vadis : Comments

Writer Robospider_no6
Robospider_no6 at (6 years 8 weeks ago)

Nice ceritanya lucu.

Writer Ann Raruine
Ann Raruine at (6 years 12 weeks ago)

Wkwkwkw ampunii sya belum seleseikan tantangan...
Jujur aja sy nekat daftar, deadline nya pas ujian, kukira bisa selesei pas minggu tenang, tp ternyata di luar dugaan... #terjun
.
Btw makasiy jg kak Vadis yg ud nantangin tantangan yg bgt owsom jg review yg menarik inih, mdah2an sy bisa nyeleseikannyah =w=
.
Buat shin sma widya, gudluck yah \^^/

Writer wiedya_sweed
wiedya_sweed at (6 years 13 weeks ago)

saya hadirr~~ saya hadiiirr~~ >w< terima kasih untuk reviewnya >w< dan baru pertama kali ini dapet tantangan olahraga fantasi >w< jadi ngerasa seru dan tertantang banget (meskipun pas ngetik itu mefet sama deadline >,<)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at (6 years 13 weeks ago)

nitip absen..... :3

Writer Shinichi
Shinichi at (6 years 13 weeks ago)

yeah! mana nih komentar peserta tantangannya? hayooo :D
ahak hak hak

Writer xenosapien
xenosapien at (6 years 13 weeks ago)

*mampir lewat*
Piala Dunia tahun ini belum selesai! ^^/

Writer Foo
Foo at (6 years 13 weeks ago)

Bisa juga...

Writer vadis
vadis at (6 years 13 weeks ago)

Mengingat latar belakang yang digunakan adalah dunia paralel dan bukan bumi, keterangan tentang latar belakang adanya olahraga ini sangat vital. Saya sudah berniat menguranginya sebisanya, dan sengaja tidak melakukan itu.

Kisah ini mungkin bakal saya masukkan sebagai bagian dalam antologi, dan saya tidak berminat menjadikannya sebuah novel. Berdasarkan pengalaman, bila saya pangkas bagian karakterisasinya, cerita bakal lebih hambar dan tak meninggalkan kesan apa-apa selain olahraga tradisional yang dibuat lebih "keren".

Soal nama-nama, saya sudah usahakan pakai yang sesimpel mungkin. Tapi karena sistem galahasin yang saya sudah pelajari sejak lama lebih realistis bila 5 lawan 5 dan tergantung teamwork dari kedua belah tim, setiap karakter jadi penting, tak hanya Kodra saja yang jadi peran utama. Kalau bisa pembaca juga ikut simpati pada Nagta, Bur-Gai, bahkan peran-peran "pembantu" seperti Cut Asthi dan Tamur. In fact, none of them is ignorable.

Kalau tensinya masih terasa stasis, just focus on the scoreboard dan actionnya. Selebihnya, sama saja nanti saya membuat 1 novelet hanya untuk mengcover 1 pertandingan saja, dan saya sendiri tidak mau itu. Saya rasa saya bukan terlalu awam soal "pacing", tapi justru saya atur segalanya se-"alami" mungkin, memilah-milah adegan dan fokus pada karakter. Selebihnya, mungkin tergantung selera pembaca. Ciri khas saya adalah detailing pada karakter, background dan action.

Terlepas dari semua itu, terima kasih untuk kritik dan sarannya, akan saya coba terapkan untuk cerita-cerita yang melibatkan banyak karakter lainnya.

red_rackham at (6 years 13 weeks ago)

Kelebihan utama cerita ini adalah setting budaya cerita yang mengambil dari budaya nusantara. Salut!
.
Tapi dari segi cerita, menurut saia ini terlalu melelahkan untuk dibaca. Mengapa? Karena sejak awal pembaca disuguhkan oleh infodump mengenai worldbuilding (yang menurut saia tidak perlu ada dalam cerpen). Kemudian ada banyak sekali karakter dengan nama aneh-aneh yang berseliweran selagi cerita berjalan. Ini membingungkan karena pembaca jadi tidak fokus untuk mengikuti aksi karakter2 tersebut. Kemudian aksi yang tensinya tinggi namun stasis (kurang terasa variasi naik-turun) membuat pembaca lelah. Dalam kasus ini pacing kurang baik.
.
Menurut saia pribadi, cerita ini terlalu kompleks (dari segi worldbuilding dan karakter) sehingga kurang pas untuk sebuah cerpen. Namun kalau ini dikembangkan jadi sebuah novel, saia yakin ini akan jauuuh lebih bagus.
.
Anyway, good work and keep on writing (o___<)b

Writer vadis
vadis at (6 years 13 weeks ago)

nggg... entah, mungkin ancuran punyaku wkwkwkw...
punyamu nggak ancur lah shin, palingan tinggal dipoles2 lagi aja supaya lebih kinclong :p