ziahnuraisyah : Comments

Writer nusantara
nusantara at (2 years 33 weeks ago)

ini sound tracknya lagu ungu pas ini,
mungkin memang ini jalan takdirku
mengagumi tanpa dicintai
tak mengapa bagiku, mencintaimu pun adalah bahagaia untukku
bahagia untukku

cocok tuh lagu ungu yang itu

Writer Nine
Nine at (4 years 16 weeks ago)

"Jujur kacamata Diar-lah yang berperan sebagai magnet yang dapat menyedot perhatian Runi saat pertama kali melihat Diar." ---> Di kalimat ini, subjektif tapi, saya merasa narator terlalu "telling". Untuk saya pribadi, saya nggak mau tahu kalau si Runi itu suka sama Diar karena "kacamata"-nya dari narator. Lebih seru lagi kalau fakta ini, datang ke saya, lewat aksi-reaksi dari karakter itu sendiri--dalam hal ini si Runi. Meski dalam sudut pandang orang ketiga, narator memang serba tahu, cuma nggak enak saja kalau harus dibuat sejelas itu dari narasi narator. Tapi entahlah, hal ini masih bisa diperdebatkan.
.
Setelah membaca, saya masih nggak bisa ngerasain kesedihan si Runi yang sudah kehilangan orang yang dikaguminya. Soalnya tiba-tiba loncat ke fakta kalau si Diar ternyata sudah pergi ke luar negeri. Karakter Hans dan Vina juga saya merasa masih kurang berpengaruh terhadap konflik antara Runi dan Diar. Padahal di sini dikatakan kalau mereka itu adalah sahabat dari karakter utamanya.
.
Untuk penulisan, ini termasuk rapi. Membacanya juga nggak nyangkut.
.
.
Beberapa koreksi (setahu saya):
-Runi seolah sulit berna[f]as. Banyak hal yang mengganggu pikirannya secara tiba-tiba. “Oh, jadi sekarang dia udah di Birmingham?” [s]uara itu jelas terdengar keluar dengan sedikit paksaan. Terdengan serak dan tak beraturan. ---> Huruf "S"-nya ditulis kapital. Huruf "F"-nya diganti "P" ("napas" bukan "nafas")
.
-“Iya, ada apa Runi?” ---> "Iya, ada apa[,] Runi?"
.
Sekian dari saya. Mohon maaf kalau ada pendapat yang salah. Semoga berkenan. Keep Writing!

Writer ziahnuraisyah
ziahnuraisyah at (4 years 16 weeks ago)

Mohon kesedian membaca dan memberi komentarnya. Terima kasih

Writer ziahnuraisyah
ziahnuraisyah at (4 years 39 weeks ago)

Terima Kasih sudah meluangkan waktu untuk membac :)

Writer ikhsandi373
ikhsandi373 at (4 years 40 weeks ago)

Sederhana tapi berasa, itu menurut ane kalo dari segi alur cerita. Mantafff TS

Writer ziahnuraisyah
ziahnuraisyah at (4 years 40 weeks ago)

Terima kasih atas waktu dan masukannya yang berguna untuk saya :p

Writer ziahnuraisyah
ziahnuraisyah at (4 years 40 weeks ago)

Terima kasih atas waktu dan masukan yang sangat berguna untuk saya..... :D

Writer ziahnuraisyah
ziahnuraisyah at (4 years 40 weeks ago)

Wah terima kasih atas waktu untuk membaca dan masukan yang sangat berguna. Next, akan saya perbaiki di tulisan berikutnya :)

Writer Shinichi
Shinichi at (4 years 42 weeks ago)

terima kasih, Nona,
karena sudah repot-repot menjelaskan :p

Writer sabbath
sabbath at (4 years 42 weeks ago)

Maksudnya bang Chi dengan kalimat pengiring dialog tu contohnya yang ini:

 

“Yas, gue gak salah lihat kan, Yas? Kok lu bisa jadian sama Aldo sih?” tanya Anggun, salah satu teman SMA Yasmin yang bertanya setengah shock melihat Yasmin pergi ke acara tersebut dengan Aldo.

“Sejak Kapan, Yas jadiannya? Ini kabar tuh kayak gossip artis yang hoax banget, Yas.” Sambung Neyla yang ikut berkumpul.

“Aldo yang waktu SMA gayanya songong kan? Tamu rutinnya guru BP? Yang selengean, kerjaanya telat, nyontek, di skors? Pokoknya yang buruk-buruk deh.” Perjelas Dean.

 

Di atas ada tiga bagian kalimat percakapan. Bagian pertama sudah benar karena kalimat pengiring dialognya diawali dengan huruf kecil yaitu 'tanya Anggun...'.

Bagian kedua dan ketiga salah karena diawali dengan huruf besar (kapital) 'Sambung Nela...' dan 'Perjelas Dean'. Seharusnya diawali dengan huruf kecil.

 

Beberapa saya lihat sudah ada yang benar, tapi masih banyak yang salah. Selain itu, kalau diikuti dengan kalimat seperti itu, seharusnya akhir dialog diakhiri dengan tanda koma, bukan titik (kecuali itu kalimat tanya atau seru).

 

Nah, kalau kalimat berikut ini benar karena kalimat yang mengikuti dialog adalah kalimat yang berdiri sendiri.

 

“Do, sudah jam dua belas. Aku harus pulang.” Musik yang kencang membuat Aldo sulit untuk mendengar hingga perlu usaha keras untuk Yasmin untuk mengulang kata yang sama berkali-kali.

 

Di tulisan manapun, novel atau berita, teknik penulisannya pasti sama. Semoga lebih paham ya.