati ayah berjalan sigap menuju pintu keluar.
6) Ia tampak tak keberatan.
7) Tanpa disadari, lubang yang semula hanya cekungan dangkal kini semakin dalam seperti kawah di permukaan bulan.
8) gemertak
.
pada kalimat no.1 cuma masalah kurangnya tanda koma sebelum "dan". ini apa ya namanya(?) saya lupa istilah untuk itu. tapi ada banyak tulisan yang membahas fungsi tanda koma dan penggunaannya. ini hal umum :) pada no.2 "cuma" soal penggunaan "di" pada "di atas". rasanya kurang sreg karena ada kata "menuju" yang menjadi pasangannya. saya rasa paling pas kalau pakai kata "dari". lalu no.3 tentang perbandingan. enggak ada yang salah. cuma di pembacaan saya terasa kurang sreg ketika penulis membandingkan permukaan aspal yang tenggelam lebih rendah itu. pertama adalah soal frasa "tenggelam lebih rendah". dari sini akan muncul kesan bahwa semua permukaan aspal itu memang tenggelam. ini semoga saya saja, tapi apakah penulis merasakan kesan yang sama setelah memperhatikannya sekali lagi? selanjutnya, jika kita abaikan soal tenggelam itu, adalah masalah "dengan apa" permukaan aspal yang lebih rendah itu dibandingkan. di sini, penulis menggunakan "sekitarnya". pilihan yang singkat jika dihitung jumlah kata. padahal, sekitarnya itu terlalu luas, dalam artian sekitarnya itu bisa apa saja. saya rasa tepat jika itu dicoba dengan kata-kata lain, misalnya "bagian aspal yang lain". kalau di bahasa asing, itu pakai "others" aja, sepertinya. atau entahlah, di kepala saya yang terbayang hanya itu. lalu pada no.4 tidak ada yang keliru. di sini saya malah memuji dan salut dengan pilihan narasi penulis. pasalnya, itu memunculkan pertanyaan pada hadirat pembaca. dan itu terjadi di akhir paragraf, yang mana akan menjadi pintu bagi pembaca untuk memasuki suasana yang sudah dibangun dengan baik (runut konflik). saya merasa pilihanmu itu seperti sesuatu yang direncanakan dengan sangat matang, yang membuat kita seharusnya semakin yakin tulisan itu dikonsep dengan baik sebelum disajikan kepada publik. itu sungguh pekerjaan yang bagus. keren! kalau di no.5, saya mengomentari kata "keluar" dalam frasa "pintu keluar". sekonyong-konyong, itu menimbulkan adanya pintu masuk. ini saya tinggal di rumah dan selalu pintu itu sebagai masuk dan keluar, tidak pernah dipisahkan secara khusus. bukan salah, maksud saya, hanya semacam apakah ada pembagian khusus untuk hal itu pada pintu? dan pertanyaan besarnya, jika ada, saya ingin sekali tahu di kebudayaan mana hal tersebut berlaku. serius, saya mengiranya benar bahwa ada suatu kelompok masyarakat (atau di budaya negara lain) yang membedakannya. saya akan senang jika penulis membagi informasi :) di no.6, um, ini soal pendapat. penulis dalam cerpen ini merupakan tokoh yang mengalami peristiwa utama. sah-sah saja ia memunculkan pendapatnya mengenai reaksi tokoh lain di dalam cerita. namun, keterangan reaksi ayah itu saya rasa enggak seharusnya ada. bukan salah, tapi semata-mata untuk menjaga konsentrasi pembaca pada "apa" yang sedang dihadapi tokoh. keterangan soal keberatan itu sedikit banyak mengganggu fokus saya terhadap konflik dan mencairkan suasana "tegang" bin penasaran yang sudah dibangun bagus oleh deskripsi. itu saja. lalu pada no. 7 adalah penggunaan "tanpa disadari". oke, siapa subjeknya? jika membaca kalimat sebelumnya, saya pikir, menghilangkan "tanpa disadari" pun enggak akan jadi masalah. malah lebih padat, meski mungkin beberapa dari kita akan merasa gap-halus. semacam terlalu lepas, tanpa penghubung. lalu di no. 8, gemertak, jujur saya harus googling dengan kata ini :) tapi karena tulisan ini saya baca offline, dan komentar ini dibuat setelahnya, saya tak sempat.
.
jadi, itu saja yang bisa saya sampaikan menyoal cerpen ini. saya terhibur sekali. rasanya dingin, cara tokoh menceritakan peristiwa tersebut. mungkin jika ada masukan, saya pikir horor begini akan keren banget semisal digali lagi lebih dalam dari sisi psikologisnya. dan melihat kemampuanmu mengarang narasi, rasanya itu mustahil tak bisa dilakukan. huft. saya menyimpan beberapa cerpen untuk dibaca-baca di rumah, setelah membaca ini (dan menulis komentar) saya merasa sangat capek. ahak hak hak. pasalnya ini juga cukup banyak yang saya cuap-cuapin. seakan energi saya sudah terbuang semuanya. okedeh. kip nulis dan--meski sangat terlambat--selamat datang di Kemudian.com.

Writer WidhartaOfficial
WidhartaOfficial at (7 years 2 weeks ago)

Saya suka ceritanya. Terutama pas dibagian tokoh aku menggila dan dia mengucapkan "Hentikaaannn" disitu konflik yang saya sukai

Writer WidhartaOfficial
WidhartaOfficial at (7 years 2 weeks ago)

Merinding aku bacanya, Anjayy banget
Jadi ga bisa bayangin, gimamna jadinya kalo lewat jalan raya yang berlubang besar, takut ditarik tangan yang menjijikkan hahahaha :D :D

Writer WidhartaOfficial
WidhartaOfficial at (7 years 2 weeks ago)

Cerita bagus dan bener-bener serem, tapi judulnya jauh banget dari pokoknya

Salam

Writer silvercorolla
silvercorolla at (7 years 2 weeks ago)

terima kasih. Saya sangat terharu bisa memuaskan kamu membaca cerita ini.

Dan benar sekali. Aku menulis penjelasan yg panjang di awal tak sekedar bertele-tele. Itu semua memang bertujuan untuk membangun suasana. (dan aku sangat senang membangun suasana dan latar sekuat mungkin)

Buat gw latar dan suasana adalah seni menulis cerita. Ga ada plot pun tak masalah kalau suasananya dapet

Writer silvercorolla
silvercorolla at (7 years 2 weeks ago)

makasih

tapi aku ga yakin kalau memperpanjang cerita horor ini akan lebih berasa efek horornya. Soalnya konsep yg kepikiran cuma sampai situ

Writer silvercorolla
silvercorolla at (7 years 2 weeks ago)

really, aku kalau ga diserang rasa malas udah kucetak miring itu semua istilah. dan aku ga punya kbbi. kamusku hanya google translate dan TvTropes.

Writer silvercorolla
silvercorolla at (7 years 2 weeks ago)

Salam kenal juga, gaya menulisku memang narasi deskriptif jadi jgn heran jika narasi mendominasi.

Kaget sebentar? Memang aku sengaja membuat cerita horor seperti ini. Creepypasta like huh?

Aku ga bisa bikin dialog. Aku merasa ga nyaman memasukkan banyak dialog dalam ceritaku.

Terima kasih atas idenya, tapi mungkin jika klimaks dari cerita ini kulanjutkan, itu akan menjadi cerita yg lain lagi dan bakal jadi sangat panjang nantinya.